Al-Chemist Ungu

because chemistry is true and this just for you

RESEP KUE CINTA

 
BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan
mengembang)


Tips:

- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu
tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan
- Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi
mutunya terjamin.
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya
bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan
zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "IMAN, HARAP & KASIH" yang telah memiliki sertifikat
ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Cara Memasak:

- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus
ikhlas
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata
sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta
- Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas
- Kue siap dinikmati

Catatan:

Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat!

Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.

Selamat mencoba, dijamin halal... ! Selamat menikmati...

Chemistry of Autumn Leaf Colour

The color of a leaf results from an interaction of different pigments produced by the plant. The main pigment classes responsible for leaf color are porphyrins, carotenoids, and flavonoids. The color that we perceive depends on the amount and types of the pigments that are present. Chemical interactions within the plant, particularly in response to acidity (pH) also affect the leaf color.

Pigment Class Compound Type Colors
Porphyrin chlorophyll green
Carotenoid carotene and lycopene
xanthophyll
yellow, orange, red
yellow
Flavonoid flavone
flavonol
anthocyanin
yellow
yellow
red, blue, purple, magenta
Chemistry of Plant Pigments
Let's take a closer look at the molecular structures and functions of the major plant pigments:
Porphyrins
All porphyrins have the following ring structure:
The primary porphyrin in leaves is a green pigment called chlorophyll. There are different chemical forms of chlorophyll (e.g., chlorophyll a and chlorophyll b), which are responsible for carbohydrate synthesis within a plant. Chlorophyll is produced in response to sunlight. As the seasons change and the amount of sunlight decreases, less chlorophyll is produced, and the leaves appear less green. Chlorophyll is broken down into simpler compounds at a constant rate, so green leaf color will gradually fade as chlorophyll production slows or stops.

 Carotenoids
Carotenoids are terpenes made of isoprene subunits.
Examples of carotenoids found in leaves include lycopene, which is red, and xanthophyll, which is yellow. Light is not needed in order for a plant to produce carotenoids, therefore these pigments are always present in a living plant. Also, carotenoids decompose very slowly as compared to chlorophyll.


Flavonoids
Flavonoids contain a diphenylpropene subunit.


Examples of flavonoids include flavone and flavol, which are yellow, and the anthocyanins, which may be red, blue, or purple, depending on pH.



Anthocyanins, such as cyanidin, provide a natural sunscreen for plants. Because the molecular structure of an anthocyanin includes a sugar, production of this class of pigments is dependent on the availability of carbohydrates within a plant. Anthocyanin color changes with pH, so soil acidity affects leaf color. Anthocyanin production also requires light, so sunny days are needed for the brightest fall colors!

cyanidin



Autumn Color Change
When leaves appear green, it is because they contain an abundance of chlorophyll. Chlorophyll masks other pigment colors. Anthocyanins, in turn, mask carotenoids. As summer turns to autumn, decreasing light levels cause chlorophyll production to slow. However, the decomposition rate of chlorophyll remains constant, so the green color will fade from the leaves. At the same time, anthocyanin production in leaves increases, in response to surging sugar concentrations. Leaves containing primarily anthocyanins will appear red. Leaves with good amounts of both anthocyanins and carotenoids will appear orange. Leaves with carotenoids but little or no anthocyanins will appear yellow. In the absence of these pigments, other plant chemicals also can affect leaf color. An example includes tannins, which are responsible for the brownish color of some oak leaves.






RESPIRASI MAKHLUK HIDUP


Bernafas merupakan salah satu ciri mahluk hidup di dunia ini,baik hewan maupun manusia akan mati jika tidak dapat bernafas lagi. Pernafasan adalah proses pertukaran gas antara mahuk hidup dengan lingkungan. Dalam proses pernafasan,oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernafasan diperoleh dari lingkungan sekitar. Oksigen diperlukan untuk oksidasi(pembakaran) zat makanan,yaitu gula (glukosa). Proses aksidasi makan bertujuan untuk menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan digunakan untuk aktivitas hidup,misalnya pertumbuhan,mempertahankan suhu tubuh,pembakaran sel-sel tubuh,dan kontraksi otot. Sellain menghasillkan energi,pernapasan juga menghasilkan karbon dioksida dan uap air.
Ada dua macam pernapasan yaitu pernapasan ekstetrnal (luar) dan internal (dalam). Pernapasan luar meliputi proses pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 dan uap iar antara organisme dengan lingkungannya. Pernapasan internal disebut juga pernapasan seler karena pernapasan ini terjadi di dalam sel,yaitu di dalam sitoplasma dan mitokondria.
Pernapasan seluler melalui tiga tahap,yaitu glikolisi,siklus krebs,dan tranpor elektron.

A.      Pengertian Respirasi
Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.

B.     Alat –alat pernapasan pada tubuh mausia
Pada manusia organ pernapsan utamanya adalah paruparu (pulmo) dan dibantu oleh alat-alat pernapsan lain.jaur udara pernapsan untuk menuju sel-sel tubuh adalah:
Rongga hidung        faring     laring      trakea       brokkus     paru-paru     alveolus     se-sel tubuh
Udara  masuk ke dalam paru-paru melalui alat-alat pernapasan yang terdiri atas ronggan hidung, pangkal tenggorokan(laring), cabang tenggorokan (bronkus), dan paru-paru.
1.          Rongga Hidung
Udara masuk melalui hidung menuju rongga hidung. Ronga hidung dilenngkpi dengan indra pembau, rambut, dan berlapis lendir. Di dalam ronggan hidung udara di bersihkan,dihangatkan,dan dilembabkan. Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan dan menggerakkan partikel partikel halus kearah faring. Sel golbet dan kelenjar serous yang berfungsi melembabkan udara yang masuk. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk.
2.    Faring (Tenggorokan)
Udara dari rongga hidung masuk ke faring (rongga tekak). Faring merupakan persimpangan jalan antara jalan napas dengan jalan makan. Percabangan pada faring meliputi, nasofaring / saluran pernapasan (terdapat pharyngeal tonsil dan Tuba Eustachius) pada bagian depan, Orofaring / sa;uran pencernaan (merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring,terdapat pangkal lidah), dan Laringofaring(terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan).
3.      Laring
Terdiri dari tiga struktur yang penting
-         Tulang rawan krikoid
-         Selaput/pita suara
-         Epilotis
-         Glotis
Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan. Mekanisme menelan dan bernapas ini telah diatur sedemikian rupa dengan semacam katup epiglotis serta gerakan laring ke atas sewaktu menelan, sehingga saluran ke rongga hidung (saluran pernapasan) tertutup rapat.          
4.      Trakea
Terletak pada leher di depan kerongkongan (esofagus). Udara yang masuk trakea mengalami penyaringan dari debu dan benda-benda asing. Trakea merupakan pipa silider dengan panjang ± 11 cm, berbentuk ¾ cincin tulang rawan seperti huruf C. Bagian pangkal trakea selalu dalam keadaan terbuka. Di daerah dada, trakea bercanbang dua; satu ke kiri dan satu ke kanan, yang disebut bronkus. Tempat percabangan ini disebut bifurkasi. Dinding batang tenggorok (trakea) dan dinding bronkus (cabang batang tenggorok) terdiri atas tiga lapis sel. Lapisan-lapisan itu berturut-turut dari dalam adalah lapisan epitelium (bersilia dan berlendir), lapisan cincin tulang rawan dengan otot polos dan lapisan terluar yang terdiri dari jaringan pengikat.
5.      Bronkus
Trakea bercabang pada dua bronkus menuju ke paru-paru kiri dan kanan. Bronkus bercabang–cabang lagi membentuk bronkiolus. Bronkus sebelah kanan bercabang menjadi tiga bronkeolus,s edangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Brochus kanan lebih pendek, lebar dan lebih dekat dengan trachea. Bronchus kanan bercabang menjadi : lobus superior, medius, inferior. Brochus kiri terdiri dari : lobus superior dan inferior. Bronkus berbentuk pipa yang tersusun atas tulang rawan seperti pada trakea.      
6.      Paru-paru, Bronkiolus, dan Alveolus
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru. Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain.                                                       Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.                                                Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter ± 1 mm, dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus. Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus).
Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon. Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara
kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan.

A.     Proses pernapasan
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam.                                             Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler, sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh.                          Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
Mekanisme pernapsan meliputi 2 fase sebagai berkut:
1.      Fase inspirasi, yaitu pemasukan udara luar ke dalam paru-paru.
2.      Fase ekspirasi, yaitu pengeluaran udara dari paru-paru ke lingkungan.
Proses pernapasan tersebut diatur oleh otot diafragma dan otot antar tulang rusuk, berdasarkan kerja otot tersebut, maka pernapasan dibedakan menjai dua,yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

a.       Pernapasan dada
Pernapasan dada terjadi karena gerakan tulang-tulang rusuk oleh otot-otot antar tulang rusuk (interkostal).
1)      Fase inspirasi: otot antartulang rusuk berkontraksi,tulang rusuk dan tulang dada terangkat ke depan, rongga dada mengembang, paru-paru membesar, tekanan udara dalam paru-paru mengecil, akibatnya udara dari luar masuk.
2)      Fase ekspirasi:otot antar tulag rusuk relaksasi, tulang rusuk dan tulang dada relaksasi (kembali seperti semula), rongga dada mengecil, paru-paru mengempis, tekanan udara dalam paru-paru membesar, akibatnya udara dari dalam paru-paru keluar.

b.      Pernapasan perut
Pernapasan perut terjadi karena gerakan otot diafragma (sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut).
1)      Fase inspirasi: otot diafragma berkontraksi, diafragma mendatar, rongga dada membesar, paru-paru mengembang, akibatnya udara dari luar masuk.
2)      Fase ekspirasi: otot diafragma relaksasi, diafragma melengkug ke atas, rongga dada mengecil, paru-paru mengempis, tekanan udara dalam paru-paru membesar, akibatnya udara dari dalam paru-paru keluar.
Tersedak dan bersin merupakan ekspirasi yang mendadak oleh pengerutan secara tiba-tiba dari otot-otot perut. Hal ini terjadi karena sistem pernapasan berusaha dalam saluran pernapasan.
Tekanan udara dalam paru-paru selalu berubah pada setiap gerakan pernapsan. Pada saat inspirasi, tekana udara turun 1-2 mm Hg. Pada saat ekpirasi tekanan udara dalam paru-paru lebih tinggi samapai 3 mm Hg di banding udara luar, akibatnya udara keluar lingkungan.
Volume udara pernapasan meliputi beberapa udara sebagai berikut:
a.       Udara pernapasan biasa adalah udara yang dapat keluar masuk dalam saluran pernapasan sebesar 500 cc
b.      Udara komplementer adalah udara yang dapat dihirup oleh paru-paru secara maksimum sebesar 1500cc
c.       Udara cadangan adalah udara yang dapat dihembuskan lagi dari paru-paru secara maksimum sebesar 1500 cc.
d.      Udara residu adalah udara yang tersimpan dalam paru-paru dan tidak dapat dikeluarkan lagi sebesar 1000cc
Kapasitas vital paru-paru adalah udara pernapasan biasa ditambahkan udara komplementer ditambahkan udara cadangan, sebesar ± 3500 cc. Kapasitas total paru-paru adalah kapasitas vital paru-paru ditambah udara residu, sebesar ± 4500 cc. Kapasitas vital adalah jumlah udara maksimun yang dapat dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum.
Dengan demikian, udara yang digunakan dalam proses pernapasan memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3500 cc. Dari 500 cc udara inspirasi/ekspirasi biasa, hanya sekitar 350 cc udara yang mencapai alveolus, sedangkan sisanya mengisi saluran pernapasan. Volume udara pernapasan dapat diukur dengan suatu alat yang disebut spirometer. Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan. Jenis penyakit tertentu seperti gangguan jantung dan TBC dapat menurunkan kapasitas vital paru-paru. Bayi dalam kandungan, paru-parunya tidak berisi udara. Paru-paru bayi akan segera terisi udara saat bayi lahir dan menangis.

B.     Pertukaran O2 dan CO2 dalam Pernapasan
Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung pada kebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan.
Pekerja-pekerja berat termasuk atlit lebih banyak membutuhkan oksigen dibanding pekerja ringan. Demikian juga seseorang yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dengan sendirinya membutuhkan oksigen lebih banyak. Selanjutnya, seseorang yang memiliki kebiasaan memakan lebih banyak daging akan membutuhkan lebih banyak oksigen daripada seorang vegetarian.
Dalam keadaan biasa, manusia membutuhkan sekitar 300 cc oksigen sehari (24 jam) atau sekitar 0,5 cc tiap menit. Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi biasa kecuali dalam keadaan tertentu saat konsentrasi oksigen udara inspirasi berkurang atau karena sebab lain, misalnya konsentrasi hemoglobin darah berkurang.
Oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah (hemoglobin) untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. Hemoglobin yang terdapat dalam butir darah merah atau eritrosit ini tersusun oleh senyawa hemin atau hematin yang mengandung unsur besi dan globin yang berupa protein.






C.    Kelaianan dan gangguan paa sistem pernafasan
Sistem pernapasan dapat mengalami gangguan. Gangguan trsebut dapat disebabkan oleh kuman,polusi udara,atau faktor keturunan(genetik)
1.      Berkurangnya jumlah hemoglobin
Berkurangnya hemoglobin dalam darah akan menghambat proses penyampaian oksigen ke dlam sel-sel tubuh.berkurangnya hemoglbin dapat disebanan oleh anemia atau perdarahan berat.
2.      Keracunan gas CN (sianida) dan atau CO (karbon monoksida)
Keracunan gas-gas in menggangu proses pengikatan O2 oleh drah karena gas CO dan CN memiliki daya ikat jauh lebih tinggi terhadap hemoglobin daripada daya ikat hemoglobin terhadap O2. Jika 70-80% hemoglobin dalam darah mengikat CO dan membentuk HbCO maka dapat memyebabkan kematian. Gangguan pengangkutan oksigen ke sel-sel tubuh/jaringan tubuh disebut asfiksi.
3.      Kanker paru-paru
Penyakit ini dapat dipicu oleh polusi udara dan polusi asap rokok yang mengandung  hidrokarbon termasuk benzopiren. Kanker paru-paru menyebabkan paru-paru rusak dan tida berfungsi lagi.
4.      Emfisema
Penyakt paru-paru degeratif ini terjadi jkarena jringan paru-paru kehilangan elastisitasnya akibat gangan jaringan elastik dan kerusakan didnding di antara alveli.
5.      Asma
Penyakit initerjadi akibat penyempitan saluran pernapasan. Asma ditandai dengan mengi( wheezing),batuk,dan rasa sesak pada dada secara berkala dan kronis.
6.      TBC ( Tuberkulosis)
TBC dapat menggangu proses difusi oksigen karena timbulnya bintil-bintil kecil pada alveolus yang disebabkan bakteri mycobakterium tuberculosis.
7.      Pneumonia
Infeksi bakteri Diplococcus pneumonia mnyebabkan panyakit pnumonia (radang) paru-paru atau radang dinding alveolus.
8.      Radang
Penyakit radang pada bronkus disebut bronkitis,radang pada hidung disebut rinitis,radang di seblah atas rongga hidug disebut sinusitis,radnag pada laring disebut laringitis,dan pada radang pleura(selaput pembungkus paru-paru) disebut pleuritis. Adanya penyumbatan dirongga faring dan laring karena difteri,laringitis atau tetanus (kejang otot) sering ditanggulangi dengan melakukan trakeostomi (melubangi trakhea)

 

Kematian Paman Gober (Kematian Paman Gober)

Kematian paman gober ditunggu-tunggu semua bebek. Tidak ada lagi yang
bisa dilakukan selain menunggu-nunggu saat itu. Setiap kali penduduk
Kota Bebek membuka koran, yang mereka ingin ketahui hanya satu hal:
apakah hari ini Paman Gober sudah mati. Paman Gober memang terlalu
kuat, terlalu licin, dan bertambah kaya setiap hari. Gudang-gudang
uangnya berderet dan semuanya penuh. Setiap hari Paman Gober mandi
uang di sana , segera setelah menghitung jumlah terakhir kekayaannya,
yang tak pernah berhenti bertambah.
Begitu kayanya Paman Gober, sehingga ia tak bisa hafal lagi pabrik apa
saja yang dimilikinya. Bila terlihat pabrik di depan matanya, ia
hampir selalu berkata, “Oh, aku lupa, ternyata aku punya pabrik
sepatu.” Kejadian semacam ini terulang di muka pabrik sandal, pabrik
rokok, pabrik kapal, pabrik arloji, maupun pabrik tahu-tempe. Boleh
dibilang, hampir tidak ada pabrik yang tidak dimiliki Paman Gober.
Ibarat kata, uang dicetak hanya untuk mengalir ke gudang uang Paman
Gober.
Meskipun kaya raya, anggota klub milyarder no.1, Paman Gober adalah
bebek yang sangat pelit. Bahkan kepada keluarganya, Donal bebek, ia
tidak pernah mewmberi bantuan, meski Donal telah bekerja sangat keras.
Malah Donal ini, beserta keponakan-keponakan nya Kwak, Kwik, dan Kwek,
hamper selalu diperas tenaganya, dicuri gagasannya, dan hasilnya tidak
pernah dibagi. Cendekiawan jenius Kota Bebek, Lang Ling Lung, yang
dimuka rumahnya tertera papan nama Penemu, Bisa Ditunggu, pun hamper
selalu diakalinya.
Sudah berkali-kali Gerombolan Siberat, tiga serangkai kelas kakap,
menggarap gudang uang Paman Gober, namun keberuntungan selalu berada
di pihak Paman Gober. Paman Gober tak terkalahkan, bahkan oleh Mimi
Hitam, tukang tenung yang suka terbang naik sapu. Sudah beberapa kali
Mimi Hitam berhasil merebut Keping Keberuntungan, jimat Paman Gober,
namun keping uang logam kumuh itu selalu berhasil direbut kembali.
Tidak bisa dipungkiri, Paman Gober memang pekerja keras. Masa mudanya
habis di lorong-lorong gua emas. Sebuah gunung emas yang ditemukannya
menjadi modal penting yang telah melambungkannya sebagai taipan tak
tersaingi dari Kota Bebek.
Suatu hal yang menjadi keprihatinan Nenek Bebek, sesepuh Kota Bebek
yang mengasingkan ke sebuah pertanian jauh di luar kota , adalah
kenyataan bahwa Paman Gober dicintai kanak-kanak sedunia. Paman Gober
menjadi legenda yang disukai. Paman Gober begitu rakus. Paman Gober
begitu pelit. Tapi ia tidak dibenci. Setiap kali ada orang mengecam,
menyaingi, pokoknya mengancam reputasi Paman Gober sebagai orang kaya,
justru orang itu tidak mendapat simpati. Paman Gober bisa menangis
tersedu-sedu meski hanya kehilangan uang satu sen. Ia sama sekali
bukan tokoh teladan, tapi mengapa ia bisa begitu dicintai? “Dunia
sudah jungkir balik,” ujar Nenek Bebek kepada Gus Angsa, yang meski
suka makan banyak, sangat malas bekerja. Namun Gus Angsa sudah
tertidur sembari bermimpi makan roti apel.
“Suatu hari dia pasti mati,” ujar Kwik.
“Memang pasti, tapi kapan?” Kwak menyahut.
“Kwek!” Hanya itulah yang bisa dikatakan Kwek.
Dasar bebek.
Begitulah, setiap hari, Lubas, anjing dirumah Donal, membawa Koran itu
dari depan pintu ke ruang tengah.
“Belum mati juga!”
Donal segera membuang lagi Koran itu dengan kesal. Karena memang tiada
lagi berita yang bisa dibaca di Koran. Banyak kabar, tapi bukan
berita. Banyak kalimat, tapi bukan informasi. Banyak huruf, tapi bukan
pengetahuan. Koran-koran telah menjadi kertas, bukan media.
Semua bebek memang menunggu kematian Pman Gober. Itulah kabar terbaik
yang mereka harapkan terbaca. Paman Gober sendiri sebenarnya sudah
siap untuk mati. Maklumlah, sebagai generasi tua di Kota Bebek,
umurnya cukup uzur. Untuk kuburannya sendiri, ia telah membeli sebuah
bukit, dan membangun mausoleum di tempat itu. Jadi, bukannya Paman
Gober tidak mau mati. Ia sudah siap untuk mati.
“Mestinya, bebek seumur saya ini, biasanya ya sudah tahu diri, siap
masuk ke liang kubur. Makanya, ketika saya diminta menjadi Ketua
Perkumpulan Unggas Kaya, saya merasakan kegetiran dalam hati saya,
sampai beberapa lama saya bisa bertahan? Apa tidak ada bebek lain yang
mampu menjadi ketua?”
Kalimat semacam itu masuk ke dalam buku otobiografinya, Pergulatan
Batin Gober Bebek, yang menjadi bacaan wajib bebek-bebek yang ingin
sukses. Hampir setiap bab dalam buku itu mangisahkan bagaimana Paman
Gober memburu kekayaan. Mulai dari harta karun bajak laut, pulau emas,
sampai sayuran yang membuat bebek-bebek giat bekerja, meski tidak
diberi upah tambahan. Bab terakhir diberi judul Sampai Kapan Saya
Berkuasa?. Memang, Paman Gober adalah ketua terlama Perkumpulan Unggas
Kaya. Entah kenapa, ia selalu terpilih kembali, meski pemilihan selalu
berlangsung seolah-olah demokratis. Begitu seringnya ia terpilih,
sampai-sampai seperti tidak ada calon yang lain lagi.
“Terlalu, masak tidak ada bebek lain?”
Paman Gober selalu berbasa-basi. Namun, entah kenapa, kini bebek-bebek
menjadi takut. Paman Gober, memang, terlalu berkuasa dan terlalu kaya.
Setiap hari yang dilakukannya adalah mandi uang. Ketika Donal Bebek
bertanya dengan kritis, mengapa Paman Gober tidak pernah peduli kepada
tetangga, bantuan keuangannya kepada Donal segera dihentikan.
“Kamu bebek tidak tahu diri, sudah dibantu, masih meleter pula.”
“Apakah saya tidak punya hak bicara?”
“Bisa, tapi jangan asal meleter, nanti kamu aku sembelih.”
“Aduh, kejam sekali, menyembelih bebek hanya dilakukan manusia.”
“Ah, siapa bilang bebek tidak kalah kejam dari manusia.”
“Lho, manusia makan bebek, apakah bebek makan manusia?”
“Yang jelas manusia bisa makan manusia.”
“Tapi Paman mau menyembelih sesame bebek, apakah sudah mau meniru
sifat manusia?”
Paman Gober mempunyai banyak musuh, namun Paman Gober suka memelihara
musuh-musuh yang tidak pernah bisa mengalahkannya itu, justru untuk
menunjukkan kebesarannya. Paman Gober sering muncul di televisi. Kalau
Paman Gober sudah bicara, kamera tidak berani putus, meskipun
kalimat-kalimatnya membuat bebek tertidur. Paman Gober selalu
menganjurkan bebek bekerja keras, seperti dirinya, dan Paman Gober
juga semakin sering menceritakan ulang jasa-jasanya kepada warga Kota
Bebek.
“Coba, kalau aku tidak membangun jalan, air mancur, dan monumen, apa
jadinya Kota Bebek?”
Tidak ada yang berani melawan. Tidak ada yang berani bicara.
“Paman Gober,” kata Donal suatu hari, kenapa Paman tidak mengundurkan
diri saja, pergi ke pertanian seperti Nenek, menyepi, dan merenungkan
arti hidup? Sudah waktunya Paman tidak terlibat lagi dengan urusan
duniawi.”
“Lho, aku mau saja Donal. Aku mau hidup jauh dari Kota Bebek ini.
Memancing, main golf, makan sayur asem, dan membaca butir-butir
falsafah hidup bangsa bebek. Tapi, apa mungkin aku menolak untuk
dicalonkan? Apa mungkin aku menolak kehormatan yang segenap unggas?
Terus terang, sebenarnya sih aku lebih suka mengurus peternakan.”
Maka hari-hari pun berlalu tanpa penggantian pimpinan. Demokrasi
berjalan, tapi tidak memikirkan pimpinan, karena memang hanya ada satu
pemimpin. Segenap pengurus bisa dipilih berganti-ganti, namun
kedudukan Paman Gober tidak pernah dipertanyakan. Para pelajar seperti
Kwik, Kwek, dan Kwak menjadi bingung bila membandingkannya dengan
sejarah kepemimpinan kota lain. Kota Bebek seolah-olah memiliki
pemimpin abadi. Generasi muda yang lahir setelah Paman Gober berkuasa
bahkan sudah tidak mengerti lagi, apakah pemimpin itu memang bisa
diganti. Mereka pikir keabadian Paman Gober sudah semestinya.
Dan itulah celakanya kanak-kanak mencintai Paman Gober. Riwayat hidup
Paman Gober dibikin komik dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa.
Bebek terkaya yang sangat pelit dan rakus ini menjadi teladan baru.
Nenek Bebek tidak habis pikir, mengapa pendidikan, yang mestinya
semakin canggih, membolehkan budi pekerti seperti itu. Generasi muda
ingin meniru Paman Gober, menjadi bebek yang sekaya-kayanya, kalau
bisa paling kaya di dunia.
“Paling kaya di dunia?” Kwak bertanya.
“Iya, paling kaya di dunia,” jawab Nenek Bebek.
“Apakah itu hakikat hidup bebek?”
“Bukan, itu hakikat hidup Paman Gober.”
Sementara itu, nun di gudang uangnya yang sunyi, Paman Gober masih
terus menghitung uangnya dari sen ke sen, tidak ditemani siapa-siapa.
Matanya telah rabun. Bulunya sudah rontok. Sebetulnya ia sudah pikun,
tapi ia bagai tak tergantikan.
Semua bebek menunggu kematian Paman Gober. Tiada lagi yang bisa
dilakukan selain menunggu-nunggu saat itu. Setiap kali penduduk Kota
Bebek membuka koran, yang ingin mereka ketahui hanya satu: apakah hari
ini Paman Gober sudah mati. Setiap pagi mereka berharap akan membaca
berita Kematian Paman Gober, di halaman pertama.