Al-Chemist Ungu

tentang Pendidikan dan Kimia

Tampilkan postingan dengan label ChemWORLD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ChemWORLD. Tampilkan semua postingan

KEJU



Keju adalah salah satu produk susu yang paling penting dan banyak dikonsumsi. Diperkirakan ada lebih dari 3000 jenis keju di seluruh dunia, yang berasal dari Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Swiss, Italia, Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa lain.

YOGHURT



Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yoghurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk susu kacang kedelai. Tetapi produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat, yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan bau yang unik pada yoghurt. Yoghurt sering dijual apa adanya, bagaimanapun juga rasa buah, vanilla atau coklat juga popular.

SEJARAH POHON LOGIKA

Sejarah logika
Sejarah logika adalah studi tentang perkembangan ilmu inferensi yang valid (logika). Logika formal dikembangkan pada zaman kuno di Cina, India, dan Yunani. Logika Yunani, khususnya logika Aristoteles, menemukan aplikasi luas dan penerimaan dalam sains dan matematika. Logika Aristoteles dikembangkan lebih lanjut oleh Islam dan Kristen filsuf di Abad Pertengahan, mencapai titik tinggi di pertengahan abad ke-empat belas. Periode antara abad keempat belas dan awal abad kesembilan belas sebagian besar salah satu penurunan dan mengabaikan, dan dianggap sebagai mandul oleh setidaknya satu sejarawan logika.

IDENTIFIKASI ZAT ADIKTIF PADA MAKANAN: HAPP*TOS



Happ*tos adalah sejenis snack  atau makanan ringan berbentuk keripik yang berbahan dasar jagung dengan rasa gurih asin. Dari bau snack ini dapat tercium aroma jagung dengan campuran beberapa bumbu yang agak tajam, warna keripik kuning kecoklatan dengan tekstur tidak rata, dan ketika dirasakan benar-benar sedap. Dari observasi yang dilakukan ini, kami tertarik untuk membahas lebih jauh apa saja komposisi dari snack “Happ*tos” dengan kemasan merah.
Berdasarkan data informasi gizi yag tertera pada kemasan dapat ditinjau persentase penyusuunya, yakni lemak, protein, karbohidrat dan natrium. Dari data dapat diketahui bahwa persentase lemak yang paling dominan. Kemudian berikutnya akan dibahas tentang komposisi bahan-bahan untuk pembuatan snack ini.

BERLIAN Ternama di Dunia

Hmmm.. lagi asyik2 searching tentang salah satu unsur kimia yaitu CARBON (dengan simbol huruf C), kemudian tentang alotropnya, yang salah satunya adalah intan, eh yang nongol malah tentang perhiasan. Yups, awalnya ga tertarik sih tentang perhiasan yang satu ini, tapi lama-lama dasar naluri wanita juga, setelah ditelusuri intan atau berlian juga merupakan salah satu fenomena kimia yang patut kita ketahui (sapa tau bisa jadi produsen berlian, trus bisnis... haha... Prospeknya keliatan banget kan..)

Berlian seringkali disebut sebagai rajanya batu mulia. Kelangkaan, keindahan, kekuatan, dan keabadiannya menjadikan berlian sebagai simbol cinta, kekuasaan,kekayaan dan keagungan. Berlian terkait dengan berbagai kisah orang terkenal, raja dan ratu agung, segala jenis intrik, cerita cinta, kejatuhan, bahkan pembunuhan. Berlian memang tak lekang oleh waktu dan tak pernah membosankan untuk dikisahkan. Untuk itu marilah kita berpetualang sejenak mengenal berlian-berlian paling ternama di dunia, dari Koh I Noor yang agung sampai dengan si Permata Biru ; Blue Hope yang berlumur kisah tragis hampir semua orang yang pernah memilkinya.

9 HEWAN MERAH


1. Red Bugs (Kumbang merah)
Ladybugs/kepik biasa disebut kumbang kecil dan kumbang lily adalah serangga berwarna merah yang paling umum dan sering kita jumpai. Untuk ladybug/kepik terdapat beberapa bintik hitam di tubuhnya sedangkan kumbang lily tidak. Sungguh indah untuk dilihat.




Not So Cute: Dolphin Gang-Rape

 
We humans love to get close to these clever, cute and cuddly sea-creatures, but do you know how they treat their women in the world of dolphin debauchery? Do you really want to?

Ever since Flipper appeared on our screens we’ve known dolphins to be highly intelligent, social creatures with an advanced communication system and the tendency to help humans when in trouble. Many of us have seen them performing tricks in captivity or watched them on television displaying the same manoeuvres in the wild. Some of us (including myself) have even been lucky enough to swim with one. But how many of us are aware of their slightly less courteous behaviour?
Dolphins have a dark side, too…
Researchers have been studying the sexual behaviour of dolphins intensely for the last decade, after it was discovered they not only partake in homosexual activity (read more HERE), but also gang-rape and kidnap females who don’t reciprocate their sexual advances.
In order to coerce the reluctant females, males form groups of two or three – often remaining together in their search for sexual gratification for well over a decade. When they find a suitable female they literally force her to mate with one or more of the group, and have even been known to herd their unwilling consorts for months at a time, basically using them as their personal sex-slaves.
Although dolphins are not alone in the animal world of gang-rapists, research suggests they’ve the perfected the art to a degree unseen in any other species, and it seems they don’t limit their advances to their female partners, either: there are several reports claiming divers and swimmers have also been accosted.


Read more: http://scienceray.com/biology/marine-biology/not-so-cute-dolphin-gang-rape/#ixzz17WGR5pVn





Zat Penyebab Alergi Pada Sabun, Sebabkan Gangguan Kulit Parah

Ilustrasi: Sabun yang kita pakai sehari-hari bisa menimbulkan reaksi alergi atau iritasi kulit. Hal ini karena di dalam sabun terdapat beberapa jenis zat alergen yang bisa membuat kulit menjadi kering. (foto: Google)
Sabun yang kita pakai sehari-hari bisa menimbulkan reaksi alergi atau iritasi kulit. Hal ini karena di dalam sabun terdapat beberapa jenis zat alergen yang bisa membuat kulit menjadi kering. Apa saja alergen yang yang terdapat di dalam sabun:
1. Pewangi
Jika pengharum ada dalam daftar bahan pembuat produk perawatan kulit, bisa saja itu adalah keton, aldehyde, amine, ester, dan lain sebagainya yang bukan pengharum alami. Tentu saja zat pewangi ini tidak ikut membersihkan kulit, justru bisa menyebabkan alergi ketika berkontak dengan kulit. Jika Anda berbakat alergi, pilih saja sabun tanpa pengharum.

2. Sodium Lauryl Sulfate
SLS adalah deterjen yang membuat sabun, sampo, dan pasta gigi berbusa banyak. Makin banyak busa makin banyak minyak yang diluruhkan. Sayangnya, tak hanya minyak merugikan yang disapu, tetapi juga lapisan minyak yang diperlukan untuk menjaga kelembaban kulit. Hal ini dapat mempermudah terjadinya dermatitis kontak dan memperburuk eksim.

3. Paraben
Digunakan dalam sampo, sabun, deodoran, dan pasta gigi, sebagai pengawet. Sering ditulis dengan nama lain hydroxybenzoic. Meski jarang menimbulkan reaksi, paraben jenis lain juga kerap hadir dalam produk yang sama, sehingga meningkatkan risiko alergi.

4. Coconut Diethanolamide
Konsumsi kelapa jarang menimbulkan reaksi alergi, tapi kelapa dapat dibuat menjadi diethanolamid, yaitu deterjen yang mampu mengikis lapisan minyak dan membuat kulit lebih kering. Selanjutnya reaksi alergi bisa lebih mudah terjadi. Nama lainnya adalah coconut oil acid, cocamine DEA, ninol, witcamide, dan calamide.

5. Balsam Peru
Juga dikenal sebagai myroxylon yang memiliki aroma seperti vanila dan kayumanis. Digunakan dalam sabun, sampo, parfum, losion calamine, juga obat batuk dan kola. Banyak orang yang alergi wewangian langsung bereaksi bila berkontak dengan balsam ini. Gejala yang tampak berupa eksim atau ruam di mulut jika terkonsumsi.

Alergi menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh terganggu. Penyebab alergi bisa berasal dari banyak hal seperti iklim, polusi maupun bahan yang terkandung di dalam produk kosmetik. Beberapa bahan kosmetik yang biasanya menyebabkan reaksi alergi diantaranya:

Ftalat

Bahan pembuat plastik umumnya terdaftar sebagai phthalate DBP atau di-n-butyl, yang sering digunakan dalam produk cat kuku. Ftalat dianggap zat karsinogen yang memungkinkan Anda terkena cacat lahir, ruam alergi dan eksim. Di Eropa penggunaan zat tersebut dilarang.

Shea Butter
Orang yang alergi terhadap kacang bisa sangat peka terhadap shea butter maupun cocoa butter. Dr Ellen Marmur, penulis Simple Skin Beauty mengungkapkan bahan-bahan organik bisa menimbulkan reaksi alergi tertentu.
Triclosan

Ritual mencuci tangan dengan sabun yang mengandung triclosan dalam beberapa kasus bisa menimbulkan ruam gatal pada telapak tangan dan jari. Jika tangan meradang akibat zat ini, sebaiknya hindari pembersih atau sabun yang mengandung agen bakteri.

Balsem Peru

Resin yang banyak digunakan dalam produk kecantikan untuk menciptakan aroma wangi sering menyebabkan alergi kulit. Saat terkena sinar matahari, pada lipatan tubuh termasuk di belakang telinga seringkali terbentuk lapisan kemerahan. Cara terbaik adalah mencari produk yang bebas wewangian.

Formaldehid

Sebagian besar produk kecantikan khususnya untuk produk kulit dan produk perawatan rambut mengandung bahan formaldehid seperti urea imidazolidinyl atau Quaterinium 15, yang reaktif.

Kontak yang paling sering terjadi adalah pada kuku dan rambut. Dermatolog Dr. Marsha Gordon mengatakan, penyebab dermatitis karena cat kuku adalah kelopak mata dan kulit tangan yang kemerahan. Saat mengoleskan pelembab ke mata dan kulit, zat alergi ini bisa berpindah dari tangan ke bagian tubuh lainnya.

Paraben

Bahan pengawet ini paling banyak digunakan dalam produksi massal karena harganya murah dan stabil. Hampir sulit menemukan produk tanpa paraben seperti metil, propil, dan hydroxybenzoate benzil. Reaksi alergi yang diakibatkan bahan ini adalah ruam kemerahan.

Senyawa Asam


Mayoritas asam seperti azelaic, alpha hidroksi, benzoat, laktat, sorbat dalam ukuran sedikit masih bisa ditoleransi tubuh. Namun asam sinamat mengakibatkan reaksi alergi meski dalam dosis kecil. Bahan yang banyak ditemukan dalam pasta gigi menyebabkan rasa gatal dan kering di gusi, bibir dan sekitar mulut.

Agar lebih aman, pilihlah produk pasta gigi tanpa asam sinamat. Dan oleskan vaseline di sekitar mulut dan dagu sebelum menyikat gigi untuk menghalangi asam.

Paraphenylenediamine (PPD)

Bahan ini terdapat pada pewarna rambut permanen. Akibatnya, alergi bisa berupa ruam kemerahan pada kulit kepala, garis rambut di dahi, leher hingga belakang telinga. Alergi terhadap PPD akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Retinoid

Para Dermatologis setuju bahwa retinoid adalah bahan antipenuaan serta mengurangi jerawat. Namun, efek buruknya, zat ini bisa menjadikan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari dan kekeringan di musim hujan.

Sebaiknya retinoid dipakai dalam jumlah sedikit. Jika memakai krim malam anti penuaan yang mengandung retinoid, lakukan trik berikut, oleskan krim selama 15 menit kemudian bilas dengan pembersih ringan. (fn/km/vs) www.suaramedia.com

ASparTam

Pas buka yahoo, eh tiba-tiba ngeliat ada berita tentang aspartam. Dan setelah baca itu, jiwa-jiwa kimia saya bangkit *halah. Makanya langsung googling dn posting deh heheheh....

Perkenalan dulu deh sama si aspartam ini......

  

Aspartam merupakan pemanis buatan dari golongan gula non-sakarida yang banyak dipakai untuk produk-produk diet atau produk rendah kalori. Aspartam lebih manis sekitar 180-200 kali daripada gula biasa dengan konsentrasi yang sama. Artinya dengan menggunakan pemanis ini maka kita hanya memerlukan 1/200 kali lebih sedikit aspartam dibanding dengan menggunakan gula biasa.Aspartam tak lain adalah metil ester dari dipeptida asam amino alami yaitu asam aspartat dan fenilalanin. Aspartam ditemukan secara tidak sengaja oleh James Schlatter, seorang kimiawan G D Searle Co pada tahun 1965. Schlatter tanpa diduga telah mensintesis aspartame pada saat dia membuat obat anti pereda nyeri.
Aspartam memiliki rasa yang lebih manis 180-200 kali dari gula yang biasa. Tak heran apabila pemanis ini banyak sekali dipakai dalam berbagai macam produk, baik makanan maupun minuman. Aspartam juga kerap disebut sebagai pemanis buatan yang lebih keras daripada biang gula. Padahal, persepsi tentang biang gula itu sendiri masih banyak yang keliru karena kata biang gula belum mendapat kesepakatan, apakah kandungan di dalamnya dan apa yang dimaksud dengan biang gula itu sendiri.

Tak jarang orang banyak yang mengasumsikan pengertian biang gula berbeda-beda. Ada yang menyebut biang gula bukan pemanis buatan dan terdiri dari gula yang belum diproses. Padahal, aspartam yang merupakan pemanis buatan pun sering kali disebut di berbagai artikel sebagai biang gula. Dan, ini berlaku untuk pemanis buatan lainnya, seperti siklamat dan sakarin.

Bahkan, ada juga yang berpikir bahwa gula batulah yang disebut sebagai biang gula. Jadi, apakah akhirnya biang gula itu adalah gula itu sendiri ataukah gula batu ataukah merujuk pada si pemanis buatan? Sampai saat ini belum ada suatu kesepakatan mengenai apa yang disebut dengan biang gula, padahal kata ini umum digunakan di masyarakat.
(hmm jadi penasaran sama si biang gula =,=)

Dan inilah stuktur dari aspartam itu sendiri


struktur aspartam


Menurut dr Intan Airlina Febiliawanti @ kompas......
Aspartam merupakan produk bubuk kristal yang tidak berbau dan berwarna putih serta kestabilannya sangatlah bergantung pada waktu, temperatur, pH, dan aktivitas air. Aspartam sangat stabil apabila dalam keadaan kering, tetapi pada temperatur 30 hingga 80 derajat celsius (dipanaskan, disterilisasi,dan lain-lain) maka aspartam akan kehilangan rasa manisnya. Oleh karena itu, pada makanan yang hanya sedikit atau cukup mengandung airlah maka rasa manis aspartam akan tetap bertahan, aspartam sendiri sangat baik untuk produk yang disimpan dalam pendingin atau dalam keadaan beku.
Berdasarkan penelitian, aspartam sebenarnya mengandung dua komponen natural yang sering terdapat di makanan pada umumnya, yaitu asam aspartik dan fenilalanin. Dua komponen ini sering terdapat pada produk alami yang beredar di masyarakat. Dalam makanan yang mengandung protein, contohnya daging, gandum, dan produk yang berasal dari susu. Selain itu, komponen ini juga sering terdapat pada beberapa jenis buah dan sayuran.

Aspartam ditemukan pada 1965 oleh seorang ahli kimia dan disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada 1974. Akan tetapi, izin pemasaran aspartam dicabut beberapa bulan kemudian karena adanya sebuah pengaduan bahwa bahan ini berbahaya dan merupakan bahan karsinogenik penyebab kanker sehingga perlu dievaluasi lebih lanjut. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian lebih lanjut mengenai aspartam sehingga tercapailah sebuah hasil yang memuaskan pihak FDA.

Pada 1981, FDA menyatakan aspartam tidak berbahaya apabila dikonsumsi secukupnya serta diberikan dengan batas pengonsumsian sehari-hari untuk penggunaan pada bahan makanan padat. Lalu, perizinan penggunaan aspartam sebagai tambahan dalam minuman soft drink menyusul pada 1983 dan akhirnya pada 1996 dinyatakan sebagai bahan pengganti pemanis buatan yang dapat digunakan secara umum.

Keamanan penggunaan aspartam telah diteliti dan diakui oleh banyak organisasi nasional dan internasional, termasuk FAO/WHO Commitee of Experts on Food Additives (JEFCA) dan disetujui oleh badan parlemen Eropa untuk digunakan sebagai pemanis buatan di bahan makanan pada 30 Juni 1994. Bahkan, di Perancis telah disetujui sejak 1988. Nilai ambang batas/acceptable daily intake (ADI) yang telah disetujui oleh JEFCA adalah 40 mg/kgBB/hari yang apabila dikonversikan sebanyak 18-19 kaleng diet cola pada individu yang mempunyai berat badan 68 kg karena produk diet cola mengandung aspartam yang sangat sedikit.

Berdasarkan percobaan oleh Karim dkk dan Stegink dkk pada 1996, metabolisme aspartam terjadi pada saluran pencernaan menjadi komponen metanol sebanyak lebih kurang 10 persen, 40 persen asam aspartik dan 50 persen fenilalanin. Sedangkan pada penelitian Creppy dkk pada 1998 menyatakan, hanya sebagian kecil saja aspartam yang mungkin diserap tanpa dimetabolisasi. Akan tetapi, hal ini masih perlu dikonfirmasikan.

Meski penggunaannya telah mendunia dan telah disetujui oleh WHO, bukan berarti aspartam langsung bisa diterima oleh masyarakat. Banyak kontroversi muncul dikarenakan adanya penelitian mengenai produk aspartam dengan beragam hasil yang berbeda. Pada 1996, sebuah artikel yang dikemukakan oleh JW Olney menyatakan adanya kemungkinan bahwa aspartam menyebabkan peningkatan insiden dari tumor otak sehingga menimbulkan perdebatan di berbagai media.

Pada tahun yang sama, badan-badan kesehatan di berbagai belahan dunia telah memberikan reaksi dengan menyatakan pada publik bahwa berbagai macam penelitian telah dilakukan. Sejumlah penelitian lain masih berlangsung untuk mendapatkan bukti sains yang mendukung. Sementara itu, bukti dari penelitian yang dilakukan oleh FDA FR (1981-1984), Koestner dan Cornell dkk pada 1984 serta yang dilakukan Flamm (1997) membantah pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada potensi karsinogenik yang menyebabkan kanker pada pemakaian aspartam di tikus percobaan.

Perdebatan mengenai hasil penelitian Olney juga dikemukakan oleh para peneliti lain, termasuk Levy dkk pada tahun 1996 yang menyatakan bahwa jika pengumpulan data mengenai insiden tumor otak dan pemakaian aspartam dikumpulkan dari 1973 hingga 1992, hasil penelitian Olney tidak relevan, karena Levy mendapatkan hasil bahwa insiden tumor otak meningkat bukan karena mengkonsumsi aspartam.
Pendapat serupa dinyatakan oleh penelitian Lim dkk yang mengikuti perjalanan 285.079 pria dan 1888.905 wanita pengonsumsi aspartam, baik di dalam minuman mereka saat dingin maupun panas sejak 1995 hingga 2000, hasil penelitian ini mendapati bahwa tidak ada kaitannya dengan risiko kanker otak dan kelainan pembentukan darah. Studi ini dipublikasikan di jurnal Cancer epidemiology Biomarkers and Prevention pada 2006.

Salah satu penelitian terbaru pada 2008 yang membantah bahwa aspartam menyebabkan kanker adalah penelitian dari Magnuson dan Williams yang disponsori oleh Burdock Group. Ini adalah sebuah badan peneliti independen yang di-support secara finansial oleh perusahaan Ajinomoto, salah satu produsen Aspartam. Bahkan pada 2009, salah satu penelitian yang disokong oleh Italian Association for Cancer Research dan The Italian League Against Cancer menyatakan bahwa tidak terbukti bahwa aspartam menyebabkan kanker lambung, pankreas, dan lapisan rahim (endometrium).

Memang, penggunaan aspartam yang masih menjadi kontroversi  tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi terjadi juga di Amerika dan sejumlah negara lainnya. Akan tetapi, sejauh ini FDA dan beberapa organisasi kesehatan lainnya masih menyatakan aman untuk dikonsumsi berdasarkan banyaknya penelitian yang dilakukan di berbagai belahan dunia dari masa ke masa. Untuk itu, pertanyaan apakah aspartam memang aman untuk dikonsumsi? Kita kembalikan lagi kepada individu masing-masing untuk menjawabnya. Karena meski badan kesehatan dunia sudah menyatakan aman, apabila seorang individu merasa tidak nyaman untuk mengonsumsi, maka keputusan terakhir berada di tangan sang pengonsumsi.

Oke, itulah aspartam, yang lebih membahas tentang dampak-dampaknya... Sekarang lebih ke kimia nya dari asapartam itu.....(duilee bahasanyeee hehehe)
Oiya, sebelumnya aspartam itu sering disebut gula rendah kalori atau gula nol kalori. Penjelasannya bisa dibaca dibawah ini......

Sintesis Aspartam
Terdapat 3 reagen yang diperlukan untuk sintesis aspartame yaitu, methanol, fenilalanin, dan asam aspartat. Bahan awal yang dibutuhkan untuk membuat aspartame adalah campuran rasemat dari fenilalanin, hanya L-fenilalanin yang akan digunakan untuk sintesis. Isomer L dan D dari fenilalanin dipisahkan dengan penambahan Ac2O dan NaOH, hasil reaksinya kemudian direaksikan dengan Porcine Kidney Acylase dan kemudian diekstraksi dengan pelarut organik diikuti dengan pengasaman. D-fenilalanin akan terdapat di fasa organik sedangkan L-fenilalanin akan terdapat pada fasa air.
Gugus asam L-fenilalanin kemudian diubah menjadi metil ester dengan menggunakan methanol dan HCl.

Terakhir mereaksikan metil ester fenilalanin dengan asam aspartat untuk menghasilkan struktur dipeptida. Tahap ini memerlukan beberapa tahap sebab gugus fungsi asam pada asam aspartat harus dilindungi agar tidak bereaksi, yang kita perlukan hanya satu dari dua gugus fungsi asam aspartat yang nantinya bereaksi dengan gugus fungsi amina pada metil ester fenilalanin.
nahhh, bagi yang mau sintesis sendiri... silahkan  bikin aspartam sendiri hehehehe.
saya rasa salah seorang temen saya punya nih bahan-bahannya hahaha

Sifat Kimia Aspartam
Aspartam memiliki rumus kimia C14H18N2O5 dan berat molekul 294.31 Aspartam memiliki dua gugus fungsi yang bisa terionisasi dan keduanya ada pada bagian residu asam aspartat. Pada pH netral, aspartam ada dalam dua bentuk terionisasi. Aspartam stabil maksimal pada pH 4,3. Aspartam pada suhu kamar berbentuk bubuk putih yang tidak berbau dan titik leburnya 248-2500C.

Mengapa Aspartam Disebut Gula Dengan 0 Kalori?
Agar kita mengetahui mengapa aspartam disebut gula 0 kalori maka marilah kita melakukan suatu perhitungan sederhana. Misalkan suatu produk minuman dengan kemasan botol 330 mL memerlukan gula biasa sebanyak 50 gram untuk mendapatkan tingkat kemanisan tertentu sesuai dengan standart minuman tersebut, maka dengan menggunakan aspartam kita hanya memerlukan: (kita menggunakan tingkat kemanisan aspartam 200 kali dari gula biasa)
Gram aspartame yang dibutuhkan:
= 1/200 x 50 g
= 0,25 g
Aspartam dimetabolisme dalam tubuh menjadi komponen penyusunnya yaitu asam aspartat, fenilalanin, dan methanol. Seperti halnya asam amino yang lain maka setiap gram asam amino dimetabolisme dalam tubuh dengan menghasilkan 4 kalori, karena kita memiliki 0,25 g aspartame maka:
Mol aspartame
= 0,25/294.31
= 8,5 x10-4 mol
Reaksi penguraian aspartame menjadi penyusunnya :
C14H18N2O5  + 3H2O +2H+ -> C4H7NO4 + C9H11NO2 + CH3OH + H2O
Perbandingan mol asam aspartat dan fenilalanin adalah 1:1 maka massa masing-masing asam amino ini adalah:
Asam aspartat
= 8,5 x10-4 mol x 133 = 0,11 g
Fenilalanin
= 8,5 x10-4 mol x 165 = 0,14 g
Kalori yang dihasilkan adalah:
= (0,11 g + 0,14 g ) x 4 = 1 kalori
Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa dengan mengkonsumsi minuman yang menggunakan aspartame sebagai pemanis maka kita hanya memperoleh 1 kalori saja. Hal ini sama saja dengan mengatakan kalorinya bisa diabaikan oleh sebab itulah maka aspartam bisa dipakai sebagai pengganti gula dengan 0 kalori.

Yakk.. sekian postingan full tentang aspartam... Maaf agak panjang hehehe ^.^

full credit : belajarkimia.com , yahoonews

Fakta Unik Seputar Kimia dan Fisika

1. Percaya tidak kalau jaring laba-laba diyakini lebih kuat daripada baja? Itulah yang terjadi, malah militer Amerika Serikat pernah berencana membuat jaket anti peluru yang dibuat dari pintalan jaring laba-laba. Jadi scene dalam film Spider-Man 2 yang menggambarkan Spider-Man berusaha menghentikan laju kereta api dengan cara mengaitkan jaring laba-labanya sesungguhnya bukan sesuatu yang mustahil.
2. Tahukah Anda bahwa massa jenis es lebih ringan 89% dari massa jenis air dingin? Akibatnya 11% dari bongkahan es berada di atas permukaan air dan sisanya tenggelam di bawah permukaan air. Kenyataan tersebut membuat gunung es yang mengapung di laut sangat membahayakan, khususnya untuk kapal-kapal yang sedang berlayar. Hal ini telah terbukti pada kecelakaan bersejarah yang terjadi pada kapal penumpang Titanic pada tahun 1912. Kapal yang “tidak bisa tenggelam” itu tenggelam di laut Atlantik Utara setelah menabrak sebuah gunung es.