Al-Chemist Ungu

because chemistry is true and this just for you

manfaat dan alasan untuk selalu bangun pagi

Mahasiswa, sebuah kata yang nampaknya sangat umum dan lebih suka untuk menjadi  bangsawan (bangsa sing  tangine  awan) alias bangunnya setelah matahari terbit and udah ketinggalan ayam b'kokok. But this different for me, I usually get up at 4 am then start my activities at that time, and of course this draft..
Lets analyze!! Sebenarnya apa yang menyebabkan kebanyakan dari mereka bangun siang. Yupz.. Quiet Right! karena mereka terbiasa bekerja di waktu malam, terutama programmer, ngerjain tugas, atau nglembur gak jelas alias begadang. Sebenarnya gak ada masalah apabila anda enjoy melakukannya. Di tulisan ini, saya hanya akan menyerukan opini pribadi tentang manfaat bangun pagi (that so amazed to our physical condition and also productivity). Lalu anda dapat membandingkan nantinya dengan kebiasaan anda selama ini..

early riser

Kadang di suatu kompetisi dan juga perlombaan, 'the winner'  bukan selalu mereka yang melakukan suatu hal 'tercepat', tapi terkadang yang memulai lebih awal'lah yang mendapat suatu kemenangan. Bangun lebih awal berarti memberi anda kesempatan untuk bergerak lebih dulu. Artinya anda dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk menjadi lebih produktif atau lebih enerjik dibandingkan orang lain. Bagi saya bangun pagi itu :
Kesempatan untuk merencanakan hari saya. Di tengah kesunyian pagi yang dingin di Jogjakarta, saya merencanakan apa saja target saya pada hari itu. Banyak mahasiswa yang bangun tidur langsung mandi dan pergi ke kampus. Aktivitas mereka bagai rutinitas yang otomatis. Dengan bangun awal saya punya kesempatan untuk merefleksikan hidup maupun menyusun rencana jangka pendek. Cukup sepuluh menit saja setelah bangun tidur, saya duduk bermeditasi dan mengungkapkan pikiran positif untuk menyambut pagi : "Saya beruntung pagi ini saya bangun dalam keadaan sehat. Saya takkan menyia-nyiakan anugerah ini. Hari ini saya pasti lebih produktif daripada kemarin dan saya akan belajar banyak hal…"
Bangun pagi berarti peluang untuk mempersiapkan hidup yang lebih sehat. Setelah sholat subuh saya biasa minum satu gelas (500 ml) air putih, warm-up dan stretching, kemudian berangkat lari pagi. Olahraga memberi saya banyak energi sebelum memulai aktivitas. Tidak bagus jika anda masuk kuliah dengan wajah lesu dan kuyu karena baru bangun tidur. Sebagai catatan, dengan berkeringat setelah olahraga bukan membuat tubuh anda lemah atau lesu, tapi akan membuat tubuh anda menjadi segar dan bugar serta akan lebih fit dalam melakukan aktivitas (it means u get ur day). Saya yakin tidak banyak mahasiswa yang sempat olahraga pagi. Keuntungan lain olahraga pagi dibanding olahraga sore adalah : olahraga pagi jarang batal karena merupakan aktivitas pertama kita. Sedangkan olahraga sore kerap harus batal karena seringkali ada kegiatan mendadak yang tidak direncanakan dan juga cuaca yang tidak memungkinkan (example: rain).
Juga sebuah momen berharga untuk tenggelam di dalam kesibukan pribadi. Sepulang olahraga saya sudah mulai mengerjakan tugas-tugas yang seharusnya saya kerjakan siang nanti. Saya selalu memulai dari pekerjaan yang susah dan paling berat. Hal ini karena kesunyian pagi lebih memudahkan saya untuk berkonsentrasi. Atau biasanya saya sudah menyusun suatu planning tentang apa yang akan saya kerjakan keesokan harinya. Tidak perlu kerja di bawah tekanan, cukup kerja santai saja sambil mendengar musik. Ini memberikan boost pada produktivitas saya. Mengapa? Sebab pada pukul 07.00 ketika teman-teman saya baru mulai, saya sudah menyelesaikan 30% (bahkan kadang 50%) pekerjaan untuk hari itu. Saya lebih produktif bukan karena saya lebih cepat, tapi karena saya mulai lebih awal.

dawn breaks

Bangun pagi menghindarkan kita dari tekanan. Pernah anda membayangkan bangun tidur 10 menit sebelum kuliah dimulai? Tentu sangat menyebalkan. Dengan bangun awal saya bisa melewatkan pagi dengan santai. Bahkan kerapkali saya mandi beberapa saat sebelum matahari terbit. Sambil menikmati guyuran air hangat di udara subuh yang dingin saya senang mencari inspirasi, sesuatu yang nyaris mustahil dilakukan apabila anda mandi seperti dikejar setan. Setengah jam sebelum kuliah, saya biasa sarapan pagi, entah itu pecel, bubur ayam, atau roti (tanpa nasi). Sarapan pagi itu bagus. Jika anda tidak sempat sarapan pagi, anda lebih cepat lapar. Namun bagi saya sendiri sangat tidak membiasakan diri untuk sarapan pagi. Kebiasaan buruk yang membuat saya lebih sehat daripada saya harus sarapan pagi. 
Menjadi "early bird" juga berarti kesempatan membangun manfaat jangka panjang

Pemanfaatan Jamur Dalam Proses Produksi Ramah Lingkungan



 

Para peneliti di Universitas Greifswald di Jerman meneliti pemanfaatan jamur untuk memproduksi enzym yang dapat digunakan di industri kimia untuk proses yang lebih ramah lingkungan.

 
Jamur secara alamiah adalah pemakan bangkai dalam lingkungan mikroskopis. Namun jamur tidak hanya dapat menguraikan unsur, melainkan juga dapat memproduksi unsur baru. Habitat jamur adalah lingkungan dimana terdapat organisme yang mati. Sejak lama manusia memanfaatkan jamur untuk kebutuhan sehari-hari, sebagai bahan obat dan juga sebagai makanan yang lezat. Juga sifat jamur yang tidak hanya melulu menguraikan organisme mati, tapi juga menciptakan senyawa baru, sudah dikenal sejak lama.

Kini para peneliti bioteknologi di Universitas Greifswald di negara bagian Jerman Mecklenburg-Vorpommern, menemukan bahwa protein pada jamur kayu yang disebut laccase juga melakukan reaksi kimia yang amat menarik. Ketika protein ini melakukan proses penguraian organisme mati, misalnya batang kayu, terbentuk senyawa kimia baru. Laccase juga dapat bereaksi dengan banyak unsur lainnya, dan membentuk ikatan kimia baru. Protein ini melakukan proses kimia yang sama seperti proses yang saat ini lazim dilakukan di pabrik-pabrik kimia.

Gurubesar mikrobiologi terapan di Institut Mikrobiologi Universitas Greifswald, prof. Frieder Schauer menjelaskan : “Enzym ini amat menarik, karena tidak hanya dapat menguraikan melainkan juga bisa melakukan sintesa. Enzym ini dapat mengikat bermacam molekul menjadi molekul lebih besar, dan dengan itu industri kimia dapat memanfaatkannya.

Dewasa ini, proses sintesa molekul kimia mikroskopis, biasanya dilakukan dengan membubuhkan senyawa yang mencemari lingkungan, misalnya logam berat, cairan pengencer serta senyawa yang mengandung ikatan khlor. Proses kimia semacam ini menimbulkan dampak lingkungan, karena memproduksi sampah dan produk sampingan yang beracun dan berbahaya. Dengan memanfaatkan enzym laccase yang berasal dari jamur, para pakar bio kimia hendak mengurangi pembentukan senyawa serta emisi yang mencemari lingkungan tsb.

Para peneliti di Universitas Greifswald terus melakukan ujicoba penggunaan senyawa yang lebih bersahabat dengan lingkungan dalam proses produksi industrial. Bekerjasama dengan perusahaan swasta Brain AG dari Jerman, firma Sigma-Aldrich dari Swiss serta universitas Rostock dilakukan penelitian lebih lanjut. Pada proyek yang disebut perlindungan lingkungan yang terintegrasi dalam proses produksi, dalam waktu dua tahun hingga tahun 2009, dilakukan penelitian pemanfaatan enzym jamur untuk proses produksi yang lebih ramah lingkungan.

Prof. Frieder Schauer mengatakan, enzym yang diperoleh dari jamur, memiliki banyak keunggulan dibanding enzym lainnya yang dewasa ini digunakan dalam proses produksi. Enzym ini lebih stabil terhadap pengaruh dari luar dan tidak berubah sifat walaupun disimpan berbulan-bulan pada suhu ruangan. Keunggulan paling menentukan adalah, enzym ini dapat bereaksi dengan ribuan unsur lainnya. Dengan itu terbuka kemungkinan yang amat luas. Prof. Frieder Schauer menjelaskan lebih lanjut : “Dengan begitu ribuan unsur dapat dilibatkan dalam reaksi, dan banyak sekali unsur kimia yang dapat disintesa. Dapat berupa antibiotika, zytostatika atau juga kimia mikroskopis seperti yang saat ini sedang kami buat.“

Produknya digunakan dalam kehidupan sehari –hari, seperti sabun cuci, obat-obatan, lem atau juga bahan pewarna. Dalam proses produksi konvesional, unsurnya harus benar-benar bersih. Dan dalam proses sintesanya memerlukan unsur kimia teknis yang kadang-kadang amat beracun atau berbahaya bagi manusia, misalnya soda api atau asam belerang. Proses produksi dengan memanfaatkan unsur beracun dan berbahaya itu sudah berlangsung selama puluhan tahun. Kini dengan penemuan terbaru berupa enzym dari jamur, diharapkan prosesnya menjadi lebih bersahabat dengan lingkungan. Karena sintesa yang terjadi adalah reaksi yang terjadi dalam persyaratan alami.
Enzym dari jamur kayu laccase memang bukan protein segala bisa. Tapi juga memiliki potensi besar untuk industri. Namun sejauh ini pemanfaatannya secara teknis belum terlalu banyak. Penyebabnya, penelitian ilmiah bagi pemanfaatannya juga masih terbatas. Tim peneliti dari Universitas Greifswald sekarang ini sudah merupakan instansi pertama yang akan mempatenkan proses produksi kimia berbasis jamur.  

Rinciannya sejauh ini belum diumumkan, tapi secara garis besar Prof. Frieder Schauer menggambarkan : “Dalam sintesa kimia, biasanya digunakan bahan pengencer dalam jumlah besar, yang dapat mencemari lingkungan. Digunakan senyawa yang mengandung ikatan khlor atau ikatan unsur halogen, juga digunakan logam berat sebagai katalisator. Sejauh ini kebanyakan reaksi kimia menimbulkan beban pencemaran lingkungan. Kami mengharapkan, dengan reaksi laccase dapat memecahkan masalahnya. Kami hendak memantapkan sintesa yang berlangsung di bawah persyaratan yang ramah lingkungan.
Proses produksi kimia dengan metode tradisional, memang sejauh ini kebanyakan lebih murah ketimbang proses bioteknologi dengan bantuan enzym laccase. Akan tetapi dalam jangka panjang, penggunaan unsur kimia beracun dan berbahaya akan semakin mahal, seiring dengan meningkatnya ongkos beban lingkungan. Artinya, di masa depan teknologi ramah lingkungan akan menjadi keharusan bagi proses produksi industrial. Dan proses berbasis bio-teknologi akan menjadi pilihan utama.  

Dalam penelitian di Universitas Greifswald di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern para pakar mikro-biologi memanfaatkan koleksi jamur yang mereka miliki, yang saat ini berjumlah lebih dari 4.500 jenis. Sejak tahun 70-an, para pakar biologi di Greifswald sudah memandang jauh ke depan, dengan meneliti unsur aktif atau potensi teknik jamur. Budidaya berbagai jenis jamur juga terus dilakukan.
Penelitian jamur untuk pemanfaatnnya dalam kehidupan sehari-hari maupun industri diakui masih berada pada tahapan awal. Namun potensinya diketahui amat luas. Spektrumnya mulai dari pemanfaatannya untuk menguraikan unsur beracun dan berbahaya, pembuatan obat hingga produksi keperluan rumah tangga. Para peneliti mikrobiologi semakin menyadari, di masa depan peranan bioteknologi akan semakin besar, untuk melindungi lingkungan hidup yang amat ringkih dan mudah tercemar.