Al-Chemist Ungu

because chemistry is true and this just for you

inspired by mbak Anggi

Sedih adalah ekspresi jiwa (ruhiyah) atas keprihatinan tg apa yg seharusny terjadi.

Maha Besar Allah yg menganugrahkan akal serta raga untuk kita,,

Akal berkata:
Apa yg kau sedihkan, jiwa?
Ingatlah yg kau sedihkan itu hanya sebutir salju dari derasny salju ujian yg menghujanimu...
Berlama2 dengannya akan merusak dirimu dan kami (akal & raga).
Berlama2 dengannya menghalangi kita berbuat banyak kebaikan.
...
Segeralah mengambil hikmah,,cari tahu apa yg diinginkan Allah dari kita dan mulailah berpikir bagaimana memenuhi apa yg Allah inginkan.

Jiwa:
Itukan tugasmu?? Hiks..hiks

Akal:
Oia yah.. afwan
… (melanjutkan))
Biarkan kita dapat bersegera mencapai tingkatan kebaikan yg lebih tinggi, karena sesungguhnya hidup adalah perjalanan qt untuk terus menempati maqam tertinggi di hadapan Allah. Masalah yg Allah ujikan/ berikan pd qt adalah sarana2nya. Mujahadah adalah metode penyikapan ujian agar kita mencapai maqam yg lebih tinggi.
“Dan orang2 yang berjihad di jalan Kami, benar2 akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan2 Kami”
(Al Ankabut 69)

Raga berkata:
Gerakkan aku wahai jiwa dan akal... akan kuubah impianmu menjadi nyata.
Akan kusingkap kesedihan yg menyelimutimu.
Akan kukuras kebimbangan dalam bejanamu.
Meski lelah mendera..akulah raga yg memang harus siap segera menyahut seruan kebaikan darimu.

Jiwa:
((senyum..senyum bahagia, berhenti menangis…, kemudian berazzam)))
Mari luruskan niat!

Akal:
Wah,kamu sudah baikan jiwa??

Siap..siap, kawan! Qt segera berangkat!!

Raga:
Kemana??

Akal:
Mengubah semuanya supaya benar2 berubah sesuai keinginan Allah!!

Raga:
Wah..bentar2. Aku stretching dulu..
Tu wa ga..pat.. tu wa ga

Jiwa:
Baguslah aku punya waktu untuk mengencangkan sabuk pengaman..
Dzikrullah.. dzikrullah.. dzikrulmaut.. (sambil menasehati akal))
Tilawahlah.. sholat malamlah yg rajin.. berpuasa sunahlah (sambil menasehati raga))

Akal:
Sip!
Semua amonisi sudah siaaap??!
Mmm..
Bentar!

Jiwa, raga:
Ngeek!

Akal:
(melanjutkan))
Akan kukumpulkan berbagai strategi..kuanalisis mana yg lebih tepat untuk masalah ini
Ciat.. Ciaaaaaaaaaat (begaya ala jet li)

Jiwa, raga:
Jangan lama2!

Akal:
Baiklah…

Pip Pip Piiiiiiip
Processing…

…dan 3 sahabatpun mulai berkreasi

Pengin tau hasilnya?? Coba saja sendiri… ^^
Yang mencintaimu karena Allah..

Singkong Jadi Etanol


Singkong sebagai bahan baku nabati (BBN) dapat diolah menjadi bioetanol pengganti premium. Pati yang terdapat di dalam singkong merupakan senyawa karbohidrat yang dapat diubah menjadi glukosa dengan bantuan cendawan Aspergillus sp. Setelah menjadi gula baru diubah menjadi etanol melalui proses difermentasi.
Tahapan pembuatan bioetanol berbahan dasar singkong, dengan cara mengupas singkong kemudian dipotong kecil kemudian mengawetkan singkong dengan cara dikeringkan hingga kadar air 6 persen (gaplek).
Setelah itu, gaplek dimasukkan ke dalam tangki berkapasitas 120 liter sebanyak 25 kilogram. Selanjutnya ditambahkan air hingga mencapai volume 100 liter dan dipanaskan hingga suhu mencapai 100 derajat celsius dan diaduk selama 30 menit sampai mengental. 

Puding Tape Singkong


Bahan 1:
1 buah alpukat, dikerok
250 mililiter santan
4 gram agar-agar putih
75 gram gula pasir
4 buah nangka, diiris memanjang
Garam secukupnya
Bahan 2:
300 mililiter santan kental
300 gram tape singkong, dihaluskan dengan 200 mililiter santan
250 gram gula pasir
3 lembar daun pandan
9 gram agar-agar putih
Cara Membuat:
  1. Rebus semua bahan 1 kecuali alpukat hingga mendidih sambil diaduk-aduk
  2. Letakkan alpukat di dasar cetakan lalu siram dengan adonan agar-agar, sisihkan
  3.  Rebus semua bahan 2 kecuali adonan tape hingga mendidih
  4. Sambil aduk-aduk ambil daun pandannya, tambahkan adonan tape dan rebus kembali hingga mendidih
  5.  Tuang adonan 2 di atas adonan 1 lalu dinginkan
  6.  Dihidangkan bersama saus santan
Saus Santan
Bahan:
500 mililiter santan sedang kentalnya
3 lembar daun pandan
2 butir telur
150 gram gula pasir
garam secukupnya
Cara Membuat:
  1. Campur semua bahan kemudian saring dan rebus hingga mengental sambil diaduk-aduk
  2.  Dinginkan dan buang daun pandannya kemudian siap disajikan sebagai pelengkap puding

REKRISTALISASI

OKEY.. mulai lagi berkecimpung dengan praktikkum,, membuat laporan dan juga begadang.. Ahihihi... semester ini dapat mata kuliah baru lagi tentang kimia, Kimia organik,, yah pasti yang terbersit udah alkana lakena dan alkuna berserta keluarga besarnya yg lain.. yuph,, tapi ternyata mata praktikumnya, sub bab pertama adalah tentang metode rekristalisasi...
Metode rekristalisasi
1.      Panaskan pelarut pada penangas. Tempatkan padatan yang akan direkristalisasi pada labu Erlenmeyer.
2.      Tuangkan sedikit pelarut yang panas tersebut ke dalam labu Erlenmeyer yang berisi padatan.

EKSTRAKSI

Ekstraksi adalah proses penarikan suatu zat dengan pelarut. Ekstraksi menyangkut distribusi suatu zat terlarut (solut) diantara dua fasa cair yang tidak saling bercampur. Teknik ekstraksi sangat berguna untuk pemisahan secara cepat dan bersih, baik untuk zat organik atau anorganik, untuk analisis makro maupun mikro. Selain untuk kepentingan analisis kimia, ekstraksi juga banyak digunakan untuk pekerjaan preparatif dalam bidang kimia organik, biokimia, dan anorganik di laboratorium. Alat yang digunakan berupa corong pisah (paling sederhana), alat ekstraksi soxhlet, sampai yang paling rumit berupa alat counter current craig. Secara umum, ekstraksi adalah proses penarikan suatu zat terlarut dari larutannya di dalam air oleh suatu pelarut lain yang tidak bercampur dengan air. Tujuan ekstraksi ialah memisahkan suatu komponen dari campurannya dengan menggunakan pelarut. Proses ekstraksi dengan pelarut digunakan untuk memisahkan dan isolasi bahan-bahan dari campurannya yang terjadi di alam, untuk isolasi bahan-bahan yang tidak larut dari larutan dan menghilangkan pengotor yang larut dari campuran. Berdasarkan hal di atas, maka prinsip dasar ekstraksi ialah pemisahan suatu zat berdasarkan perbandingan distribusi zat yang terlarut dalam dua pelarut yang tidak saling melarutkan.

Pemurnian dan Pemisahan




Landasan Teori

Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang jamak digunakan, dimana zat-zat tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali. Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu di kala suhu diperbesar. Karena konsentrasi total impuriti biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan, bila dingin, maka konsentrasi impuriti yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap .

Peristiwa rekristalisasi berhubungan dengan reaksi pengendapan. Endapan merupakan zat yang memisah dari satu fase padat dan keluar ke dalam larutannya. Endapan terbentuk jika larutan bersifat terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan suatu endapan merupakan konsentrasi molal dari larutan jenuhnya. 

Kelarutan bergantung dari suhu, tekanan, konsentrasi bahan lain yang terkandung dalam larutan dan komposisi pelarutnya .

Analisis Kation Timbal (Pb2+)

Kation timbal (Pb2+) dapat dianalisis dengan berbagai metode. Metode-metode yang dapat digunakan untuk menganalisis ion timbal adalah sebagai berikut.


1) Direaksikan dengan HCl encer
Bila kation timbal direaksikan dengan HCl encer akan terbentuk endpan putih yang berupa PbCl2. Reaksi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut.
Pb2+ + 2 Cl- -->PbCl2

2) Direaksikan dengan hidrogen sulfida
Kation timbal jika direaksikan dengan hidrogen sulfida dengan suasana asam akan terbentuk endapan hitam PbS.
Pb2+ + S2- --> PbS + 2 H+

3) Direaksikan dengan amoniak.
Pb2+ dapat dianalisis dengan menggunakan amoniak yaitu dengan cara mereaksikan dengan amonium hidroksida (NH4OH). Hasil dari reaksi tersebut akan terbentuk endapan yang berwarna putih yang berupa Pb(OH)2. Persamaan reaksi dari penjelasan diatas dapat dituliskan sebagai berikut.
Pb2+ + 2 NH3 + 2 H2O --> Pb(OH)2 + 2 NH4+

4) Direaksikan dengan natrium hidroksida.
Pb2+ bila direaksikan dengan natrium hidroksida akan terbentuk endapan putih Pb(OH)2. Persamaan reaksi dapat dituliskan sebagai berikut.
Pb2+ + 2 OH- --> Pb(OH)2
Endapan yang telah terbentuk tersebut dapat larut kembali apabila ditambahkan natrium hidroksida secara berlebih, hal ini terjadi karena terbentuknya ion tetrahidroksiplumbat(II).
Pb(OH)2 + 2 OH- --> [Pb(OH)4]2-

5) Direaksikan dengan asam sulfat.
Kation timbal jika ditambahakan asam sullfat akan terjadi reaksi yang menyebabkan terjadinya endapan berwarna putih yang berupa PbSO4.
Pb2+ + SO42- --> PbSO4

6) Direaksikan dengan kalium kromat
Endapan kuning yang berupa timbal kromat akan diperoleh jika Pb2+ direaksikan dengan kalium kromat.
Pb2+ + CrO42- --> PbCrO4

7) Larutan kalium iodida
Kation timbal direaksikan dengan kalium iodida akan menghasilkan endapan timbal iodida yang berwarna kuning.
Pb2+ + 2 I- --> PbI2
Jika endapan tersebut ditambahkan kalium iodida secara berlebih, maka endapan tersebut akan larut kembali karena timbal iodida bereaksi kembali dan membentuk ion tetraiodoplumbat(II).
PbI2 + 2 I- --> [PbI4]2-
Karena reaksi diatas merupakan reaksi kesetimbangan, ion kompleks tersebut apabila ditambahkan air akan terbentuk endapan kembali karena reaksi akan bergeser ke arah kiri.

8) Direaksikan dengan natrium karbonat
Jika ion timbal direaksikan dengan natrium karbonat maka akan terbentuk endapan putih yaitu campuran antara timbal karbonat dan timbal hidroksida. Reaksinya adalah sebagai berikut.
Pb2+ + 2 CO32- + H2O --> Pb(OH)2 + Pb(CO3)2 + CO2

KUBUS SEDERHANA (simple cubic)

Ada delapan atom di sudut-sudut. Setiap atom sudut membuat 1 / 8 kontribusi terhadap sel satuan.
∴ No atom hadir dalam sel satuan = 1 / 8 x 8 = 1
Latihan 1.
Berapa banyak atom yang hadir dalam sel primitif?
TUBUH Centred Cubic (BCC)
BCC memiliki 8 atom di sudut dan satu atom, di dalam tubuh. Setiap atom sudut membuat 1 / 8 iuran dan sumbangan dari atom dalam tubuh = 1
∴ Jumlah atom hadir dalam bcc = 1 / 8 × 8 (Di pojok) + 1 (di pusat tubuh)
= 1 +1 = 2

Crystal Cl that moving na crystal in NaCl

Sodium chloride also crystallizes in a cubic lattice, but with a different unit cell.


However, the tightly-packed structures make it difficult to view the interior relationships.
The same structure, but with the ions moved further apart allows the interior to be viewed.
If we take the NaCl unit cell and remove all the red Cl ions, we are left with only the blue Na. If we compare this with the fcc / ccp unit cell, it is clear that they are identical. Thus, the Na is in a fcc sublattice.


Since the repetition patterns of Na and Cl are the same in the lattice, the Cl sublattice must also be fcc / ccp. Recall that there may be more than one way to divide a lattice into unit cells. Although it may not be obvious, the red Cl's represent a different fcc / ccp unit cell.
Notice that there are 6 Cl surrounding the Na, and 6 Na around each Cl. We can look at the NaCl as made up of fcc / ccp lattices interpenetrating. The Na's occupy the octahedral sites in the Cl sublattice, and the Cl's occupy the octahedral sites in the Na sublattice.

Sistem Kristal Kubus dalam Atom (Unit Sel)

Menjaga hal-hal berikut dalam pikiran kita dapat menghitung jumlah atom dalam sel unit.
  • Sebuah atom di sudut ini dipakai bersama oleh delapan unit sel. Oleh karena itu sebuah atom di sudut kontribusi 1 / 8 ke sel unit
  • Sebuah atom di wajah adalah bersama oleh dua unit sel
Kontribusi dari masing-masing atom pada wajah adalah 1 / 2 ke sel unit.
  • Sebuah atom dalam tubuh sel unit bersama dengan tidak sel unit lainnya
Kontribusi dari setiap atom dalam tubuh adalah 1 ke sel unit.
  • Atom yang hadir di tepi dibagi oleh empat unit sel
Kontribusi dari setiap atom di tepi adalah 1 / 4 ke sel unit.
Dengan menerapkan aturan tersebut, kita dapat menghitung jumlah atom dalam sel unit yang berbeda kubik zat monoatomik.
types of unit cell

PENGUJIAN SERAT KASAR

PENDAHULUAN
Hanya dalam beberapa dasa warsa terakhir ini di ungkapkan oleh para ilmuan, bahwa serat-serat yag terapat dalam bahan pangan yang tidak tercerna mempunyai sifat positif bagi gizi dan metabolisme. Nama atau istilah yang di gunakan untuk serat tersebut adalah dietary fiber.
Dietary fiber merupakan komponen bagi jaringan tanaman yang tahan terhadap proses hidrolisis terhadap enzim dalam lambung dan usus kecil. Serat-serat tersebut banyak berasal dari didnding sel berbagai sayuran dan buah-buahan. Secara kimia dinding sel tersebut terdiri dari beberapa jenis karbohidrat seperti selulosa, hemselulosa, pectin, dan non karbohidrat seperti polimer lignin, beberapa gumi, dan mucilage. Karena itu dietary fiber pada umumnya merupakan karbohidrat atau polisakarida. Berbagai jenis makanan nabati pada umunya banyak mengandung dietary fiber.
Walaupun demikian serat kasar tidaklah identik dengan dietary fiber. Menurut scala 1975 kira-kira hanya seperlima sampai setengan dari seluruh serat kasar yang benar-benar berfungsi sebagai dietary fiber.
Pengaruh konsumsi dietary fiber pada kadar kolesterol tinggi tgelah di buktikan pada pasien sukarelawan, yang kemudian juga di buktikan pada hewan percobaan, bahwa pasien yang memiliki kandungan klesterol tinggi tetapi rendah konsumsi serat bahan makanan, dengan meningkatkan konsumsi dietary fiber akan nyata turun kadar kolesterol dalam darahnya, terutama bila hal tersebut di lakukan secara kontinyu (terus menerus).
Fungsi dietary fiber dalam hal ini ternyata melibatkan asam empedu (bile acid). Pasien dengankonsumsi serat yang tinggi dapat mengeluarkan lebih banyak asam empedu, juga lebih banyak sterol dan lemakdi keluarkan bersama feses; serat-serat tersebut ternyata mencegah terjadinya penyerapan kembali asam empedu, kolesterol dan lemak.

Tentang ANALISIS...




Hari ini, minggu kedua di semester 4 dan tepat pertama kali kuliah Kimia analisis 1 bersama Pak Made. Kalau boleh aku menilai, ternyata kuliah yang sangat menyenangkan, serasa gak kuliah, tapi serasa sharing-sharing. Dosennya ramah banget, and caranya menyampaikan mata kuliah sangat bisa dimengerti dan juga membuatku semakin tertarik dengan ilmu yang bernama KIMIA ini. Meskipun aku tergolong tidak siap kuliah hari ini, tapi rasanya tetap senang menjalani kuliah, bahkan 1,5 jam pun tak terasa. banyak ilmu yang bertambah hari ini... Nih, kira-kira cuplikannya...

Pengertian dan Penggolongan Kimia Analitik

Kimia analitik merupakan cabang dari ilmu kimia yang mempelajari teori dan cara-cara melakukan analisis kimia baik kualitatif maupun kuantitatif. Analisis kualitatif berhubungan dengan apa yang terdapat dalam sampel sedangkan analisis kuantitatif berhubungan dengan berapa banyaknya zat dalam sampel. Untuk analisis kuantitatif, tipe analisis dapat dikelompokkan berdasarkan sifat informasi yang dicari, ukuran sampel dan proporsi konstituen yang ditetapkan.

Kebanyakan Logam Berwarna Putih, Kecuali Emas dan Tembaga, Mengapa???


Set iap unsur logam memiliki permukaan yang mengkilat. Permukaan mengkilat tersebut umumnya berwarna putih seperti perak atau biasa disebut putih keperakan. Akan tetapi ada pengecualian bagi emas dan tembaga. Emas bukan berwarna putih keperakan melainkan bersifat warna kuning emas sedangkan tembaga adalah logam yang berwarna kemerahan.
            Emas yang berlambang Au mempunyai nomor atom 79 yang berarti mempunyai 79 proton pada intinya. Konfigurasi elektron bagi emas adalah [Xe] 4f14 5d10 6s1 sehingga 4f14 5d10 6s1 merupakan susunan elektron terluar dari emas. Warna kuning emas mempunyai keterkaitan dengan susunan elektron tersebut. Warna logam terbentuk berdasarkan transisi elektron diantara ikatan-ikatan energinya. Kemampuan menyerap cahaya pada panjang gelombang untuk menghasilkan warna emas yang khas terjadi karena transisi ikatan d yang melepaskan posisi di ikatan konduksi.

WARNA NYALA LOGAM ALKALI

Salah satu ciri khas dari logam alkali adalah memiliki spektrum emisi. Sprektum ini dihasilkan bila larutan garamnya dipanaskan dalam nyala Bunsen, atau dengan mengalirkan muatan listrik pada uapnya. Ketika atom diberi energi (dipanaskan) elektronnya akan tereksitasi ke tingkat yang lebih tinggi. Ketika energi itu dihentikan, maka elektronnya akan kembali lagi ke tingkat dasar sehingga memancarkan energi radiasi elektromagnetik.

Menurut Neils Bohr, besarnya energi yang dipancarkan oleh setiap atom jumlahnya tertentu (terkuantitas) dalam bentuk spektrum emisi. Sebagian anggota spektrum terletak di daerah sinar tampak sehingga akan memberikan warna-warna yang jelas dan khas untuk setiap atom.



TEORI ORBITAL MOLEKUL



Teori Orbital Molekular mengandaikan bahwa apabila dua atom atau lebih bergabung membentuk suatu spesies, maka spesies ini tidak lagi memiliki sifat orbital atomic secara individual, melainkan membentuk orbital molecular “baru”.
            Orbital molecular adalah hasil tumpang-tindih dan penggabungan orbital atomic pada molekul.
Menurut pendekatan lurus (linear combination), jumlah molecular yang bergabung sama dengan orbital atomic yang bergabung. Bila dua atom yang bergabung masing – masing menyediakan satu orbital atomic maka dihasilkan dua orbital molecular, salah satu merupakan kombinasi jumlahan kedua orbital atomic yang saling menguatkan dan lainnya kombinasi kurangan yang saling meniadakan.

            Kombinasi jumlahan menghasilkan orbital molecular ikat (bonding) yang mempunyai energy lebih rendah, dan kombinasi kurangan menghasilkan orbital molecular antiikat (antibonding).
            Orbital molecular ikat (bonding) yaitu orbital dengan rapatan electron ikat terpusat mendekat pada daerah antara kedua inti atom yang bergabung dan dengan demikian menghasilkan situasi yang lebih stabil.
           Orbital molecular antiikat (antibonding) yaitu orbital dengan rapatan electron ikat terpusat menjauh dari daerah antara inti atom yang bergabung dan menghasilkan situasi kurang stabil.
            Jika pada daerah tumpang-tindih ada orbital atonik yang tidak bereaksi dalam pembentukan ikatan, orbital ikatan yang dihasilkan disebut orbital nonikat (nonbonding).
Faktor elektronik yang menentukan ikatan dan struktur

 Fungsi gelombang elektron dalam suatu atom disebut orbital atom. Karena kebolehjadian menemukan elektron dalam orbital molekul sebanding dengan kuadrat fungsi gelombang, peta elektron nampak seperti fungsi gelombang. Suatu fungsi gelombang mempunyai daerah
beramplitudo positif dan negatif yang disebut cuping (lobes). Tumpang tindih cuping positif dengan positif atau negatif dengan negatif dalam molekul akan memperkuat satu sama lain membentuk ikatan, tetapi cuping positif dengan negatif akan meniadakan satu sama lain tidak membentuk ikatan. Besarnya efek interferensi ini mempengaruhi besarnya integral tumpang tindih dalam kimia kuantum.
Dalam pembentukan molekul, orbital atom bertumpang tindih menghasilkan orbital molekul yakni fungsi gelombang elektron dalam molekul. Jumlah orbital molekul adalah jumlah atom dan orbital molekul ini diklasifikasikan menjadi orbital molekul ikatan, non-ikatan, atau antiikatan sesuai dengan besarnya partisipasi orbital itu dalam ikatan antar atom. Kondisi pembentukan orbital molekul ikatan adalah sebagai berikut.

BERLIAN Ternama di Dunia

Hmmm.. lagi asyik2 searching tentang salah satu unsur kimia yaitu CARBON (dengan simbol huruf C), kemudian tentang alotropnya, yang salah satunya adalah intan, eh yang nongol malah tentang perhiasan. Yups, awalnya ga tertarik sih tentang perhiasan yang satu ini, tapi lama-lama dasar naluri wanita juga, setelah ditelusuri intan atau berlian juga merupakan salah satu fenomena kimia yang patut kita ketahui (sapa tau bisa jadi produsen berlian, trus bisnis... haha... Prospeknya keliatan banget kan..)

Berlian seringkali disebut sebagai rajanya batu mulia. Kelangkaan, keindahan, kekuatan, dan keabadiannya menjadikan berlian sebagai simbol cinta, kekuasaan,kekayaan dan keagungan. Berlian terkait dengan berbagai kisah orang terkenal, raja dan ratu agung, segala jenis intrik, cerita cinta, kejatuhan, bahkan pembunuhan. Berlian memang tak lekang oleh waktu dan tak pernah membosankan untuk dikisahkan. Untuk itu marilah kita berpetualang sejenak mengenal berlian-berlian paling ternama di dunia, dari Koh I Noor yang agung sampai dengan si Permata Biru ; Blue Hope yang berlumur kisah tragis hampir semua orang yang pernah memilkinya.

9 HEWAN MERAH


1. Red Bugs (Kumbang merah)
Ladybugs/kepik biasa disebut kumbang kecil dan kumbang lily adalah serangga berwarna merah yang paling umum dan sering kita jumpai. Untuk ladybug/kepik terdapat beberapa bintik hitam di tubuhnya sedangkan kumbang lily tidak. Sungguh indah untuk dilihat.




Material Organik Alamiah Terlarut Memainkan Peranan Penting dalam Siklus Merkuri di Lingkungan Akuatik


Alam memiliki suatu hubungan reaksi yang sulit dijelaskan dengan merkuri atau raksa. Tetapi para peneliti dari Department of Energy’s Oak Ridge National Laboratory telah berhasil membuat suatu penemuan yang dapat menjelaskan hubungan yang aneh ini.
Ketika para ilmuwan telah mengetahui bahwa beberapa mikroba di lingkungan perairan dapat menghasilkan metilmerkuri, suatu bentuk senyawa organomerkuri yang lebih beracun dibanding merkuri itu sendiri yang terakumulasi dalam tubuh ikan, mereka juga mengetahui bahwa alam dan beberapa spesies bakteri lainnya dapat mengubah metilmerkuri ke dalam bentuk yang kurang toksik. Hal yang kurang mereka pahami sepenuhnya adalah bahwa mekanisme transformasi ini terjadi pada keadaan lingkungan yang anoksik atau kurang oksigen.

OKSIGENASI

Hmm.. hari ini ngga tau kenapa teringat dengan pelajaran-pelajaran dari mata kuliah prodi lain, yakni program studiilmu kesehatan... Kata beberapa anak yang baru aja dapet mata kuliah ini sih, ngga susah, cuma hafalannya banyak. Tapi pas aku baca, aku malah jadi tertarik dan pengin cari informasi yang lebih banyak lagi. dunia kesehatan memang sangat menarik... OKSIGENASI... Apa sih ini? Ada hubungannya dengan 'kimia' nggak ya... Kan ada hubungannya dengan oksigen gitu... Selain itu, dengan nulis ini, maybe  temen2 yang belum tau jadi tau...

OKSIGENASI
1. PENGERTIAN
Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. Oksigenasiadalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida (CO2) sebagai hasil sisa oksidasi.
Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan), kardiovaskuler dan hematology.

PUPUK ANORGANIK


Pupuk Anorganik Untuk Tanaman Jagung
Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi.  Misalnya urea berkadar N 45-46% (setiap 100 kg urea terdapat 45-46 kg hara nitrogen) (Lingga dan Marsono, 2000).
Pupuk anorganik atau pupuk buatan dapat dibedakan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk.  Pupuk tunggal adalah pupuk yang hanya mengandung satu unsur hara misalnya pupuk N, pupuk P, pupuk K dan sebagainya.  Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara misalnya N + P, P + K, N + K, N + P + K dan sebagainya (Hardjowigeno, 2004).

Purple & Blue Crystal Recipes

This is a list of colored crystal projects. These crystal colors are natural, not caused by food coloring or another additive. You can grow natural crystals in pretty much any color of the rainbow!

1. Purple - Chromium Alum Crystals

Ra'ike, Wikipedia Commons
These crystals are deep violet if you use pure chromium alum. If you mix the chromium alum with regular alum you can get lavender crystals. This is a stunning type of crystal that is easy to grow.
Ben Mills

HOW TO MAKE IT???
Learn how to grow deep purple or lavender cubic crystals of potassium chromium sulphate dodecahydrate. In addition, you can grow clear crystals around the purple crystals, yielding a sparkling crystal with a purple core. The same technique can be applied to other crystal systems.
Difficulty: Average
Time Required: days to months depending on desired size

Periodic Table of the Elements

Introduction to the Periodic Table
People have known about elements like carbon and gold since ancient time. The elements couldn't be changed using any chemical method. Each element has a unique number of protons. If you examine samples of iron and silver, you can't tell how many protons the atoms have. However, you can tell the elements apart because they have different properties. You might notice there are more similarities between iron and silver than between iron and oxygen. Could there be a way to organize the elements so you could tell at a glance which ones had similar properties?

The chemistry of SNOWFLAKE

Have you ever looked at a snowflake and wondered how it formed or why it looks different from other snow you might have seen? Snowflakes are a particular form of water ice. Snowflakes form in clouds, which consist of water vapor. When the temperature is 32° F (0° C) or colder, water changes from its liquid form into ice. Several factors affect snowflake formation. Temperature, air currents, and humidity all influence shape and size. Dirt and dust particles can get mixed up in the water and affect crystal weight and durability. The dirt particles make the snowflake heavier, and can cause cracks and breaks in the crystal and make it easier to melt. Snowflake formation is a dynamic process. A snowflake may encounter many different environmental conditions, sometimes melting it, sometimes causing growth, always changing its structure.