Al-Chemist Ungu

because chemistry is true and this just for you

PENGUJIAN SERAT KASAR

PENDAHULUAN
Hanya dalam beberapa dasa warsa terakhir ini di ungkapkan oleh para ilmuan, bahwa serat-serat yag terapat dalam bahan pangan yang tidak tercerna mempunyai sifat positif bagi gizi dan metabolisme. Nama atau istilah yang di gunakan untuk serat tersebut adalah dietary fiber.
Dietary fiber merupakan komponen bagi jaringan tanaman yang tahan terhadap proses hidrolisis terhadap enzim dalam lambung dan usus kecil. Serat-serat tersebut banyak berasal dari didnding sel berbagai sayuran dan buah-buahan. Secara kimia dinding sel tersebut terdiri dari beberapa jenis karbohidrat seperti selulosa, hemselulosa, pectin, dan non karbohidrat seperti polimer lignin, beberapa gumi, dan mucilage. Karena itu dietary fiber pada umumnya merupakan karbohidrat atau polisakarida. Berbagai jenis makanan nabati pada umunya banyak mengandung dietary fiber.
Walaupun demikian serat kasar tidaklah identik dengan dietary fiber. Menurut scala 1975 kira-kira hanya seperlima sampai setengan dari seluruh serat kasar yang benar-benar berfungsi sebagai dietary fiber.
Pengaruh konsumsi dietary fiber pada kadar kolesterol tinggi tgelah di buktikan pada pasien sukarelawan, yang kemudian juga di buktikan pada hewan percobaan, bahwa pasien yang memiliki kandungan klesterol tinggi tetapi rendah konsumsi serat bahan makanan, dengan meningkatkan konsumsi dietary fiber akan nyata turun kadar kolesterol dalam darahnya, terutama bila hal tersebut di lakukan secara kontinyu (terus menerus).
Fungsi dietary fiber dalam hal ini ternyata melibatkan asam empedu (bile acid). Pasien dengankonsumsi serat yang tinggi dapat mengeluarkan lebih banyak asam empedu, juga lebih banyak sterol dan lemakdi keluarkan bersama feses; serat-serat tersebut ternyata mencegah terjadinya penyerapan kembali asam empedu, kolesterol dan lemak.


Penyalit diverticulitis merupakan penyalit yang di sebabkan terjadinya pembengkakan keluar setempat pada usus besar, terutama pada bagian depan (bagian asending dan menyilang); bagian usus besar tersebut dapat menggembung, pecah dan terjadilah infeksi. Dengan alas an yang tidak jelas, orang yang menderita diverculitis biasanya juga menderita penyalit usus buntu, hemmarboid serta vena varicose. Meskipun hal-hal tersebut ada sangkut pautnya dengan keturunan, tetapi derajat konsumsi serat (dietary fiber) ada juga peranannya.
Dari penelitian secara klinis didapat bahwa dietary fiber khususnya dari serealia sangat efektif dalam menanggulangi gejala penyakit diverticulitis dengan konsumsi dietary fiber yang tinggi, maka fese lebih mudah menyerap air, menjadi lebih empuk dan halus, dan mudah di dorongkeluar, sehingga mengurangi kesakitan para penderita diverticulitis. Dengan kurangnya konsumsi serat atau dietary fiber , feses menjadi keras, kasar, dan sukar di dorong keluar, sehingga terpakasa harus di tekan dengan kuat. Hal ini akan dapat menyebabkan tekanan yang kuat terhadap venausus beasr dan kaki. Akibatnya dapat menyebabkan hemarrboid dan varicose.


METODOLOGI

1. Alat dan Bahan untuk analisa serat
- Neraca analitik
- Pendingin
- Corong buchner
- Pompa fakum
- Kertas saring. Whuatman 54,541 atau 41.
- Tomat
- Asam sulfat (H2SO4) 1,25 %
- Natrium Hidroksida (NaOH) 3,25 %
- Ethanol 96 %
2. langkah kerja.
- Menyiapkan alat dan bahan yang akan di gunakan
- Menimbang dengan seksama 2-3 gram contoh, di bebaskan dari lemaknya dengan cara ekstraksi dengan cara soxhlet atau dengan cara mengaduk dan menuangkan contoh dalam pelarut organic sebanyak 3 kali dancontoh di keringkan kemudian setelah kering di masukan ke dalam erlemeyer 500 ml
- Menambah 50 ml larutan H2SO4 1,25 % kemidan didihkan selama 30 menit dengan menggunakan pendingin tegak
- Menambahkan 50 ml larutan NaOH 3,25% dan didihkan lagi selama 30 menit.
- Menyaring dalam keadaan panas dengan menggunakan corong buchner yang telah berisi kertas saring (kertas saring tersebut sudah di keringkan dan di ketahui bobotnya)
- Dalam keadaan masih tersedot dalam corong buchner kemudian melakukan pencucucian hasil saringan berturut turut dengan menggunakan H2SO 1,25% panas, kemudian di teruskan pencucian dengan menggunakan air panas dan yang terakhir menggunakan etanol 96%.
- Setelah contoh tercuci kemudian kertas yang sudah agak kering di angkat dan di keringkan dalam oven yang bersuhu 105 oC. dan didinginkan dalam desikator selama 15 menit kemudian di timbang hingga di peroleh bobot tetap
- apabila ternyata kadar serat lebih dari 1 persen maka kadar serat tersebut di abukan bersama dengan kertas saring. Dan timbang hingga bobot tetap
perhitungan ---> % serat kasar = (w1-w0)/ws x 100%


a
PEMBAHASAN

Berdasarkan data hasil pengamatan pada praktikum penentuan kadar serat kasar dapat diketahui bawa kadar serat untuk masing-masing bahan berbeda-beda. Hal ini karena memang pada ahan-bahan yang diuji kadar seratnya memang masing-masing ada yang lebih tinggi dan ada pula yang lebih rendah. Hal ini contohnya pada bakso yag memang banyak mengandung karbohidrat dan serat.
Berdasarkan hasil pengujian kadar serat , ternyata yang mengandung serat tertinggi adalah bakso, kemudian tomat, yang kemudian baru cery. Seperti yang telah dijelaskan bahwa serat banyak terdapat pada bahan-bahan yang mengandung zat kayu seperti kulit padi, sayuran, dan buah-buahan. Tetapi dalam hal ini mengapa malahan bakso yang komponen utamanya adalah protein malahan banyak mengandung serat. Hal tersebut dapat di jelaskan bahwa sebenrnya protein juga mempunyai serat yaitu dengan nama serat protein fibrous termasuk dio dalamnya adalah kalogen, alpha kelatin, dan b keratin.sehingga pada bakso pada saat melakukan uji serat, serat bakso menjadi tinggi di bandingkan dengan yang lainya.
Sedangkan untuk tomat dan cery kandungan serat yang di miliki tidak begitu besar di bandingkan dengan bakso, hal ni memang dalam buah-buahan memang terdapat serat namun tidak begitu sebesar pada baso (jumlahnya sedikit). Kadar serat yang ada pada bahan di haruskn tidak boleh lebih dari 1 % dan jika lebih aka jalan yang terbaik yaitu di lakukan proses pengabuan dan setelah di lakukan proses pengabuan maka kadar serat yang terakhir yang di di gunakan.
Uji total serat ini memang perlu dilakukan. Hal ini kaitannya dalam pengawasan mutu pangan. Yaitu untuk memperkirakan kemurnian suatu bahan makanan. Dalam pengawasan proses juga dapat digunakan untuk mengetahui bahwa suatu proses itu berjalan baik atau tidak. Yaitu untuk memperkirakan bahwa efesiensi suatu proses pengolahan itu masih baik. Misalnya proses pemisahan kulit dengan ketiledon, dengan demikian persentaase serat kasar dapat dipakai untuk menetukan kemurnian bahan atau efisiensi suatu proses. Sehingga uji serat ini perlu sekali di lakukan.
Langkah kerja yang harus dilakukan dengan benar-benar teliti karena mengandung titik kritis diantaranya yaitu:
1. Penimbangan
pada analisa kuantitatif peneraan kadar suatu komponen dalam suatu bahan, umumnya analis menggunakan angka-angka yang yang teliti. Biasanya empat angka dibelakang koma. Sehingga dalam semua langkah perlakuan termasuk penimbanhgan harus diambil angka yang teliti mungkin, yaitu hingga empat angka dibelakang koma. Oleh karena itu proses penimbangannya juga harus cermat, hati-hati, dan seteliti mungkin.
2. Penyaringan
Dalam proses ini bahan yang telah dilarutkan dalam asam dan basa disaring dengan kertas saring dan menggunakan corong bunchner dan dibantu dengan pompa vacum untuk memaksimalkan penyaringan. Titik kritis dalam tahap penyaringan ini yaitu bila terlalu lama dilakukan penyaringan maka sample yang mengandung serat bisa menggumpal lagi. karena itu penyaringannya harus cepat dan digunakan corong bunchner dan juga dalm penyaringan ini tidak boleh bocor karena akan mempengaruhi hasil akhir dari pada kadar serat tersebut.
3. Pencucian (dengan menggunakan air panas, alcohol, dan H2SO4 panas.)
Serat setelah dilakukan penyaringan maka sample masih perlu dibilas atau dicuci dengan bahan-bahan yang memungkinkan hilangnya semua komponen-komponen yang masih tertinggal pad bahan. Yaitu air panas untuk menghilangkan karbohidrat, vitamin, dan mineral. Alcohol untuk menghilangkan minyak, lemak dan lainnya, sedangkan asam sulfat berfungsi untuk mempercepat komponen lain selain serat misalnya protein, vitamin, mineral dan karbohidrat. Sehingga serat dapat di ketahui dengan tepat da akurat.


KESIMPULAN

1. Berdasarkan hasil pengujian kadar serat , ternyata yang mengandung serat tertinggi adalah bakso,
2. Titik kritis dalam tahap penyaringan ini yaitu bila terlalu lama dilakukan penyaringan maka sample yang mengandung serat bisa menggumpal lagi. karena itu penyaringannya harus cepat dan digunakan corong bunchner dan juga dalm penyaringan ini tidak boleh bocor karena akan mempengaruhi hasil akhir dari pada kadar serat tersebut.
3. Proses pengujian kadar serat telah dilakukan dengan hasilnya:Cery 1.08 %, Bakso:1.02 %, Tomat: 5.79 %Tomat: 1.17 %. Ternyata dari hasil uji tersebut yang banyak mengandung serat yaitu pada produk bakso.
4. asam sulfat berfungsi untuk mempercepat komponen lain selain serat misalnya protein, vitamin, mineral dan karbohidrat. Sehingga serat dapat di ketahui dengan tepat da akurat.
5. penimbanhgan harus diambil angka yang teliti mungkin, yaitu hingga empat angka dibelakang koma. Oleh karena itu proses penimbangannya juga harus cermat, hati-hati, dan seteliti mungkin.

0 komentar:

Poskan Komentar