Al-Chemist Ungu

because chemistry is true and this just for you

my lovely chems^orchid

Loading...

30 November

Alhamdulillahh...

Hari ini, saya masih terjaga saat pergantian umur saya, ditemani sahabat saya tercinta.. Maulidha M.Nugroho... hduh.. kalo aja bisa keluar dari kos yang terisolasi ini, pengin deh lari beli es Krim.. trus makan es krim deh.. Hari ini beda banget.. padahal tanggal 28 malam kemaren hujan di jogja bener2 lebat, sampe2 denger-denger daerah belakang Gardena tu kebanjiran, trus area kosku juga banyak jalan becek, its contrary with today... Mendung sich, tapi gag hujan, gag panas.. Pokoknya hawanya enak banget deh... ternyata alam juga ingin merayakan detik-detiik menuju ulang-Tahun saya ya...

sedikit kecewa memang, terpisah jauh dari orang2 tercinta, orang tuaQ, dan juga sayangQ.. Tapi betapa senangnya, sms ucapan pertama, tetaplah dari dian Wuri Sambhara, yang kini mungkin masih ngerjain tugasnya... Haduuuhh... Jarak ini membunuhku, tapi cintamu membuatku ingin terus hidup (haaiiaaahh..sok gimana banget). Begadang deh hari ini, sibuk di depan laptop (minjem) haha, online sepuasnya(modem minjem) alias orang ga modal banget,, haha...

Funny Birthday Messages

Happy Birthday, you're not getting older you're just a little closer to death.
To the nation's best kept secret; Your true age.
Birthdays are like boogers, the more you have the harder it is to breathe.
Birthdays are good for you. Statistics show that people who have the most live the longest!
Money's tight
Times are hard
Here's you friggin birthday card
Growing old is mandatory; growing up is optional.
Birthday Ideas
Better to be over the hill than burried under it.
You are only as old as you act.
So many candles... so little cake.
Happy Birthday to you, you live in a zoo, you smell like a monkey, and you look like one too.
We know we're getting old when the only thing we want for our birthday is not to be reminded of it.
Happy Birthday on your very special day, I hope that you don't die before you eat your cake.
You're another year older and another year wiser
So put your brain to work
And figure out there ain't no gift for you.
Two tips on your birthday:
1) Forget the past, you can't change it.
2) Forget the present, I didn't get you one.
Some words of wisdom for your birthday, "Smile while you still have teeth!"
Happy Birthday you old fart.
You would have loved the gift I didn't bother getting you.
Another year, another new place thet aches.
Free Birthday Graphics - Click Here
One more year of existence down the drain. Happy Birthday!
The only reason you hate your birthday is because people give you odd gifts, scary cards with weird messages in them, and because you're getting older. Anyway, Happy Birthday!
It's ok to light the candles on your birthday cake now; I've already alerted the fire department.
With age comes wisdom. (You're one of the wisest people I know!)
I was trying to think of what to get you for your birthday but nothing came to mind.
You're not old until you can't read this writing anymore. (written in real small text)

Funny Birthday Messages

Don't think of it as getting older, think of it as becoming a classic.
An old fart is as good as a new one.
You've survived another year. Although you're older, it's better than the alternative. Congratulations!
You age like cheese... You just keep getting smellier!
Is it getting hotter in here or is it just all the candles on your cake?
There were a lot of famous people born on your birthday. Too bad you aren't one.
Free Birthday Greeting Cards
The younger you try to look; the older you actually are.
Another year older, none the wiser.
Happy birthday to you
You live in a zoo
You look like a monkey
And you smell like one too
Enjoy your birthday cake today since tomorrow we'll return to judging you based on every single morsel you ingest.
Happy Birthday! You're one year closer to your death day.
I'm not going to make any age related jokes because I genuinely feel bad about how old you are.

Tips Cantik dengan Kopi

Siapa yang tidak ingin memiliki kulit yang halus, lembut serta mulus. pasti setiap wanita melakukan berbagai cara untuk mewujudkannya. Salah satunya dengan menggunakan lulur atau peeling pada kulit tubuh.
Tapi kadang kita tidak memiliki waktu untuk sekedar bersantai dan berlulur di spa atau pusat perawatan tubuh. Kenapa anda tidak mencoba membuat lulur sendiri di rumah.
Salah satunya adalah dengan menggunakan kopi. Kopi memiliki sifat sebagai pembuang racun pada kulit, dapat menghilangkan bekas luka atau gigitan nyamuk, menghaluskan kulit serta membuat kulit kencang halus dan kuat.
cara membuat :
seduh 2-3 sendok makan kopi bubuk yang berampas. kalau anda penggemar kopi boleh diminum kopi nya. :D lalu ambil ampasnya oleskan pada kulit yang ingin di scrub, tunggu setengah kering, pijat-pijat perlahan sampai kotoran dan ampas kopi terlepas.
lakukan scrub ini 2 minggu sekali untuk mendapatkan hasil yang di inginkan. Selamat mencoba. :)

Dampak Pencemaran Pantai Dan Laut Terhadap Kesehatan Manusia

 Dengan semakin meluasnya kawasan pemukiman penduduk, semakin meningkatnya produk industri rumah tangga, serta semakin berkembangnya Kawasan Industri di kota besar, akan memicu terjadinya peningkatan pencemaran pada perairan pantai dan laut. Hal ini disebabkan karena semua limbah dari daratan, baik yang berasal dari pemukiman perkotaan maupun yang bersumber dari kawasan industri, pada akhirnya bermuara ke pantai.
Limbah domestik yang berasal dari rumah tangga, perhotelan, rumah sakit dan industri rumah tangga yang terbawa oleh air sisa-sisa pencucian akan terbuang ke saluran drainase dan masuk ke kanal dan selanjutnya terbawa ke pantai. Limbah yang dibuang pada tempat pembuangan sampah akan terkikis oleh air hujan dan terbawa masuk ke kanal atau sungai dan selanjutnya juga bermuara ke pantai. Limbah yang berasal dari kawasan industri baik yang sudah diolah maupun yang belum, juga pada akhirnya akan terbuang ke perairan pantai.

Polutan dalam Organisme Laut
Air laut adalah suatu komponen yang berinteraksi dengan lingkungan daratan, di mana buangan limbah dari daratan akan bermuara ke laut. Selain itu air laut juga sebagai tempat penerimaan polutan (bahan cemar) yang jatuh dari atmosfir. Limbah tersebut yang mengandung polutan kemudian masuk ke dalam ekosistem perairan pantai dan laut. Sebagian larut dalam air, sebagian tenggelam ke dasar dan terkonsentrasi ke sedimen, dan sebagian masuk ke dalam jaringan tubuh organisme laut (termasuk fitoplankton, ikan, udang, cumi-cumi, kerang, rumput laut dan lain-lain).

Kemudian,polutan tersebut yang masuk ke air diserap langsung oleh fitoplankton.
Fitoplankton adalah produsen dan sebagai tropik level pertama dalam rantai makanan. Kemudian fitoplankton dimakan zooplankton. Konsentrasi polutan dalam tubuh zooplankton lebih tinggi dibanding dalam tubuh fitoplankton karena zooplankton memangsa fitoplankton sebanyak-banyaknya. Fitoplankton dan zooplankton dimakan oleh ikan-ikan planktivores (pemakan plankton) sebagai tropik level kedua. Ikan planktivores dimangsa oleh ikan karnivores (pemakan ikan atau hewan) sebagai tropik level ketiga, selanjutnya dimangsa oleh ikan predator sebagai tropik level tertinggi.

Ikan predator dan ikan yang berumur panjang mengandung konsentrasi polutan dalam tubuhnya paling tinggi di antara seluruh organisme laut. Kerang juga mengandung logam berat yang tinggi karena cara makannya dengan menyaring air masuk ke dalam insangnya setiap saat dan fitoplankton ikut tertelan. Polutan ikut masuk ke dalam tubuhnya dan terakumulasi terus-menerus dan bahkan bisa melebihi konsentrasi yang di air.

Polutan tersebut mengikuti rantai makanan mulai dari fitoplankton sampai ikan predator dan pada akhirnya sampai ke manusia. Bila polutan ini berada dalam jaringan tubuh organisme laut tersebut dalam konsentrasi yang tinggi, kemudian dijadikan sebagai bahan makanan maka akan berbahaya bagi kesehatan manusia. Karena kesehatan manusia sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimakan. Makanan yang berasal dari daerah tercemar kemungkinan besar juga tercemar. Demikian juga makanan laut (seafood) yang berasal dari pantai dan laut yang tercemar juga mengandung bahan polutan yang tinggi.

Salah satu polutan yang paling berbahaya bagi kesehatan manusia adalah logam berat. WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia dan FAO (Food Agriculture Organization) atau Organisasi Pangan Dunia merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi makanan laut (seafood) yang tercemar logam berat. Logam berat telah lama dikenal sebagai suatu elemen yang mempunyai daya racun yang sangat potensil dan memiliki kemampuan terakumulasi dalam organ tubuh manusia. Bahkan tidak sedikit yang menyebabkan kematian. Beberapa logam berat yang berbahaya adalah air raksa atau mercury (Hg), Kadmium (Cd), Timbal (Pb), Tembaga (Cu), dan lain-lain.

Mercury
Air Raksa atau Mercury (Hg) adalah salah satu logam berat dalam bentuk cair. Terjadinya pencemaran mercury di perairan laut lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia dibanding faktor alam. Meskipun pencemaran mercury dapat terjadi secara alami tetapi kadarnya sangat kecil. Pencemaran mercury secara besar-besaran disebabkan karena limbah yang dibuang oleh manusia.

Manusia telah menggunakan mercury oksida (HgO) dan mercury sulfida (HgS) sebagai zat pewarna dan bahan kosmetik sejak jaman dulu. Dewasa ini mercury telah digunakan secara meluas dalam produk elektronik, industri pembuatan cat, pembuatan gigi palsu, peleburan emas, sebagai katalisator, dan lain-lain. Penggunaan mercury sebagai elektroda dalam pembuatan soda api dalam industri makanan seperti minyak goreng, produk susu, kertas tima, pembungkus makanan juga kadang mencemari makanan tersebut.

Pencemaran logam mercury (Hg) mulai mendapat perhatian sejak munculnya kasus minamata di Jepang pada tahun 1953. Pada saat itu banyak orang mengalami penyakit yang mematikan akibat mengonsumsi ikan, kerang, udang dan makanan laut lainnya yang mengandung mercury.

Kasus minamata yang terjadi dari tahun 1953 sampai 1975 telah menyebabkan ribuan orang meninggal dunia akibat pencemaran mercury di Teluk Minamata Jepang. Industri Kimia Chisso menggunakan mercury khlorida (HgCl2) sebagai katalisator dalam memproduksi acetaldehyde sintesis di mana setiap memproduksi satu ton acetaldehyde menghasilkan limbah antara 30-100 gr mercury dalam bentuk methyl mercury (CH3Hg) yang dibuang ke laut Teluk Minamata.

Methyl mercury ini masuk ke dalam tubuh organisme laut baik secara langsung dari air maupun mengikuti rantai makanan. Kemudian mencapai konsentrasi yang tinggi pada daging kerang-kerangan, crustacea dan ikan yang merupakan konsumsi sehari-hari bagi masyarakat Minamata. Konsentrasi atau kandungan mercury dalam rambut beberapa pasien di rumah sakit Minamata mencapai lebih 500 ppm. Masyarakat Minamata yang mengonsumsi makanan laut yang tercemar tersebut dalam jumlah banyak telah terserang penyakit syaraf, lumpuh, kehilangan indera perasa dan bahkan banyak yang meninggal dunia.

Kadmium
Kadmium (Cd) menjadi populer sebagai logam berat yang berbahaya setelah timbulnya pencemaran sungai di wilayah Kumamoto Jepang yang menyebabkan keracunan pada manusia. Pencemaran kadmium pada air minum di Jepang menyebabkan penyakit “itai-itai”. Gejalanya ditandai dengan ketidak-normalan tulang dan beberapa organ tubuh menjadi mati. Keracunan kronis yang disebabkan oleh Cd adalah kerusakan sistem fisiologis tubuh seperti pada pernapasan, sirkulasi darah, penciuman, serta merusak kelenjar reproduksi, ginjal, jantung dan kerapuhan tulang.

Kadmium telah digunakan secara meluas pada berbagai industri antara lain pelapisan logam, peleburan logam, pewarnaan, baterai, minyak pelumas, bahan bakar. Bahan bakar dan minyak pelumas mengandung Cd sampai 0,5 ppm, batubara mengandung Cd sampai 2 ppm, pupuk superpospat juga mengandung Cd bahkan ada yang sampai 170 ppm. Limbah cair dari industri dan pembuangan minyak pelumas bekas yang mengandung Cd masuk ke dalam perairan laut serta sisa-sisa pembakaran bahan bakar yang terlepas ke atmosfir dan selanjutnya jatuh masuk ke laut. Konsentrasi Cd pada air laut yang tidak tercemar adalah kurang dari 1 mg/l atau kurang dari 1 mg/kg sedimen laut.

Konsentrasi Cd maksimum dalam air minum yang diperbolehkan oleh Depkes RI dan WHO adalah 0,01,mg/l. Sementara batas maksimum konsentrasi atau kandungan Cd pada daging makanan laut yang layak bagi kesehatan yang direkomendasikan FAO dan WHO adalah lebih kecil dari 0,95 mg/kg. Sebaliknya Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan merekomendasikan tidak lebih dari 2,0 mg/kg.

Timbal
Timbal (Pb) juga salah satu logam berat yang mempunyai daya toksitas yang tinggi terhadap manusia karena dapat merusak perkembangan otak pada anak-anak, menyebabkan penyumbatan sel-sel darah merah, anemia dan mempengaruhi anggota tubuh lainnya. Pb dapat diakumulasi langsung dari air dan dari sedimen oleh organisme laut. Dewasa ini pelepasan Pb ke atmosfir meningkat tajam akibat pembakaran minyak dan gas bumi yang turut menyumbang pembuangan Pb ke atmosfir. Selanjutnya Pb tersebut jatuh ke laut mengikuti air hujan. Dengan kejadian tersebut maka banyak negara di dunia mengurangi tetraeil Pb pada minyak bumi dan gas alam untuk mengurangi pencemaran Pb di atmosfir.

WHO dan FAO merekomendasikan bahwa konsentrasi Pb pada daging makanan laut yang layak konsumsi adalah lebih kecil dari 0,715 mg/kg. Sebaliknya Ditjen Pengawasan Obat dan Makanan merekomendasikan tidak lebih dari 2,0 mg/kg.

Perlu Perhatian Serius
Berdasarkan hasil beberapa penelitian baik penelitian skripsi mahasiswa, penelitian perguruan tinggi, penelitian Litbang Pemerintah, penelitian LSM, penelitian Bapedalda menunjukkan bahwa beberapa titik di Pantai Losari sudah mengalami tekanan pencemaran yang cukup serius. Oleh karena itu, pencemaran Pantai Losari seharusnya perlu mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak, baik masyarakat awam, Lembaga Sosial Masyarakat, pemerhati lingkungan, peneliti, perguruan tinggi maupun pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada perhatian serius maka tidak menutup kemungkinan dampak yang ditimbulkan jauh lebih besar dan harus mengeluarkan biaya kesehatan dan biaya sosial yang jauh lebih besar. Selanjutnya, dilakukan monitoring dan kontroling terhadap konsentrasi logam berat pada makanan laut yang diambil di sekitar area yang tercemar terutama pantai Losari dan muara Sungai Tallo demi kemaslahatan umat manusia.

LIMBAH RUMAH SAKIT

LIMBAH RUMAH SAKIT
Limbah domestik biasanya berupa kertas, karton, plastik, gelas, metal, dan sampah dapur. Hanya 19% limbah domestik yang telah diolah dan dimanfaatkan kembali, sisanya limbah domestik dari rumah sakit masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Limbah medis sangat penting untuk dikelola secara benar, hal ini mengingat limbah medis termasuk kedalam kategori limbah berbahaya dan beracun. Sebagian limbah medis termasuk kedalam kategori limbah berbahaya dan sebagian lagi termasuk kategori infeksius. Limbah medis berbahaya yang berupa limbah kimiawi, limbah farmasi, logam berat, limbah genotoxic dan wadah bertekanan masih banyak yang belum dikelola dengan baik. Sedangkan limbah infeksius merupakan limbah yang bisa menjadi sumber penyebaran penyakit baik kepada petugas, pasien, pengunjung ataupun masyarakat di sekitar lingkungan rumah sakit. Limbah infeksius biasanya berupa jaringan tubuh pasien, jarum suntik, darah, perban, biakan kultur, bahan atau perlengkapan yang bersentuhan dengan penyakit menular atau media lainnya yang diperkirakan tercemari oleh penyakit pasien. Pengelolaan lingkungan yang tidak tepat akan beresiko terhadap penularan penyakit. Beberapa resiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan akibat keberadaan rumah sakit antara lain: penyakit menular (hepatitis,diare, campak, AIDS, influenza), bahaya radiasi (kanker, kelainan organ genetik) dan resiko bahaya kimia.

Penaganan limbah medis sudah sangat mendesak dan menjadi perhatian Internasional. Isu ini telah menjadi agenda pertemuan internasional yang penting. Pada tanggal 8 Agustus 2007 telah dilakukan pertemuan High Level Meeting on Environmental and Health South-East and East-Asian Countries di Bangkok. Dimana salah satu hasil pertemuan awal Thematic Working Group (TWG) on Solid and Hazardous Waste yang akan menindaklanjuti tentang penanganan limbah yang terkait dengan limbah domestik dan limbah medis. Selanjutnya pada tanggal 28-29 Pebruari 2008 dilakukan pertemuan pertama  (TWG) on Solid and Hazardous Waste di Singapura membahas tentang pengelolaan limbah medis dan domestic di masing masing negara.   

Pada saat ini masih banyak rumah sakit yang kurang memberikan perhatian yang serius terhadap pengelolaan limbahnya. Pengelolaan limbah masih �terpinggirkan� dari pihak manajemen RS. Hal ini terlihat dalam struktur organisasi RS, divisi lingkungan masih terselubung di bawah bag. Umum. Pemahaman ataupun pengetahuan pihak pengelola lingkungan tentang peraturan dan peryaratan dalam pengelolaan limbah medis masih dirasa minim. Masih banyak yang belum mengetahui tatacara dan kewajiban pengelolaan limbah medis baik dalam hal penyimpanan limbah, incinerasi limbah maupun  pemahaman tentang limbah B3 sendiri masih terbatas.

Data hasil pengawasan di DKI Jakarta per Juni 2005 menunjukkan bahwa dari 77 Rumah Sakit yang diawasi :
      Hanya 32 RS (40 %) yang mempunyai alat ukur debit
      Hanya 27 RS (35 %) yang melakukan swapantau
      Hanya 25 RS (32 %) yang memenuhi BMAL

Disamping itu, hasil kajian terhadap rumah sakit yang ada di Bandung pada tahun 2005 menunjukkan:
         jumlah limbah rumah sakit yang dihasilkan di Bandung sebesar 3.493 ton per tahun,
         Komposisi limbah padat rumah sakit terdiri atas :
-          85% limbah domestik,
-          15% limbah medis terdiri atas: 11% limbah infeksius dan 4% limbah berbahaya.
         Limbah domestik yang sudah dimanfaatkan hanya sebesar 19%

Beberapa peraturan yang mengatur tentang pengelolaan lingkungan Rumah Sakit antara lain diatur dalam :
-          Permenkes 1204/Menkes/PerXI/2004, mengatur tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
-          Kepmen KLH 58/1995, mengatur tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit
-          PP18 tahun 1999 jo PP 85 tahun 1999, mengatur tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan Beracun (B3)
-          Kepdal 01- 05 tahun 1995 tentang pengelolaan limbah B3
 
Limbah medis termasuk dalam kategori limbah berbahaya dan beracun (LB3) sesuai dengan PP 18 thn 1999 jo PP 85 thn 1999 lampiran I daftar limbah spesifik dengan kode limbah D 227.  Dalam kode limbah D227 tersebut disebutkan bahwa limbah rumah sakit dan limbah klinis yang termasuk limbah B3 adalah limbah klinis, produk farmasi kadaluarsa, peralatan laboratorium terkontaminasi, kemasan produk farmasi, limbah laboratorium, dan residu dari proses insinerasi.

Dalam pengelolaan limbah padatnya, rumah sakit diwajibkan melakukan pemilahan limbah dan menyimpannya dalam kantong plastik yang berbeda beda berdasarkan karakteristik limbahnya. Limbah domestik di masukkan kedalam plastik berwarna hitam, limbah infeksius kedalam kantong plastik berwarna kuning, limbah sitotoksic kedalam warna kuning, limbah kimia/farmasi kedalam kantong plastik berwarna coklat dan limbah radio aktif kedalam kantong warna merah. Disamping itu rumah sakit diwajibkan memiliki tempat penyimpanan sementara limbahnya sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Kepdal 01 tahun 1995. Pengelolaan limbah infeksius dengan menggunakan incinerator harus memenuhi beberapa persyaratan seperti yang tercantum dalam Keputusan Bapedal No 03 tahun 1995. Peraturan tersebut mengatur tentang kualitas incinerator dan emisi yang dikeluarkannya. Incinerator yang diperbolehkan untuk digunakan sebagai penghancur limbah B3 harus memiliki efisiensi pembakaran dan  efisiensi penghancuran / penghilangan (Destruction Reduction Efisience) yang tinggi.

Baku Mutu DRE untuk Incinerator
No
Parameter
Baku Mutu DRE

1.
POHCs
99.99%
2.
Polychlorinated biphenil (PCBs)
99.9999%
3.
Polychlorinated dibenzofuran (PCDFs)
99.9999%
4.
Polychlorinated dibenzo-p-dioksin
99.9999%

Disamping itu, persyaratan lain yang harus dipenuhi dalam menjalankan incinerator adalah emisi udara yang dikeluarkannya harus sesuai dengan baku mutu emisi untuk incinerator.

Baku Mutu Emisi Udara untuk Incinerator
No
Parameter
Kadar Maksimum (mg/Nm2)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12
13
14
Partikel
Sulfur dioksida (SO2)
Nitrogen dioksida (NO2)
Hidrogen Fluorida (HF)
Karbon Monoksida (CO)
Hidrogen Chlorida (HCl)
Total Hidrocarbon (sbg CH4)
Arsen (As)
Kadmiun (Cd)
Kromium (Cr)
Timbal (Pb)
Merkuri (Hg)
Talium (Tl)
Opasitas
50
250
300
10
100
70
35
1
0.2
1
5
0.2
0.2
10%

Dalam penangan limbah medis ini rumah sakit dapat mengelolanya sendiri atau dikelola oleh rumah sakit lain atau pengelola lain yang sudah memperoleh izin dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Beberapa contoh rumah sakit yang sudah memperoleh izin pengoperasian incineratornya dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup

No
Rumah Sakit
Alamat
1
RSU Unit Swadana
Kab Sumedang, Jabar
2
RSU Daerah Ajidamo R
Rangkasbitung, Banten
3
RSUD Dr. M. Ashari Pemalang
Pemalang, Jateng
4
RSUD Blambangan
Banyuwangi, Jatim
5
RS Otorita Batam
Sekupang, Batam
6
RSUD Ulin
Banjarmasin, Kalsel
7
RS Tembakau Deli PRPN II
Medan
8
RS Haji
Jakarta
9
RS Prof Dr. Sulianti Saroso
Jakarta
10
RS Dr. Zainoel Abidin
Banda Aceh
11
RSD Cibinong
Jawa Barat


Green Hospital

Dalam mendorong pengelolaan lingkungan rumah sakit yang ramah lingkungan (Green Hospital), Kementerian Negara Lingkungan Hidup mendorong Rumah Sakit agar dalam pengelolaannya tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga bersifat proaktif. Masih banyak rumah sakit yang dalam mengelola lingkungannya hanya mengandalkan terhadap kecanggihan teknologi end of pipe treatment dan belum memaximalkan opsi atau pilihan pencegahan dan minimisasi limbah. Agar mencapai green hospital maka rumah sakit ddidorong untuk tidak hanya mengelola limbahnya sesuai degan peraturan saja tetapi juga menerapkan prisip 3R (Reuse, Recycle, Recovery) terhadap limbah yang dihasilkannya serta melakukan penghematan dalam penggunaan sumber daya alam dan energi seperti penghematan air, listrik, bahan kimia, obat-obatan dan lain lain. Disamping itu pengelola juga didorong untuk terus meningkatkan pengelolalaan kesehatan lingkungan rumah sakitnya.

Tahap awal dalam pengelolaan limbah medis adalah melakukan pencegahan pada sumbernya. Semaksimal mugkin harus diupayakan pencegahan terhadap timbulnya limbah yang seharusnya tidak terjadi. Upaya pencegahan pencemaran dan minimisasi limbah yang sering dikenal dengan Produksi Bersih (Cleaner Production) akan memberikan keuntungan bagi pengelola dan lingkungan.  Dengan berkurangnya jumlah limbah yang harus dimusnahkan dengan incinerator maka akan mengurangi jumlah biaya operasionalnya dan akan mengurangi emisi yang dikeluarkan ke lingkungan. Berikut adalah beberapa upaya dalam melakukan pencegahan timbulan limbah:
-          Pelaksanaan �House Keeping� yang baik, dengan menjaga kebersihan lingkungan, mencegah terjadinya ceceran bahan. Dengan pelaksanaan good house keeping yang baik di laboratorium dan kamar rawat akan menghindarkan terjadinya ceceran bahan kimia ataupun racikan obat.
-          Pemakaian air yang efisien akan mengurangi jumlah air yang masuk kedalam instalasi pengolahan limbah cair (IPLC).
-          Kalaupun timbulan limbah tidak bisa dihindari maka perlu dilakukan segregasi atau pemilahan limbah sehingga limbah yang masih bisa dimanfaatkan atau didaur ulang tidak terkontaminasi oleh limbah infeksius. Contoh lainnya adalah pemisahan limbah klinis dengan limbah dari kegiatan non klinis.
-          Pelaksanaan preventif maintenance, yang ketat akan menghindarkan terjadinya kerusakan alat yang pada akhirnya dapat mengurangi jumlah limbah yang terjadi.
-          Pengelolaan bahan-bahan atau obat-obatan yang tepat, rapi dan selalu terkontrol sehingga tidak terjadi ceceran dan kerusakan bahan atau obat, berarti mengurangi limbah yang terjadi.

Tahap selanjutnya terhadap limbah yang tidak bisa dihindari adalah langkah segregasi atau pemilahan. Pemilahan dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan limbah berdasarkan karakteristiknya. Limbah domestik harus terpisah dari limbah B3 ataupun limbah infeksius. Hal ini bertujuan agar jumlah ataupun limbah yang harus ditreatmen secara khusus (limbah B3) tidak terlalu besar (minimal). Limbah kimia dari laboratorium dan sisa racikan obat harus memiliki tempat penampungan tersendiri agar tidak mengkontaminasi limbah cair lainnya yang bukan limbah B3.  

Tahap ketiga adalah pemanfaatan limbah. Limbah yang masih bisa dimanfaatkan agar dipisahkan dari limbah yang tercemar oleh limbah B3 ataupun limbah infeksius. Limbah domestik yang dapat didaur ulang ataupun dimanfaatkan harus dipisah dalam tempat terpisah. Limbah domestik berupa kertas/karton, plastik, gelas dan logam masih mempunyai nilai jual untuk di reuse. Begitu pula dengan limbah domestik berupa sampah organik bisa untuk kompos. Limbah plastik bekas pengobatan lainnya seperti bekas infus yang tidak terkontaminasi limbah B3 atau limbah infeksius dapat didaur ulang. Pada saat ini hanya sekitar 19% limbah domestik dari rumah sakit yang sudah dimanfaatkan untuk didaur ulang. Limbah berbahaya dan beracun sendiri tidak menutup kemungkinan untuk dapat dimanfaatkan ataupun untuk direuse. Beberapa limbah kimia yang dapat dimanfaatkan kembali antara lain adalah limbah radiologi seperti fixer dan developer dengan dikirimkan ke pihak ke-3 yang berizin.

Selanjutnya adalah penghancuran terhadap limbah infeksius dan padatan limbah B3 dengan incinerator. Incinerator yang digunakan adalah incinerator yang mempunyai spesifikasi khusus sesuai dengan yang disyaratkan dalam Kepdal No 03 Tahun 1995. Incinerator yang memiliki nilai pembakaran dan penghancuran yang tinggi akan membakar habis limbahnya dan hanya meninggalkan sedikit sekali abu. Abu yang dihasilkan dapat dikirim ke industri jasa pengolah limbah atau dimanfaatkan sendiri seizin Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
 

MANAJEMEN LABORATORIUM IPA


Laboratorium IPA sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai tempat pembelajaran IPA. Penerangan alami dan tata letak alat peraga dalam hal ini mnencakup pengertian cara penempatan alat-alat tersebut dalam ruang laboratoriummerupakan persyaratan yang mendukung sebagai bagian dari praktek dan bagian penunjang .Adapun prinsip penataan alat peraga baik berupa alat-alat praktikum maupun alat peraga lain dan bahan perlu memperhatikan prinsip-prinsip:
a.       Alat ditempatkan atau disimpan secara aman artinya sejauh mungkin terhindar dari pencurian, kerusakan karena kelalaian penanganan, kerusakan akibat proses kimiawi atau pengaruh cuaca
b.      Mudah dikenali, mudah dicari kembali dan mudah diambil
c.       Dari tempat penyimpananya harus dalam keadaan siap untuk dipergunakan
d.      Frekuensi penggunaan alat.
Penyimpanan alat dan bahan perlu diperhatikan dalam penyimpananya dan hendaknya disimpan secara terpisah misalnya didalam laci, gudang, almari, rak, dan sebagainya. Adapun saran penyimpanan alat dan bahan laboratorium IPA diantaranya adalah sebagai berikut:

1.                           Saran Penataan Alat Bahan

a.      Bahan
No
Nama Alat
Satuan
Saran Penyimpanan
1.       
Oxalic Acid dihidrate GR fornanalys
1 kg/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
2.       
NaOH pellets GR for analysis ISO
5kg/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
3.       
Formic acid 98-100%
2,5 kg/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
4.       
Pottasium iodid GR for Analysis ISO
1 kg/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
5.       
Indikator PP
1L/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
6.       
Alkohol 70%
10l/jerigen
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
7.       
Lugol, 1000 ml
1l/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
8.       
Chloroform
500L/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
9.       
Metanol teknis
2L/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
10.   
Larutan fehling A, 1000 ml
100m 1/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
11.   
Larutan fehling B, 1000 ml
100m 1/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
12.   
Hcl acid 37% for analysis
2,5 kg/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
13.   
Aseton teknis
2,5 kg/botol
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari
14.   
Resin super bening
5L/jerigen
Laci terpisah-pisah agar tidak tercampur dengan tercampur aduk dengan benda lain dan mudah dicari

Catatan:
Perlu diperhatikan bahwa penyimpanan bahan kimia harus dipisahkan juga menurut kadarnya dan memperhatikan bahan itu mudah terbakar atau bahkan bersifat radioaktif. Sebaiknya bahan-bahan yang bersifat asam disimpan dalam satu komplek agar mudah dicari, begitu juga bahan yang bersifat basa disimpan dalam satu komplek agar mudah dicari. Untuk bahan-bahan yang mudah terbakar juga dikelompokkan menjadi satu dan sebisa mungkin jauh dari api.
Contoh pengelompokan bahan-bahan yang ada di lab IPA adalah sebagai berikut:
1)      Bahan yang bersifat asam, Contoh: Oxalic Acid dihidrate GR fornanalys,
2)      Bahan yang bersifat basa, Contoh: NaOH pellets GR for analysis ISO
3)      Bahan- bahan untuk uji/indikator, Contoh: Indikator PP, Lugol, 1000 ml, Larutan fehling A, 1000 ml, Larutan fehling B, 1000 ml
4)      Bahan yang mudah terbakar, Contoh: Alkohol 70%, Chloroform, Aseton, teknisResin super bening, Metanol teknis, Pottasium iodid GR for Analysis ISO

b.       Alat

No
NAMA
Saran Penyimpanan
15.   
Jarum pentul
Busa Polistren dalam laci
16.   
Kaca pararel tebal 2 cm
Baki
17.   
Kaca pararel tebal 3 cm
Baki
18.   
Speet (suntikan 5 ,ml)
Busa Polstren dalam laci
19.   
Preparat
Baki Plastik dalam pembungkus
20.   
Stop kontak
Dus khusus diberi etiket
21.   
Alat peraga Lempeng bumi
Dikelompokkan menurut jenis praktikum
22.   
Higrometer
Laci terpisah atau dialmari penyimpanan khusus
23.   
Meteran
Laci terpisah atau lemari khusus

2.      Perlengkapan laboratorium
Adapun saran untuk penataan perlengkapan Laboratorium IPA adalah sebagai berikut:
a.       Tata Letak Perabot
Untuk perabot dalam laboratorium dibagi menjadi dua yaitu perabot fleksibel dan permanen. Untuk papan tulis diletakkan didinding ruang praktek, Almari dan rak ditempatkan di ruang persiapan. Untuk susunan meja demonstrasi si tempatkan dalam ruang praktek. Susunan instalasi listrik dan kotak sarana dapat ditempatkan di ruang persiapan atau meja demonstrasi.
b.      Tata Letak Alat Peraga
Dalam hal ini penataan alat peraga dapat memperhatikan beberapa prinsip diantaranya adalah:
1)      Alat ditempatkan atau disimpan secara aman
2)      Mudah dikenali, mudah dicari kembali dan mudah diambil
3)      harus dalam keadaan siap untuk dipergunakan
c.       Tata letak sumber air
Kran air sebaiknya diletakkan dalam ruang praktek dan ruang persiapan diatas bak cuci pada ketinggian 45cm dari dasar bak
d.      Sumber Listrik
Pemasangan stop kontak hendaknya dilengkapi dengan sekering otomatis. Jaringan listrik untuk keperluan ini sebaiknya melalui sakelar yang dipasang pada meja demonstrasi atau ruang persiapan.
e.       Sumber Penerangan
Jendela untuk penerangan disarankan 90cm dari permukaan lantai, atau menggunakan penerangan sekurang-kurangnya 200 lux
f.       Perkakas
Sebaiknya diberi kode T untuk perkakas yang memerlukan perbaikan
g.      Penyimpanan bahan-bahan radioaktif
Sebaiknya bahan-bahan radioaktif dibuatkan kotak dari beton dengan ukuran 30x30x30 cm dengan tebal 50mm
h.      Bahan-bahan yang ada digudang
Sebaiknya di dalam gudang disediakan almari atau rak-rak untuk menyimpan. Barang-barang yang berat diletakkan di bagian bawah dan makin ke atas ditempatkan barang-barang yang lebih ringan.




Berikut rancangan denah laboratorium yang disarankan untuk dipergunakan sebagai laboratorium IPA yang baik,