Al-Chemist Ungu

because chemistry is true and this just for you

MSDS ASAM NITRAT

MSDS ASAM NITRAT
Oleh :
Wahyu Fajaryanto 09303241007
Nurul Kurniati Rahayu 09303241012
Eko Budiyanto 09303241027
Astri Ani 09303241035
  1. Pendahuluan

MSDS (Material Safety Data Sheet) merupakan kumpulan data keselamatan dan petunjuk dalam penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya.  Lembar data keselamatan bahan didesain sedemikian rupa, disusun secara ringkas , skematik dan dalam bahasa indonesia agar mudah dimengerti dan dipahami. Pembuatan LDKB ini dimaksudkan sebagai informasi acuan bagi para pekerja dan supervisor yang menangani langsung dan mengelola bahan kimia berbahaya dalam industri maupun laboratorium kimia. Dengan informasi tersebut diharapkan seseorang akan mempunyai naluri untuk mencegah dan menghindari, serta mampu menanggulangi kecelakaan kimia yang mungkin terjadi (Tim Supervisi Ditjen Dikti, 2002). Informasi dalam LDKB ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mendorong sikap kehati-hatian dalam menangani bahan kimia berbahaya.
LDKB bukan merupakan terjemahan dari MSDS dari luar negeri, tetapi merupakan kumpulan informasi keselamatan dari banyak buku, leaflet, jurnal, dan pengalaman (http//www.kimianet.lipi.go.id/database.cgi?depandatabase&&&1&1098595676).
  1. Cara Memahami LDKB maupun MSDS
  1. Identifikasi bahan, bagian ini menjelaskan nama bahan kimia, meliputi :
  1. Nomor urut LDKB
  2. CAS (Chemical Abstract Services)
  3. Sinonim baik nama kimia maupun nama dagang
  4. Rumus Dan Berat Molekul
  1. Label bahaya keselamatan, diberikan dalam bentuk gambar, ada ranking bahaya 0-4 (label NFPA, Amerika) yang mempunyai arti :

Angka 4 : Penyebab kematian, cedera fatal meskipun ada pertolongan. Segera menguap dalam keadaan normal dan dapat terbakar dalam keadaan cepat. Mudah meledak atau diledakkan, sensitif terhadap panas dan mekanik.
Angka 3  : Berakibat serius pada keterpaan singkat, meskipun ada pertolongan. Cair atau padat dapat dinyalakan pada suhu biasa. Mudah meledak, tetapi memerlukan penyebab panas panas dan tumbukan kuat.
Angka 2  : Keterpaan intensif dan terus menerus berakibat serius, kecuali ada pertolongan. Perlu sedikit ada pemanasan sebelum bahan dapat dibakar. Tidak stabil, bereaksi hebat, tetapi tidak meledak.
Angka 1 :  Penyebab iritasi atau cedera ringan. Dapat dibakar tetapi memerlukan pemanasan terlebih dahulu. Stabil pada suhu normal, tetapi tidak stabil pada suhu tinggi
Angka 0  : Tidak berbahaya bagi kesehatan meskipun kena panas (api). Bahan tidak dapat dibakar sama sekali. Stabil, tidak reaktif, meskipun klena panas atau suhu tinggi.
  1. Informasi bahan singkat mengenai jenis bahan, wujud, bahaya, serta manfaat nya. Dari informasi singkat dan label bahaya , secara cepat dapat dipahami kehati-hatian dalam menangani bahan kimia tersebut.
  2. Sifat-sifat bahaya
  1. Bahaya keselamatan : Bahaya terhadap kesehatan dinyatakan dalam bahay jangka pendek (akut) dan jangka panjang (kronis). NAB (Nilai ambang Batas) diberikan dalam satuan mg/m3 atau ppm. NAB adalah konsentrasi pencemaran dalam udara yang oleh dihirup seseorang yang bekerja selama 8 jam/hari selama 5 hari. Beberapa data berkaitan dengan bahaya kesehatan juga diberikan yaitu :
  1. LD-50 (lethal doses) : dosis yang berakibat fatal terhadap 50% binatang percobaan mati.
  2. LC-50 (lethal concentration) : konsentrasi yang berakibat fatal terhadap 50% binatang percobaan.
  3. IDLH (immediately dangerous to life and health) : pemaparan yang berbahaya terhadap kehidupan dan kesehatan.
  1. Bahaya kebakaran
Ini termasuk kategori bahan mudah terbakar, dapat dibakar, tidak dapat dibakar atau membakar bahan lain. Kemudahan zat untuk terbakar ditentukan oleh :
  1. Titik nyala : suhu terendah dimana uap zat dapat dinyalakan
  2. Konsentrasi mudah terbakar : daerah konsentrasi uap gas yang dapat dinyalakan. Konsentrasi uap zat terendah yang masih dapat dibakar disebut LFL (low flammable limit) dan konsentrasi tertinggi yang masih dapat dinyalakan disebut UFL (upper flammable limit). Sifat kemudahan membakar bahan lain ditentukan oleh kekuatan oksidasinya.
  3. Titik bakar  : suhu dimana zat terbakar dengan sendirinya.
  1. Sifat – sifat fisika  : merupakan faktor yang dapat mempengaruhi sifat bahaya suatu bahan
  2. Keselamatan dan pengamanan : penanganan dan penyimpanan, tumpahan dan kebocoran , pertolongan pertama, pemadam api.
  3. Informasi lingkungan : menjelaskan bahaya terhadap lingkungan dan bagaimana menangani limbah atau buangan bahan kimia baik berupa padat, cair maupun gas (www.kimianet.lipi.go.id).
  1. MSDS HNO3
  1. Identifikasi Produk


Nama Produk : Asam Nitrat 65 %
Kode Katalog : SLN2161
CAS# : Campuran
RETCS : Tidak Dipakai
TSCA : TSCA 8 (b) persediaan: Air, Asam nitrat, marah
CI # : Tidak dipakai.
Sinonim : Nitric Acid 65%
Nama Kimia : Tidak dipakai.
Rumus Kimia : Tidak dipakai.
  1. Komposisi Bahan
Nama
CAS#
% massa
Air
7732-18-5
35
Asam Nitrat, furning
7697-37-2
65


Data  Toksikologi pada Bahan : Asam nitrat, berasap : UAP (LC50): akut 244 ppm [Rat]. 344 ppm 0.5 hours [Rat]
  1. Identifikasi Bahaya
  • Potensi Efek Kesehatan Akut
Sangat berbahaya jika terjadi kontak langsung dengan kulit (korosive, iritatif), kontak dengan mata (korosive, iritatif), gangguan pencernaan dan gangguan pernafasan. Dalam bentuk cairan atau spray bisa menyebabkan iritasi mata
  • Potensi Efek Kesehatan Kronis
Efek karsinogenik : tidak ada
Efek mutagenik : tidak ada
Efek teratogenik : tidak ada
Senyawa ini dapat meracuni paru-paru, membran mukosa, sistem pernafasan bagian atas, kulit, mata, dan gigi. Jika terlalu lama atau berulang-ulang terkena, maka dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. Jika terlalu lama mengalami kontak dengan uap, maka dapat menimbulkan iritasi mata kronis dan menyebabkan beberapa iritasi kulit. Jika terlalu lama atau berulang-ulang terkena uap, dapat menyebabkan infeksi pernafasan.
  1. Pertolongan Pertama
  • Kontak Mata
Jika kontak dengan mata , basuh mata dengan air paling tidak selama 15 menit. Gunakan air dingin. Dan segera cari pertolongan medis.
  • Kontak Kulit
Jika kontak, bilas bagian yang terkena asam Nitrat dengan air paling tidak 15 menit sambil melepas pakaian yang terkontaminasi. Cuci pakaian  yang terkontaminasi sebelum dipakai lagi.
  • Kontak serius dengan kulit
Cuci dengan sabun desinfektan dan oles  kulit yang terkontaminasi dengan krim anti-bakteri. Carilah segera pertolongan medis.
  • Penghirupan
Jika terhirup, lepaskan ke udara segar.  Jika terjadi gangguan pernapasan, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Segera cari pertolongan  medis.
  • Penghirupan Serius
Evakuasi korban ke daerah yang aman sesegera mungkin. Jika terfjadi kesulitan bernafas, longgarkan pakaian korban dan berikan oksigen. Jika korban tidak bernafas, berikan nafas buatan. AWAS: “hal ini mungkin berbahaya bagi orang yang memberikan nafas buatan sebab bahan-bahan beracun dan korosif dapat terhirup. Segera cari pertolongan medis.
  • Pencernaan
Jika tertelan jangan dimuntahkan kecuali diarahkan oleh ahli medis. Jagan memberikan sesuatu pada mulut korban yang tidadk sadar. Loggarkan pakaian korban. Segera cari pertolongan medis.
  • Pencernaan Serius
Tidak tersedia
  1. Menghindari Kecelakaan
  • Tumpahan kecil : Encerkan dengan air dan diserap dengan kain, atau serap dengan bahan kering yang inert dan tempatkan dalam wadah pembuangan limbah yang sesuai. Jika perlu, netralkan residu dengan larutan Natrium Karbonat encer.
  • Tumpahan banyak : Cairan korosif. Bahan pengoksidasi. Cairan beracun. Tutup kebocoran jika tidak berbahaya. Serap dengan tanah kering, pasir atau bahan yang tidak mudah terbakarb lainnya. Jangan menaruh air di samping wadah. Hindari kontak dengan bahan yang mudah terbakar (kayu, kertas, minyak, kain, dan lain-lain). Jaga kelembaban dengan menggunakan semprotan air. Jangan tumpahkan material. Netralkan residu dengan larutan Natrium karbonat encer.
  1. Penanganan dan Penyimpanan
  • Yang perlu diwaspadai :
Wadah tetap terkunci, dan kering. Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api dan material yang mudah terbakar. Jangan dimakan. Jangan menghirup gas/asap/ uap. Jangan menambahkan air ke bahan ini. Jika ventilasi tidak baik gunakan peralatan pernafasan yang baik. Jika tertelan, segera cari pertolongan medis dan tunjukkan label bahan. Hindari kontak dengan kulit dan mata, jauhkan dari bahan pereduksi, bahan mudah terbakar, bahan organik, logam, asam, alkali, dan panas matahari. Dapat merusak permukaan logam. Simpan dalam drum logam atau drum papan fiber  yang terlapisi menggunakan bagian dalam yang terlapisi polyethylen yang kuat.
  • Penyimpanan :
Jaga wadah dalam keadaan tertutup rapat. Tempatkan wadah di ruang berventilasi dan dingin. Pisahkan dari asam, alkali, agen pereduksi, dan bahan mudah terbakar.
  1. Proteksi Diri
  • Teknis perawatan
Sediakan ventilasi yang kering untuk menjaga kelembaban air dibawah nilai batas. Pastikan keran pencuci mata dan shower keselamatan dapat digunakan dengan baik.
  • Perlindungan Personal
Pelindung wajah. Pelindung tubuh lengkap. Respirator uap. Pastikan memakai respirator yang bersertifikat. Sarung tangan dan sepatu boot dalam keadaan baik.
  • Perlindungan personal saat tumpahan yang banyak
Pakaian praktikum lengkap, respirator uap, boot, sarung tangan. Menggunakan perangkat penutup hidung untuk menghindari terserapnya zat.
  1. Sifat-Sifat Larutan dan Kimia
  • Bentuk fisik dan penampilan : cairan
  • Bau : menyengat
  • Rasa : tak berasa
  • Berat molekul : tidak ada
  • Warna : tak berwarna sampai kuning cerah
  • pH(1% larutan dalam air) : asam
  • Titik didih : 1210 C / 249,80 F
  • Titik leleh : - 41,60 C / -42,9 F
  • Titik Kritis : Tak teridentifikasi
  • Berat jenis : 1,408 (air=1)
  • Tekanan uap : 6 kPa (200 C)
  • Massa jenis uap : 2,5 (air=1)
  • Volatilitas : Tak teridentifikasi
  • Batas Aman uap : 0.29 ppm
  • Koefisien distribusi air/ minyak : Tak teridenfikasi
  • Ionisasi dalam air : Tak teridenfikasi
  • Sifat Dispersi : Larut dalam air, dietil eter,
  • Kelarutan : Mudah larut dalam air dingin,   air hangat, dietil eter.  
  1. Stabilitas dan Reaktivitas
  • Stabilitas : Produk stabil
  • Temperatur yang tidak stabil : Tidak ada
  • Kondisi tidak stabil : Bahan yang tidak cocok
  • Tidak cocok dengan beberapa bahan : Sangat reaktif dengan alkali, bahan pereduksi, bahan yang mudah terbakar, bahan organik, asam, dan logam.
  • Korosivitas : sangat korosif terhadap Aluminium, tembaga. Non-korosif dengan kaca, stainless steel (304/316), kuningan.
  • Keterangan khusus dalam reaktivitas : Pengoksidasi uap. Bereaksi keras dengan alkohol, material organic, turpentin(getah pinus),batubara. Bereaksi keras dengan Aseton  dan Asam sulfat. HNO3 bereaksi dengan air atau uap air untuk memproduksi panas dan racun, korosif, dan uap yang  mudah terbakar.
  • Keterangan khusus dalam korosivitas  : dengan hadirnya bahan pengoksidasi, akan bereaksi dengan semua logam basa kecuali aluminium dan baja kromium. Ini juga bereaksi dengan plastik, karet, dan cat. Tidak merusak perunggu baja, dan seng.
  • Polimerisasi : Tidak terjadi.
  1. Informasi Toksikologi
  • Jalan masuk : langsung terserap dalam kulit. Kontak dengan kulit, mata. Pernafasan dan pencernaan.
  • Efek racun pada hewan : Tidak ada
  • Efek Kronis pada manusia : mengandung material yang menyebabkan kerusakan pada organ seperti paru paru, membran mukosa, sistem pernafasan bagian atas, mata, dan gigi.
  • Efek lain pada manusia : sangat berbahaya pada pernafasan (merusak paru paru), pada kontak kulit, mata , dan pencernaan.
  • Keterangan khusus efek Kronis pada hewan : LDL
  • Keterangan khusus efek Kronis pada manusia : Mengganggu reproduksi, gangguan pada kelahiran dan janin (berdasar data pada hewan).

  1. Informasi Ekologi
  • Pencemaran lingkungan : tidak ada
  • BOD dan COD : tidak ada
  • Pengrusakan lingkungan : mungkin bahaya singkat dari peruraian tidak terlihat, tetapi peruraian dalam jangkan panjang dapat terlihat.
  • Efek racun pada peruraian produk : peruraian produk tidak lebih beracun daripada produk itu sendiri
  • Keterangan lain : tidak ada

0 komentar:

Poskan Komentar