Al-Chemist Ungu

because chemistry is true and this just for you

my lovely chems^orchid

Loading...

BAB V. OBJEK PENILAIAN HASIL BELAJAR KIMIA ASPEK KOGNITIF

Kompetensi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor telah dibahas di bagian depan buku ini. Di berbagai negara, termasuk di Indonesia pembelajaran kimia mengutamakan kompetensi aspek kognitif, walaupun kedua aspek lain tidak diabaikan. Hubungan antara kompetensi dan objek penilaian hasil belajar kimia merupakan hal yang penting bagi seorang guru. Seorang guru harus memahami kompetensi pembelajaran kimia apa yang harus dikembangkan pada diri peserta didik dan teknik serta instrumen penilaian hasil belajar kimia apa yang harus disusun untuk menilai hasil belajar  peserta didik dalam menguasai kompetensi pembelajaran kimia yang telah ditetapkan.
Kompetensi aspek kognitif dalam buku Bloom yang sudah direvisi (Anderson dan Krathwohl , 2001) dibagi menjadi dua dimensi, yaitu dimensi proses kognitif (kata kerja) dan dimensi pengetahuan (kata benda). Dimensi proses kognitif terdiri atas  enam jenjang, dari yang rendah ke yang tinggi yaitu mengingat, mengerti, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Dimensi pengetathuan dibagi menjadi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Dalam penyusunan instrumen penilaian hasil belajar kimia, tidak ada ketentuan yang pasti berapa proporsi aspek mengingat, mengerti, mengaplikasi, menganalisis,  dan mengevaluasi dalam dimensi proses kognitif  tersebut di atas.
 Setelah mempelajari Bab V mahasiswa diharapkan mampu:
1.          memperkirakan perbandingan dimensi proses kognitif soal hasil belajar kimia untuk peserta didik SMA/MA kelas X, XI, dan XII baik soal ulangan maupun soal ujian.
2.           menyusun butir soal kimia  mengingat  pengetahuan faktual kimia (C1, K1)
a.       mengingat pengetahuan terminologi.
b.       mengingat pengetahuan fakta khusus.
c.        mengingat pengetahuan tentang perjanjian dan cara.
d.       mengingat pengetahuan kecenderungan dan urutan.
3.          menyusun butir soal kimia mengingat  pengetahuan konseptual  kimia (C1, K2) :
a.          mengingat pengetahuan klasifikasi dan kategori.
b.          mengingat pengetahuan prinsip dan generalisasi.
c.           mengingat pengetahuan teori dan struktur.
4.       menyusun butir soal kimia  mengingat  pengetahuan prosedural kimia (C1, K3) :
a.       mengingat pengetahuan kriteria.
b.       mengingat pengetahuan metodologi.
5.       menyusun butir soal kimia  mengerti  pengetahuan  konseptual kimia dan prosedural kimia (C2, K2 dan C2, K3) :
a.       melakukan translasi.
b.       melakukan interpretasi.
c.        melakukan ekstrapolasi
6.       menyusun butir soal kimia  mengaplikasikan pengetahuan kimia, baik faktual maupun konseptual (C3, K2 dan C2, K3) .
7.       menyusun butir soal kimia  menganalisis   pengetahuan   metakognitif kimia (C4, K4)
8.       menyusun butir soal kimia kategori mengevaluasi pengetahuan metakognitif kimia (C5, K4)
9.       menyusun butir soal kimia kategori mencipta  pengetahuan metakognitif  kimia (C6, K4).

A.   Objek Penilaian Kompetensi Aspek Kognitif
      Klasifikasi kompetensi pendidikan diketemukan oleh Bloom, dkk (1956)  yang mendefinisikan kompetensi pendidikan dalam tiga kategori : (1) aspek kognitif, (2) aspek afektif, dan (3) aspek psikomotor. Oleh karena tujuan saat ini dinyatakan dalam bentuk kompetensi, maka tujuan dalam bentuk kompetensi juga dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu kompetensi aspek kognitif, aspek aspek afektif, dan aspek psikomotor. Masing-masing aspek didefinisikan sebagai berikut :
a.          Kompetensi aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan mengingat kembali
        pengetahuan.
b.          Kompetensi  aspek afektif berhubungan dengan minat, sikap, dan nilai.
c.           Kompetensi aspek psikomotor berhubungan dengan keterampilan manipulatif dan motorik.
Bab V dan bab selanjutnya sebagian besar membahas kompetensi kognitif yaitu kompetensi pendidikan dan pembelajaran tentang pengetahuan. Sikap, nilai, dan keterampilan motorik juga sangat penting, tetapi tekanan utama dalam sistem persekolahan ialah pada pengetahuan, hal ini nampak apabila diteliti apa yang terjadi di sekolah-sekolah. Keadaan ini akan berlangsung lama, walaupun barangkali perhatian lebih besar telah diberikan (dan seharusnya diberikan) kepada kompetensi-kompetensi afektif dan psikomotor.
Kompetensi kognitif meliputi perilaku seperti " ...mengingat; menalar; memecahkan masalah, membentuk konsep, dan, hingga batas tertentu, berfikir kreatif." Sebagaimana disebutkan di atas, dimensi proses kognitif  dibagi menjadi enam tingkat, yaitu  mengingat, mengerti, mengaplikasi, menganalisis,  mengevaluasi, dan mencipta. Jalan pemikiran yang melatarbelakangi urutan ini ialah bahwa tiap-tiap tingkat dimensi proses kognitif disusun dan meliputi semua tingkat yang mendahului. Seorang peserta didik harus mengingat  (1) dan mengerti pengetahuan kimia (2)  sebelum ia dapat mengaplikasikannya (3), dan seterusnya. Kompetensi kognitif dibagi menjadi dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan, sebagaimana terdapat pada Lampiran 4  dan Lampiran 5, yang menunjukkan keseluruhan struktur taksonomi kompetensi kognitif.        Dalam  kompetensi pembelajaran kimia, dimensi proses kognitif dinyatakan dalam bentuk kata kerja, sedangkan dimensi pengetahuan dinyatakan dalam bentuk kata benda yang menunjukkan tingkat kompleksitas (keluasan dan kedalaman) pengetahuan kimia. Oleh karena hal ini sangat umum, bagian-bagian tersebut akan dilengkapi dengan materi kimia dalam pernyataan kompetensi yang berbentuk indikator pencapaian di setiap contoh soal. Klasifikasi di atas sangat penting sebagai pedoman dalam penyusunan instrumen penilaian hasil belajar kimia.
Untuk masing-masing bagian akan diberikan contoh butir soal, yang berbentuk pilihan ganda kecuali untuk tingkat lima dan enam. Butir soal objektif  pilihan ganda memberikan kemungkinan lebih banyak untuk menilai proses mental yang lebih tinggi daripada bentuk objektif yang lain. Soal-soal uraian sangat sering dipakai untuk tingkat lima dan enam.
Peserta didik SMA/MA  memiliki kemampuan berpikir dari mengingat hingga mencipta. Namun demikian kemampuan pada tingkat tinggi hanya dimiliki, bila guru melatihnya. Hal ini akan tampak dari kompetensi pembelajaran dan penilaian hasil belajarnya. Bila penilaian selalu berisi kemampuan mengenal atau mengingat kembali fakta-fakta kimia, peserta didik akan terbiasa memiliki kemampuan mengenal dan mengingat kembali pengetahuan kimia pada tingkat tersebut. Bila penilaian selalu menuntut kemampuan mengerti, mengaplikasi, menganalisis,   mengevaluasi, dan mencipta peserta didik cenderung berusaha memiliki kemampuan berpikir pengetahuan kimia pada tingkat tersebut.
Untuk memudahkan pembahasan, dalam naskah ini  dipakai notasi C1, C2, C3, C4, C5,  dan C,6,    masing-masing untuk dimensi proses kognitif mengingat, mengerti, mengaplikasi, menganalisis,  mengevaluasi, dan mencipta. Untuk dimensi pengetahuan dipakai notasi K1, K2, K3, dan K4 masing-masing untuk dimensi pengetahuan faktual kimia, konseptual kimia, prosedural kimia, dan metakognitif kimia. Tidak ada aturan yang pasti tentang perbandingan persen masing-masing dimensi proses  kognitif, namun hendaknya diusahakan agar makin tinggi tingkat sekolah makin banyak pula jumlah tingkat dimensi proses kognitif tinggi. Untuk sekolah menengah tingkat atas perbandingan C1, C2, C3, C4,5,6 dapat dipakai pedoman sebagai berikut :
a.       kelas X                           -               60% : 25% : 10% : 5%
b.       kelas XI                         -               50% : 30% : 15% : 5%
c.        klas XII                         -               40% : 30% : 20% : 10%
Tabel 5.1. Kompetensi Kognitif dan Kemungkinan Butir Soal

The Knowledge
Dimension
The Cognitive Process Dimension
1.
Remem-ber (C1)
2.
Under-stand (C2)
3.
Apply (C3)
4.
Analyze (C4)
5.
Evaluate (C5)
6.
Create (C6)
A. Factual
     Knowledge (K1)






B. Conceptual
     Knowledge (K2)






C. Procedural
    Knowledge  (K3)







D. Metacognitive
    Knowledge (K4)






Jenis-butir soal dapat dibagi atas dasar kombinasi dimensi proses kognitif yang diberi simbol C1, C2, C3, C4, C5, dan C6 serta dimensi pengetahuan kimia yang diberi simbol K1, K2, K3, dan K4. Kombinasi tersebut dapat digambarkan dalam Tabel 5.1. Butir soal yang mungkin dapat dibuat terdapat dalam sel Tabel 5.1 tersebut.

B.         Mengingat  Pengetahuan Faktual Kimia (C1, K1)
                Mengingat artinya mendapatkan kembali pengetahuan dari memori yang sudah

lama,  retrieve relevant knowledge from long-term memory. Termasuk dalam hal ini adalah: (a) mengenal (recognizing dan (b) mengingat kembali (recall).
Banyak pengetahuan faktual dalam  ilmu kimia yang harus dipelajari peserta didik. Pengetahuan faktual  ini diklasifikasi menjadi empat, pengetahuan hal-hal khusus yang meliputi (a) pengetahuan terminologi, dan (b) pengetahuan ciri-ciri detail dan unsur-unsur atau fakta khusus; pengetahuan jalan dan cara yang meliputi (c) penge-tahuan perjanjian, dan (d) pengetahuan kecenderungan dan urutan.

1. Mengingat Pengetahuan Terminologi (C1, K1)
     Dalam ilmu kimia terdapat  banyak kata khusus, istilah-istilah kimia khusus, atau terminologi kimia. Guru perlu membuat keputusan mengenai mana dari istilah-istilah kimia khusus ini yang harus dipelajari peserta didik dan bagaimana mereka harus mengingat hal tersebut. Dalam contoh soal berikut tiap butir soal mengharuskan  peserta didik memilih satu jawaban dari alternatif jawaban yang tersedia.
Indikator: Peserta didik dapat mendefinisikan istilah-istilah teknik dengan memberi-
                   kan  simbol,  sifat-sifat, atau hubungannya.
Butir soal: Zat-zat kimia yang mempunyai rumus molekul sama tetapi rumus bangun  
                   berbeda  disebut :
A.    isobar                                              
B.    isotop                                                  
C.    isomer
D.    isomorf
E.     isoterm
Dalam contoh berikut, ada sedikit variasi dan peserta didik diminta untuk memilih suatu frase dari suatu daftar yang berisi empat atau lima frase.
Pada suatu perubahan kimia, selalu terjadi  :
A.         penyerapan panas                                         
B.         perubahan bentuk energi                              
C.         pengeluaran panas
D.         pengurangan berat
E.          pengeluaran panas dan sinar

2.   Mengingat Pengetahuan Fakta Khusus (C1, K1)
Ilmu  kimia berisi sejumlah fakta yang meliputi nama orang, tanggal, perkembangan sejarah, dan penemuan atau penciptaan. Fakta berbeda dengan terminologi oleh karena terminologi merupakan suatu perjanjian atau persetujuan dari para ahli, sedangkan fakta merupakan sesuatu realita (facts and events).
Indikator :            Peserta didik dapat mengingat kembali nama, tanggal, sumber                                              informasi, kejadian, dan   penemuan tertentu.
Butir soal:            Teori atom mula-mula dikemukakan oleh :
A.       Lavoisier                                     
B.       Proust                                           
C.       Dalton
D.       Rutherford
E.        Bohr

3.   Mengingat Pengetahuan Perjanjian tentang Jalan dan Cara (C1, K1)
           Walaupun ada kesulitan membedakan pengetahuan jalan dan cara dari pengetahuan hal-hal khusus untuk klasifikasi, beberapa ciri akan sangat berguna untuk membuat perbedaan ini. Jalan dan cara:
a.          menunjukkan suatu proses,  bukan hasil,
b.          menunjukkan suatu operasi, bukan hasil operasi,
c.           merupakan hasil persesetujuan dan perjanjian, bukan pengetahuan yang secara langsung merupakan hasil observasi, eksperimen, dan penemuan,
d.          merupakan refleksi bagaimana para ahli kimia berfikir  dan  menganalisis
e.           masalah,  bukan hasil pemikiran atau hasil pemecahan masalah.
        Beberapa pengetahuan hanya disusun dari persetujuan antara para ilmuwan, misalnya jenis-jenis reaksi kimia.  Jenis-jenis reaksi kimia seperti oksidasi, netralisasi, nitrasi, adisi, dsb. memiliki arti sama bagi semua ahli kimia. Perjanjian dalam kimia bukan pengetahuan yang diperoleh para ahli dari penyelidikan..
Indikator:             Peserta didik dapat mengklasifikasikan reaksi kimia tertentu, kedalam
golongan reaksi substitusi sederhana, kombinasi sederhana, dekompo-sisi, atau dekomposisi  dobel (metatesa).
Butir soal:            Termasuk golongan reaksi  apakah reaksi berikut?
                Zn(OH)2(aq) + 2  HCl(aq)                                     ZnCl2(aq)  + 2 H2O(l )
A.       dekomposisi                   
B.       dekomposisi ganda         
C.       kombinasi sederhana
D.      substitusi sederhana
E.       substitusi ganda                
      
 4.  Mengingat  Pengetahuan Kecenderungan dan Urutan (C1, K1)
Mengingat kecenderungan dan urutan artinya mengingat kembali urutan kejadian, yaitu tahap-tahap bagaimana sesuatu terjadi atau bagaimana sesuatu telah terjadi selama jangka waktu tertentu. Pada hidrolisis amilum, mula-mula terbentuk polisakarida yang lebih sederhana yang disebut dekstrin. Pada hidrolisis selanjutnya terbentuk disakarida maltosa, dan akhirnya terbentuk monosakarida glukosa.
Indikator:             Peserta didik dapat menentukan apa yang akan terjadi bila tekanan,
                                temperatur, dan volum suatu gas ideal  diubah
Butir soal:            Dengan menganggap volum  tetap, manakah hal berikut yang akan terjadi bila seberat tertentu gas dipanaskan?
A.      tekanan gas  turun                     
B.      tekanan gas  tetap sama                  
C.      gas  mengembun menjadi cair
D.      molekul  gas bergerak lebih cepat
E.       energi kinetik molekul  gas tur

C.  Mengingat Pengetahuan Konseptual  Kimia (C1, K2)
Bagian ini membicarakan konsep-konsep kimia, konsep merupakan generalisasi fakta-fakta sejenis. Dengan menguasai konsep, peserta didik dapat menguasai sejumlah besar fakta khusus. Guru kadang-kadang mempertanyakan  perlu tidaknya fakta-fakta diajarkan. Fakta-fakta seharusnya diajarkan. Pertanyaan yang mendasar ialah bagaimana fakta tersebut diajarkan. Bila fakta-fakta dipelajari tersendiri sukar diingat, tetapi bila dipelajari sebagai bagian dari kesatuan yang lebih besar yaitu konsep jarang dilupakan.


1. Mengingat Pengetahuan Klasifikasi dan Kategori 9C1, K2)
Dalam  kimia dikenal berbagai jenis klasifikasi, seperti klasifikasi unsur dan senyawa, klasifikasi logam dan bukan logam, klasifikasi senyawa organik, anorganik  dan sebagainya.
Indikator:             Peserta didik dapat mengklasifikasikan unsur-unsur atas dasar aktivitas                              elektronnya.
Butir soal:            Manakah dari atom dan molekul zat berikut yang mudah menangkap                                 elektron?
A.      halogen                         
B.      hidrat                                            
C.      logam
D.      non-metal
E.       oksida

2.  Mengingat Pengetahuan Prinsip dan Generalisasi (C1, K2)
Mengingat hal-hal umum tentang kimia dan menguji peserta didik tentang hal tersebut tidak berarti bahwa peserta didik mengingat bagaimana memakainya, tetapi peserta didik harus dapat mengenal atau mengingat kembali hal-hal umum tersebut. Pertanyaan-pertanyaan jenis mengingat kembali yang meminta kepada peserta didik untuk menyatakan prinsip-prinsip atau hukum-hukum kimia tertentu, adalah pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilakukan oleh guru. Pertanyaan demikian mengutamakan  apa yang dikatakan oleh prinsip atau hukum.
Indikator:             Peserta didik dapat mengingat kembali prinsip fotosintesis.
Butir soal:            Manakah di antara reaksi berikut yang menunjukkan reaksi yang benar untuk proses fotosintesis.
  1. 6 CO2  + 6 H2O +  energi                                     C6H12O6  + 6 CO2                   
  2. 6 CO   + 6 H2O +  energi                                     C6H12O6  + 6 O2
  3. 6 CO   + 6 H2O +  sinar matahari                      C6H12O6  + 6 O2             
  4. 6 CO2  + 6 H2O +  sinar matahari                     C6H12O6  + 6 O2
  5. 6 O2     + 6 H2O +  energi                                     C6H12O6  + 6 CO2
Indikator:             Peserta didik dapat menyebutkan prinsip-prinsip dari hukum gas
Butir soal:            Sejumlah massa gas memiliki volum  tetap, tekanan gas dapat dikurangi dengan cara :
A.      memanaskan gas                       
B.      mendinginkan gas                      
C.      menaikkan rapat gas
D.      menurunkan rapat gas
E.       menambah gas lain

3.  Mengingat Pengetahuan Teori dan Struktur (C1, K2)
Hukum-hukum kimia diperoleh secara induktif. Hukum-hukum kimia merupakan generalisasi  prinsi-prinsip yang relevan, prinsip kimia merupakan generalisasi  konsep-konsep kimia, dan  konsep kimia merupakan generalisasi  fakta-fakta kimia yang relevan. Fakta kimia diperoleh secara induktif melalui eksperimen. Teori diperoleh dengan cara deduktif bukan induktif seperti hukum kimia. Teori diperoleh dari hipotesis, dan hipotesis diperoleh dari reasoning. Teori mendasarkan pada asumsi-asumsi dasar tertentu.
Indikator:             Peserta didik dapat mengingat kembali asumsi dasar teori kinetik gas
Butir soal:            Berikut adalah asumsi dasar teori kinetik gas, kecuali.....
  1. molekul gas memiliki volum dan massa sama.
  2. molekul gas merupakan titik bermassa
  3. tumbukan antar molekul lenting sempurna
  4. gaya antar molekul tidak diabaikan .
  5. temperatur absolut berbanding lurus dengan tenaga kinetik molekul gas.

D.  Mengingat Pengetahuan Prosedural Kimia (C1, K3)
 1.  Mengingat Pengetahuan Kriteria (C1, K3)
Pengetahuan kriteria, ialah pengetahuan tentang ukuran atau patokan untuk menentukan  kebenaran tentang hukum, pendapat,  tingkah laku, atau pendugaan.  Salah satu kompetensi  penting bagi guru kimia ialah menbuat peserta didik sadar akan kriteria untuk pendugaan fakta, teori, dan kesimpulan.
Indikator:             Peserta didik dapat mengetahui kriteria yang dipakai ahli kimia untuk
menemukan  apakah suatu zat berupa asam.
Butir soal:            Suatu zat berupa asam bila memenuhi syarat berikut .....

A.         mengubah fenolftalein menjadi merah   
B.         berdisosiasi menghasilkan ion hidrogen   
C.         mengubah lakmus menjadi biru
D.         akan menghasilkan ion OH-
E.          selalu membentuk garam

 2.  Mengingat Pengetahuan Metodologi (C1, K3)
Pengetahuan metodologi ialah  pengetahuan  tentang teknik yang diperlukan dalam bidang inkuiri khusus, yang kadang-kadang unik atau tunggal. Peserta didik tidak perlu dapat menerapkan atau memakai metode inkuiri ini, tetapi ia harus tahu apakah metode tersebut. Apakah ciri-ciri metode ilmiah yang dipakai dalam kimia? Bagaimana tabel periodik dipakai dalam kimia? Adakah cara untuk memperkirakan umur fosil?
Indikator:             Peserta didik dapat mengetahui bagaimana cara menentukan rumus suatu senyawa.
Butir soal:            Suatu senyawa dengan rumus empiris, C2H5O, mempunyai massa molekul relatif 90 (C = 12, H = 1, O = 12)  Rumus molekul senyawa tersebut ialah:
A.      C2H5O                    
B.      C3H6O3                   
C.      C4H10O2
D.      C5H14O
E.       C6H15O3 

E. Mengerti Pengetahuan Faktual dan Konseptual Kimia (C2, K2)
        Mengerti artinya mampu mengonstruksi arti dari pesan pembelajaran, meliputi komunikasi lisan, tertulis, dan grafis (Construct meaning from instructional messages, including oral, written, and graphic communication). Mengerti merupakan dimensi proses  kognitif satu tingkat di atas mengingat, dalam hal ini peserta didik harus mengetahui fakta-fakta tertentu bila ia hendak mengerti konsep-konsep yang dikembangkan dari saling hubungan diantaranya. Sebagai akibatnya, peserta didik harus memiliki fakta-fakta ini dalam bentuk terorganisasi dalam fikirannya. Apakah peserta didik telah mengerti apa yang mereka lihat atau mereka kerjakan dapat diuji melalui tiga cara, yaitu dengan melakukan (1) translasi, (2) interpretasi, dan (3) ekstrapolasi. Kata kerja yang dapat dipakai antara lain:
a.             memberi contoh (exemplifying)
b.             mengklasifikasi (classifying)
c.              merangkum (summarizing)
d.             menyimpulkan (inferring)
e.              membandingkan (comparing)
f.              menginterpretasi (interpratingm
g.              menerangkan (explaining)

1.   Melakukan Translasi Pengetahuan Kimia (C2, K2)
        Translasi ialah kemampuan peserta didik untuk menyatakan dengan perkataan sendiri atau menguraikan dengan istilah lain, pengetahuan faktual atau konseptual kimia  yang telah diterimanya. Berikut adalah contoh kemampuan khusus yang diklasifikasikan ke dalam translasi.
 a.  Variasi pertama:  Butir soal berbentuk soal uraian terbatas sederhana
      Indikator :Peserta didik dapat menyatakan suatu masalah dengan                                                                                 perkataannya  sendiri.
      Butir soal: Jelaskan secara singkat dengan perkataanmu sendiri tiap istilah                                 berikut: (a) netralisasi, (b) polimerisasi, (c) hibridisasi, (d) nitrasi
b.  Variasi kedua:  Guru juga dapat menguji kemampuan peserta didik untuk
                                melakukan translasi istilah/ konsep, dengan pertanyaan bentuk pilihan                                ganda.   
Indikator:       Peserta didik dapat mengenal istilah-istilah atau konsep-konsep  yang                  telah ditranslasikan ke dalam perkataan yang berbeda-beda.
    Butir soal:Reaksi antara gas hidrogen dengan gas klorn, membentuk gas  hidrogen                       klorida,  dilakukan dalam bejana tertutup dengan temperatur awal 25 oC                    dan tekanan 1 atmosfer. Anggaplah bahwa  semua gas  H2 dan gas Cl2                          bereaksi menurut:                                                                                                                                                               2 HCl (g) + panas                   H2 (g) + Cl2 (g
Persamaan reaksi kimia di atas menunjukkan hal-hal berikut, kecuali:
  1. jumlah hidrogen dan klorn yang dipergunakan per satuan waktu
  2. massa tidak berubah ketika hidrogen bereaksi dengan klorin
  3. atom-atom tidak berubah ketika hidrogen bereaksi dengan klorin
  4. sebuah senyawa baru terbentuk dalam reaksi
  5. reaksi eksoterm
c.   Variasi ketiga               :  Peserta didik  diminta memberi contoh
Indikator      : Peserta didik dapat menerangkan suatu abstraksi dengan
   memberikan satu atau lebih contoh.
     Butir soal        : Apakah arti reaksi eksoterm? Berikan tiga contoh.                           
d.   Variasi  keempat:  Peserta didik diuji kemampuannya menyatakan hubungan
variabel yang terdapat di dalam diagram,  hubungan tersebut  harus dinyatakan dengan kata-kata.
     Indikator:           Peserta didik dapat menyatakan dengan kata-kata hubungan yang
    terdapat dalam suatu diagram.
               89                                           
                                                                                                            Z                                                                                  
               64                                                                                         
Energi                        
Potensial                                                                                X             Y
kkal/mol                         
HF            0
                
Koordinat reaksi

Butir soal:                Berikut adalah diagram energi potensial dari reaksi:
1/2H2 (g) + 1/2F2 (g)                         HF (g)    ∆ H = -64 kkal 
Manakah pernyataan mengenai hubungan energi dari sistem di atas yang salah:
  1. kalor reaksi permol hidrogen fluorida dinyatakan dengan X
  2. reaksi tersebut eksoterm
  3. kalor reaksi besarnya 64 kkal permol gas fluorin
  4. energi aktivasi untuk reaksi balik besarnya 89 kkal permol HF yang dipakai.
  5. energi aktivasi permol HF yang terbentuk besarnya 25 kkal
e.  Variasi kelima:   Peserta didik diuji kemampuannya menyatakan hubungan  antar                       variabel yang terdapat dalam tabel, yang dinyatakan dengan kata-kata.
Indikator:    Peserta didik dapat memilih pernyataan verbal dari hubungan yang
                            terdapat dalam suatu tabel.
Butir soal :   Tabel berikut menyatakan data observasi suatu gas yang mengikuti
                       hukum  gas P = kT/V
P (atm)
1
2,4
5,6
8
V (Liter)
200
100
50
40
T (o K )
150
180
210
240
Harga k dalam persamaan di atas ialah:
A.       2       
B.       1 1/2
C.       1 1/3             
D.       1
E.         3/4
f. Variasi keenam:             Peserta didik diuji kemampuannya menyatakan arti secara
                                                verbal hukum atau hubungan yang dinyatakan secara simbolik.
Indikator: Peserta didik  mampu menyatakan  dalam bentuk kata-kata,  prinsip- prinsip atau hukum  yang dinyatakan dalam bentuk simbolik.
Butir soal: Terangkan tiap-tiap reaksi berikut, apakah reaksi tersebut eksoterm
                        atau endoterm, dan apakah reaksi tersebut berupa reaksi netralisasi,
                        ionisasi, atau dekomposisi.
A.         C  +  O2                                         CO2                    ∆  H = - 84.400 kal
B.         KNO3                                             K+      +  NO3-    ∆  H = -   8.500 kal
C.         NaOH  + HCl                    NaCl  +  H2O      ∆ H = - 13.700 kal
D.         2 H2O                                 2 H2    +  O2        ∆ H =+116.800 kal
Pada butir soal di atas, guru memberikan rumus atau diagram dan peserta didik diminta untuk menyatakan dalam bentuk kata-kata.
g. Variasi ke tujuh:            Guru memberikan hukum-hukum atau  prinsip-prinsip dan
     peserta didik diminta untuk menyatakan secara simbolik. Pendekatan berikut juga
     termasuk translasi.
      Indikator:     Peserta didik dapat mengubah hubungan yang dinyatakan dalam 
                             bentuk kata-kata menjadi istilah matematik.

      Butir soal:    Nyatakan dengan persamaan kimia pembuatan laboratoris oksigen
                            dengan mereaksikan  padatan kalium klorat dan mangan dioksida.
Di samping contoh-contoh di atas, translasi dapat mempunyai berbagai bentuk, beberapa diantaranya mempunyai bentuk yang lebih rumit daripada yang lain. Walaupun demikian bentuk-bentuk di atas merupakan bentuk-bentuk yang penting dalam translasi.
2.    Melakukan Interpretasi (C2, K3)
Interpretasi ialah kemampuan peserta didik memanipulasikan translasi. Jadi interpretasi ialah kemampuan peserta didik untuk melakukan translasi dan mengidentifikasi serta memahami ide mayor yang terdapat di dalamnya mengerti saling hubungan satu dengan lainnya. Apa yang harus diinterpretasikan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, dalam bentuk kalimat, tabel, chart, grafik, dan sebagainya. Format jawaban dapat objektif atau subjektif.
     Indikator:     Peserta didik dapat menerangkan suatu gejala, dengan mengingat
                            bahwa peserta didik telah  mengetahui sifat-sifat zat kimia tertentu.
     Butir soal:    Tabung reaksi kosong diisi gas HCl, ditutup dengan ibu jari, dan
                            dimasukkan terbalik ke dalam air. Ketika ibu jari dilepas, airdengan
                            cepat masuk ke dalam tabung reaksi. Hal ini disebabkan karena:
  1. air yang masuk ke dalam tabung menekan gas HCl
  2. air yang masuk ke dalam tabung menguap
  3. gas HCl ketika berhubungan dengan air, terlarut
  4. gas HCl berdifusi ke dalam air dan menekan air ke atas

3. Melakukan Ekstrapolasi (C2, K3)
                Ekstrapolasi ialah kemampuan peserta didik untuk keluar dari batas-batas data atau informasi yang diberikan, membuat aplikasi yang benar, dan memperluas data atau informasi tadi. Perluasan ini umumnya:
a.   perluasan  dimensi waktu, yaitu usaha untuk memperluas  kecenderungan atau tendensi ke periode waktu yang lain;
a.       perluasan dari suatu topik ke topik lain yang relevan
b.       perluasan dari khusus ke umum atau dari umum ke khusus.
Indikator :   Peserta didik dapat mengadakan perkiraan yang dapat diterima
Butir soal :   Bila sejumlah massa gas dipanaskan, manakah dari hal berikut benar?
A.      volume gas harus bertambah besar
B.      rapat gas harus bertambah besar
C.      tekanan gas harus bertambah besar
D.      volume gas mungkin bertambah besar
E.       berat mungkin berubah

F.  Objek Penilaian Dimensi Proses  Kognitif Tingkat Tinggi Kimia
Dalam urutan kompleksitas yang makin tinggi, tingkat kognitif ini ialah:            (1) kemampuan mengaplikasikan, (2) kemampuan menganalisis, (3) kemampuan mengevaluasi, dan (4) kemampuan mencipta pengetahuan kimia. Dari keempat kategori ini, kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan kimia merupakan kategori yang paling sering dipakai untuk menguji peserta didik oleh sejumlah besar guru.

1. Kemampuan Mengaplikasikan Pengetahuan Kimia Konseptual dan Prosedural (C3, K2 dan C3, K3)
Tingkat ketiga dalam kategori hirarkhi kompetensi kognitif ialah kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan, dilandasi oleh kategori pertama dan kedua yaitu mengingat dan mengerti. Dalam hal ini peserta didik dituntut tidak hanya mengingat dan mengerti pengetahuan kimia, tetapi  juga harus dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diingat dan dimengerti untuk memecahkan masalah baru dalam situasi baru.
"Situasi baru" berarti situasi yang sama sekali baru bagi peserta didik. Hal ini kadang-kadang sukar ditentukan, oleh karena suatu situasi dapat merupakan hal baru bagi seorang peserta didik, tetapi merupakan hal yang telah dikenal bagi peserta didik yang lain. Oleh karena itu, tingkat tanggapan yang diperlukan dari tiap-tiap peserta didik berbeda. Untuk peserta didik yang sebelumnya telah mengenal masalahnya, pemecahan masalah tersebut hanya memerlukan ingatan kembali sederhana pengetahuan kimia. Bagi peserta didik yang belum mengenal masalahnya, tetapi yang dapat mengidentifikasikan prinsip-prinsip yang ada dan kemudian mengaplikasikan dalam pemecahan masalah, diperlukan dimensi proses kognitif tingkat tinggi yaitu mengaplikasi kan pengetahuan.
Oleh karena besarnya variasi kemampuan dan pengetahuan peserta didik dalam satu kelas, sangat sukar untuk memilih suatu masalah yang benar-benar baru bagi semua peserta didik. Namun demikian guru biasanya dapat memilih masalah sedemikian, sehingga hanya beberapa peserta didik saja yang benar-benar telah mengenalnya.
Antara mengerti dan mengaplikasikan pengetahuan kadang-kadang juga sukar dibedakan. Perbedaannya ialah bahwa peserta didik yang mengerti berarti dapat mengaplikasikan pengetahuan kimia bila ada dorongan dari luar. Sebaliknya peserta didik yang mempunyai kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan akan dengan sendirinya mengetahui prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya dan dapat memilih cara yang benar untuk memecahkan masalahnya.
Peserta didik yang mengetahui suatu materi kimia dan dapat menceriterakan kembali hal tersebut kepada guru berarti memiliki kemampuan mengingat pengetahuan kimia. Peserta didik yang diberi tahu tentang aplikasi prinsip tertentu dan dapat mengaplikasikan prinsip tersebut, berarti peserta didik memiliki kemampuan mengerti pengetahuan kimia. Peserta didik yang dapat mengidentifikasi idea yang ada dan secara benar mengaplikasikan aturan atau prinsip berarti memiliki  kemampuan mengaplikasikan pengetahuan kimia.
Pengetahuan kimia mana yang dapat diaplikasikan oleh peserta didik? Pengetahuan kimia tersebut adalah pengetahuan konseptual dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan faktual tidak perlu diaplikasikan, sementara pengetahuan metakognitif memerlukan dimensi proses kognitif lebih tinggi.
Indikator:     Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan konseptual untuk            memecahkan masalah baru dalam situasi baru.
Butir soal 1:         Suatu zat pada uji dengan kobal nitrat membentuk mutu berwarna                                       biru. Bila zat ini  diuji dengan larutan barium klorida asam, membentuk                    endapan putih. Zat tersebut ialah:
A.      aluminium sulfat                
B.      tembaga(II) karbonat        
C.      kalsium klorida
D.      magnesium nitrat
E.       seng sulfida
Indikator : Peserta didik dapat memisahkan campuran kation yang ada dalam suatu larutan dengan ekperimen sederhana.
Butir soal 2:  Suatu larutan berisi campuran ion Cu2+, Ag+, dan Fe2+,  pisahkan ketiga ion tersebut dengan eksperimen sederhana.

2. Kemampuan Menganalisis Pengetahuan Kimia Metakognitif  (C4, K4)
Menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta merupakan dimensi proses kognitif paling tinggi. Objek dimensi mpengetahuan berkenaan dengan hal ini adalah dimensi pengetahuan metakognitif, antara lain pengetahuan keterampilan pemecahkan masalah, pengambilan keputusan, berpikir kritis, dan berpikir kreatif.
Mengnalisis adalah keterampilan peserta didik untuk memecahkan idea atau permasalahan menjadi bagian-bagiannya dan menunjukkan bahwa peserta didik mengerti hubungannya.  Objek yang dianalisis adalah  aspek kognitif dimensi pengetahuan metakognitif, antara lain pengetahuan keterampilan memecahkan masalah, mengambil keputusan, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Jenis-jenis butir soal yang dapat disusun oleh guru telah diklasifikasikan menjadi tiga sub kategori, yaitu menganalisis unsur-unsur, menganalisis hubungan-hubungan, dan menganalisis  prinsip-prinsip dan organisasi
a. Analisis unsur-unsur
    Menganalisis sesuatu adalah memisahkan hal tersebut menjadi bagian-bagiannya atau  unsur-unsurnya.
Indikator:  Peserta didik mampu menentukan asumsi-asumsi.
Butir soal:            Bila gas tidak dikenal dimasukkan ke dalam air kapur yang jernih, Ca(OH)2, terbentuk endapan putih. Gas tersebut dapat diasumsikan karbondioksida dengan alasan:
A.      semua yang di bawah ini benar
B.      tidak ada gas lain membentuk endapan putih dengan air kapur
C.      gas tersebut tidak bereaksi dengan air kapur
D.      tidak ada zat lain membentuk endapan putih dengan CO2
E.       tidak ada perubahan temperatur yang nyata pada air kapur
Dari contoh di atas dapat dilihat, bahwa agar peserta didik dapat menjawab pertanyaan tersebut peserta didik harus berfikir. Mula-mula peserta didik harus tahu fakta-fakta tertentu tentang air kapur dan mengerti bagaimana zat ini bereaksi secara dengan gas karbondioksida. Kemudian ia harus mampu mengaplikasikan pengetahuan dan pengertian ini dalam permasalahan di atas.
b. Analisis hubungan-hubungan
Hubungan dapat berupa hubungan antara kenyataan dan hipotesis; hubungan antara kenyataan dan konklusi; hubungan antara hipotesis dan konklusi; hubungan antara sebab dan akibat.
Indikator:              Peserta didik dapat menetapkan hubungan sebab-akibat.
Butir soal:             Tembaga dapat larut dalam asam sulfat pekat,
sebab
asam sulfat pekat merupakan asam kuat.
Jawablah:
A.      pernyataan benar sebab benar, ada hubungan
B.      pernyataan benar sebab benar, tidak ada hubungan
C.      pernyataan benar, sebab salah
D.      pernyataan salah, sebab benar
E.       pernyataan salah, sebab salah
c. Analisis prinsip-prinsip organisasi
    Jenis soal ini jarang dijumpai, oleh karena biasanya berbentuk tugas untuk melakukan analisis prinsip organisasi pengetahuan kimia. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh mahasiswa. Fisika, kimia, dan biologi merupakan rumpun IPA. Mahasiswa dapat diminta melakukan analisis hubungan antara ketiganya dilihat dari organisasi dan struktur keilmuannya.
3. Kemampuan Mengvaluasi Pengetahuan Kimia Metakognitif (C5, K4)
Mengevaluasi adalah membuat pendugaan atas dasar kriteria satndar. Mengevaluasi menuntut pengetahuan yang  lebih kompleks dari semua kategori yang sudah dibicarakan. Dalam berbagai kombinasi mengevaluasi meliputi kemampuan mengingat, mengerti, mengaplikasikan dan menganalisis.  Peserta didik dituntut membuat pendugaan dengan suatu bukti. Dalam mempertimbangkan bukti, peserta didik harus memakai kriteria.
a.  Evaluasi atas dasar kriteria internal
Indikatori:             Peserta didik dapat menentukan kategori silogisme yang valid.
Butir soal:             Semua garam natrium larut dalam air.
Semua sabun adalah garam natrium.
Apakah semua sabun larut dalam air ?.
b. Evaluasi atas dasar kriteria eksternal
Indikator:              Peserta didik dapat mengevaluasi teori tertentu atas dasar
                                 kriteria khusus.
Butir soal:             Teori atom Dalton adalah:
A.      Suatu cantoh bagus tentang kebenaran absolut
B.      Suatu contoh bagus tentang pandangan kimia yang statis
C.      Betul dan menunjang lebih  banyak penemuan kimia
D.      Sebagian salah tetapi menunjang lebih banyak penemuan kimia
E.       Tidak betul dan tidak salah. Tidak satupun telah dikerjakannya
4.  Mengukur Kemampuan Mencipta Pengetahuan Kimia Metakognitif (C6, K4)
Mencipta adalah kebalikan dari menganalisis. Dalam menganalisis peserta didik memisahkan sesuatu kesatuan menjadi unsur-unsurnya, sedang dalam mencipta peserta didik menyatukan unsur-unsur membentuk suatu pola baru. Tiga sub kategori dari mencipta ialah: (1) pembentukan suatu komunikasi khusus, (2) pembentukan suatu rencana atau usulan operasi, dan (3) penurunan suatu hubungan abstrak.
a. Pembentukan suatu komunikasi khusus
Pembentukan komunikasi khusus meliputi kemampuan-kemampuan seperti menulis cerita fiksi kimia, menceriterakan suatu kejadian, atau berbicara pada kesempatan tertentu. Hal ini dapat berupa penulisan kasus sejarah untuk dipresentasikan kepada suatu kelompok.
Indikator:             Peserta didik dapat menyusun makalah di bidang kimia.
Butir soal:            Susunlah suatu makalah dengan tema mengatasi pencemaran  lingkungan alam di kota Anda.
b. Pembentukan suatu rencana atau usulan suatu operasi
Guru melatih meningkatkan kemampuan peserta didik untuk merancang cara menguji hipotesis dan berusaha mengembangkan jenis inkuiri ini dengan berbagai cara. Guru berusaha melibatkan peserta didiknya dalam rencana operasi yang dibuat bersama guru-peserta didik.
Indikator:             Peserta didik mampu merancang alat distilasi
Butir soal:            Buatlah rancangan alat distilasi untuk melakukan distilasi minyak cengkeh dari daunpohon  cengkeh.
c. Penurunan suatu hubungan abstrak
Dalam butir soal jenis ini, peserta didik diminta menganalisis gejala kemudian merumuskan hipotesis untuk menjelaskan faktor-faktor yang terlibat.
Indikator:              Peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor yang terlibat, memilih hipotesis yang benar untuk menerangkan gejala, dan menyokong pemikirannya.
Butir soal:             Gas X dan Y yang kering mudah bereaksi bila dicampur di dalam labu gelas. Namun demikian apabila sebelum gas dimasukkan, labu dipanaskan kuat dan didinginkan, tidak ada reaksi yang terjadi. Apa hubungan antara tidak terjadinga reaksi dengan pemanasan labu.

0 komentar:

Poskan Komentar