Al-Chemist Ungu

tentang Pendidikan dan Kimia

SILIKON

hai...baca-baca koran eh tiba2 baca kandungan di dalam abu vulkanik merapi, ah ada yang namanya silika,,hduuhhh...jadi penasaran degh apa yang namanya silika, apa aja si unsur pembentuknya, gmana sifat-sifatnya.. tyus searching degh.. then nemu ni artikel di duniakimia.blogspot.com   (dibaca yaaa...sape tau b'guna,,)


SILIKON

Silikon (Latin: silicium) merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol Si dan nomor atom 14. Ia merupakan unsur kedua paling berlimpah setelah oksigen di dalam kerak Bumi, mencapai hampir 25.7% . Unsur kimia ini ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius. Terdapat dialam dalam bentuk tanah liat, granit, kuartza dan pasir,kebanyakan dalam bentuk silikon dioksida (dikenal sebagai silika) dan dalam bentuk silikat.
Silikon adalah polimer nonorganik yang bervariasi, dari cairan, gel, karet, hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silikon: tak berbau, tak berwarna, kedap air, serta tak rusak akibat bahan kimia dan proses oksidasi, tahan dalam suhu tinggi, serta tidak dapat menghantarkan listrik.
A. Analisis Sifat-sifat Kimia dan Fisika














1. Sifat Fisika
Konfigurasi
[Ne] 3
S23P2
Fase
Solid
Titik leleh
1687 K (14100 C, 5909 0F)
Titik didih
3538 K (2
355 0C,
5909 0F)


Distribusi Elektron
8,2
Energi Pen
gionan, eV/atm
8,2
Jari-jari kovalen atom
790 (1,17
A0)
Jari-jari ion
0,41 (Si4+)
Keelektronegatifan
1,8
Berat atom standar
28,085 g.mol-1
Bahan beku
50,21 KJ.mol-1
Kapasitas bahan
(250C) 19,789 J.mol.K-1
Bahan pe
nguapan
359 KJ.mol
-
1
Energi ikat diri, KJ mol-1
210-250
2. Sifat Kimia
silikon 









ikatan kristal dan padatan silikon 

SilikSilikon murni berwujud padat seperti logam dengan titik lebur 14100C. silikon dikulit bumi terdapat dalam berbagai bentuk silikat, yaitu senyawa silikon dengan oksigen. Unsur ini dapat dibuat dari silikon dioksida (SiO2) yang terdapat dalam pasir, melalui reaksi:
SiO2(
s) + 2C(s) → Si(s) + 2CO(g)

Silikon murni berstruktur seperti Intan ( tetrahedral) sehingga sangat keras dan tidak menghantarkan listrik, jika dicampur dengan sedikit unsur lain, seperti alumunium (Al) atau boron (B). silikon bersifat semikonduktor (sedikit menghantarkan listrik), yang diperlukan dalam berbagai peralatan, elektronik, seperti kalkulator dan Komputer. Itulah sebabnya silikon merupakan zat yang sangat penting dalam dunia modern. Untuk itu dibutuhkan silikon yang kemurniannya sangat tinggi dan dapat dihasilkan dengan reaksi: 
SiCl4(g) + 2H2(g) → Si(s) + 4HCl(g)
Jari-jari silikon lebih besar dari karbon, sehingga tidak dapat membentuk ikatan π (rangkap dua atau tiga) sesamanya, hanya ikatan tunggal (σ). Karena itu silikon tidak reaktif pada suhu kamar dan tidak bereaksi dengan asam, tetapi dapat bereaksi dengan basa kuat seperti NaOH.
Si(s) + 4OH-(aq) → SiO4(aq) + 2H2(g)
Pada suhu tinggi, silikon dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrida, dan dengan halogen membentuk halide, seperti:
Si(s) + 2H2 → SiH4
Si(s) + 2Cl2 → SiCl4
Batuan dan mineral yang mengandung silikon, umumnya merupakan zat padat yang mempunyai titik tinggi, keras, yang setiap keping darinya merupakan suatu kisi yang kontinu terdiri dari atom-atom yang terikat erat. Sebuah contoh dari zat padat demikian, adalah silikon dioksida, yang terdapat dialam dalam bentuk kuarsa, aqata (akik), pasir, dan seterusnya.


ikatan silikon dioksida





a. Reaksi dengan Halogen
Silikon bereaksi dengan halogen secara umum, bahkan sampai terbakar dalam gas flour (menggunakan suatu atom halogen).
Si + 2X2 → SiX4
b. Asam-oksi yang umum
Bila dipanaskan dalam udara, unsur ini bereaksi dengan oksigen dalam reaksi pembakaran yang sangat eksotermik untuk membentuk oksida SiO2, pada hakikatnya tidak reaktif dengan air pada suhu-suhu biasa. Namun, dua asam silikat sederhana adalah asam ortosilikat, H4SiO4, dan asam metasilikat, H2SiO3. Kedua senyawa ini praktis dan larut dalam air, tetapi mereka memang bereaksi dengan basa.
Contohnya:
H4SiO4(s) + 4 NaOH(aq) → Na4SiO4(aq) + H2O(aq)
(nartium ortosilikat)
Bila kering seBagian (parsial) asam silikat disebut gel silika (suatu asam yang agak mirip dengan garam buatan, NaCl). Dalam bentuk ini ia mempunyai kapasitas menyerap yang besar terhadap uap air, belerang dioksida, asam sitrat, benzena dan zat-zat lain, ia digunakan secara luas sebagai bahan untuk menghilangkan kelembaban dalam wadah-wadah kecil yang tertutup.
Garam-garam asam oksi dari kedua asam silikat tadi meliputi;
Na2SiO3 natrium metasilikat
Na4SiO4 natrium ortosilikat
Mg2SiO4 magnesium ortosilikat
LiAl(SiO3)2 litium alumunium metasilikat
Semua silikat ini kecuali silikat dari Na+, K+, Rb+, Cs+, dan NH4+, praktis tidak larut dalam air.
Semua silikat yang larut, membentuk larutan yang berasifat basa bila dilarutkan dalam air. Ion SiO32-, bertindak sebagai basa dengan menghilangkan proton dari air.
SiO32-(aq) + H2O(aq) → HSiO3-(aq) + OH-(aq)
Suatu sifat kimia yang penting dari silikon adalah kecenderungan yang membentuk molekul yang signifikan besar. Silikon cenderung membentuk ikatan tunggal (masing-masing membentuk 4 dan 3 ikatan tunggal). Silikon membentuk molekul-molekul dan ion-ion raksasa, atom oksigen membentuk kedudukan yang berselang-seling.
B. Karakteristik silikon
Atom silikon seperti halnya atom karbon, dapat membentuk empat ikatan secara serentak silikon dalam susunan petrahedral, unsur Si mengkristal dengan struktur kubus pusat muka (fcc) seperti intan, silikon bersifat semi konduktor. Dalam siloka SiO2, setiap atom Si terikat pada empat atom O dan tiap atom O terikat pada dua atom Si. Susunan struktur tersebut membentuk jaringan yang sangat besar, yaitu struktur kristal kovalen raksasa (seperti intan). Kuarsa mempunyai titik leleh tinggi dan bersifat insulator. Kuarsa merupakan bentuk umum untuk silika namun, sesungguhnya bentuk-bentuk silika lain banyak, sehingga umumnya disebut mineral silika. Sebagian besar silika tidak larut dalam air. Hanya silikat dari logam alkali yang dapat diperoleh sebagai senyawa yang larut dalam air. Sifat umum dari mineral silikat adalah kekomplekan anion silikatnya, namun struktur dasarnya merupakan tetrahedral sederhana dari empat atom O disekitar atom pusat Si, tetrahedral ini dapat berupa:
· Unit terpisah
· Bergabung menjadi rantai atau cincin dari 2,3,4 atau 6 gugus
· Bergabung membentuk rantai tunggal yang panjang atau rantai ganda
· Tersusun dalam lembaran
· Terikat menjadi kerangka tiga dimensi
SiO44-(aq) + 4H+(aq) → Si(OH)4(aq)
C. Reaktifitas silikon dan senyawanya
Kereaktifan silikon sama halnya dengan boron dan karbon yaitu sangat tak reaktif pada suhu biasa. Bila mereka bereaksi, tak ada kecendrungan dari atom-atom mereka untuk kehilangan elektron-elektron terluar dan membentuk kation sederhana, seperti B3+, C4+ dan Si4+. Ion-ion kecil ini akan mempunyai rapatan muatan begitu tinggi, sehingga eksistensinya tidaklah mungkin. Namun atom-atom ini biasanya bereaksi dengan persekutuan antara elektron merekamembentuk ikatan kovalen. Bila dipanaskan dalam udara, unsur-unsur itu bereaksi dengan oksigen dalam reaksi pembakaran yang sangat eksotermik untuk membentuk oksida B2O3, CO2 dan SiO2,Ketiga oksida ini bersifat asam.
SiO2 pada hakikatnya tidak reaktif dengan air pada suhu-suhu biasa. Namun dua asam silikat sederhana adalah asam ortosilikat, H4SiO4 dan asam metasilikat, H2SiO3- Kedua senyawa ini praktis tak larut dalam air, tetapi mereka bereaksi dengan basa, contohnya
H4SiO4(s) + 4NaOH(aq) → Na4SiO4(aq) + 4H2O(aq)
Bila kering sebagian (parsial), asam silikat disebut gel silika (suatu bahan yang agak mirip dengan garam batuan, NaCl). Dalam bentuk ini, ia mempunyai kapasitas menyerap yang besar terhadap uap air, belerang dioksida, asam nitrat, benzena dan zat-zat lain. Ia digunakan secara luas sebagai bahan untuk menghilangkan kelembaban dalam wadah-wadah kecil.
D. Kegunaan silikon dan senyawa silikon
1. Penggunaan penting silikon
Penggunaan penting dari silikon adalah dalam pembuatan transistor, chips, komputer dan sel surya. Untuk tujuan itu diperlukan silikon ultra murni. Silikon juga digunakan dalam berbagai jenis alise dengan besi (baja). Sedangkan senyawa silikon digunakan dalam industri. Silica dan silikat digunakan untuk membuat gelas, keramik, porselin dan semen.
Larutan pekat natrium silikat (Na2SiO3), suatu zat padat amorf yang tidak berwarna, yang disebut water glass, digunakan untuk pengawetan telur dan sebagai perekat, juga sebagai bahan pengisi (fillir) dalam detergent.
Silikon karbida (SiC), merupakan zat padat yang sangat keras digunakan untuk ampelas (abrasive) dan pelindung untuk pesawat ulang alik terhadap suhu yang tinggi sewaktu kembali kebumi. Silica gel, suatu zat padat amorf yang sangat berfori, dibuat dengan melepas sebagian air dari asam silikat (H2SiO3) atau (SiO2H2O). silica gel bersifat higroskopis (mengikat air) sehingga digunakan sebagai pengering dalam berbagai macam produk.
Bahan-bahan yang mengandung silikon yang dikenal baik
a. Keramik.
b. Semen
c. Kaca
d. Silikon
e. Zeolit
A. Penyalahgunaan Silikon
Di masyarakat, kata silikon bukan lagi hal yang tabu terutama di bidang kecantikan. Penggunaan silikon khususnya yang cair sudah di larang oleh pemerintah sejak tahun 1970. Namun hingga kini masih saja terjadi penyalahgunaan penyuntikan untuk tujuan mempercantik bagian tubuh tertentu para wanita. Hal ini di lakukan karena kurangnya pengetahuan terhadap silikon itu sendiri. Penyuntikan silikon cair tidak mengakibatkan kematian, tetapi dapat mengakibatkan kerusakan jaringan yang bersifat permanen. Kerusakan tersebut terjadi karena silikon cair yang disuntikkan langsung ke dalam tubuh seperti sifat cairan umumnya akan mencari tempat yang rendah. Sebagian silikon mungkin berkumpul di tempat- tempat tertentu sehingga membentuk benjolan.
Silikon bentuk cair dalam dunia medis, menurut dr. Donny V. Istiantoro dari Jakarta Eye Center, digunakan dalam operasi retina. Retina dapat lepas dari posisinya karena berbagai faktor, sehingga perlu dibantu perlekatannya dengan silikon cair.

VOLCANOES ASH

Hmmm.. I was so miss to write my mind again. More than 5 days, I was in my home, no electrical here because of Merapi’s eruption in 5th November ago.. this years, Merapi volcanoes erupt again, first on October, 26th, then the biggest was in November 5th.
 It’s eruption not only felt by the society around this mount, but also until the other area, like Garut and Ciamis. But the biggest effect is in Magelang regency, here not only ash rain, but also another rain like, sand rain, and gravel rain. I was so confused, why just Magelang and Sleman city that have the effect of merapi eruption, even until West Java, but why Temanggung, Semarang or the others area no.
Know, based on my little knowledge that I have read from some source, I will try to clear about this.

Sebenarnya apa sich abu vulkanik ituu….???

Abu vulkanik (volcanoes ash) terbentuk pada saat terjadi letusan gunung berapi yang tersusun dari fragmen batuan yang halus, mineral, kaca, debu yang keras dan kasar, agak korosif dan tidak larut dalam air. Kandungan utamanya adalah mineral kuarsa, kristobalit, dan tridimit (ini adalah Kristal silica bebas yang dapat menyebabkan penyakit pernafasan yang fatal). Letusan ini terjadi saat gas-gas yang dilarutkan dalam batuan memperbesar tekananya dan naik ke atas bercampur dengan udara, di sisi lain saat air yang ada di dalam perut gunung dipanaskan dengan suhu tinggi akan menghasilkan tekanan yang besar akan menghancurkan batuan padat gas yang bercampur dengan udara kemudian membeku, lalu membentuk batu vulkanik dan kaca yang apabila tertiup oleh angin maka partikel ini akan berpindah hingga ribuan kilometer. Debu vulkanik yang terdiri dari partikel halus bahan vulkanik, akan terfragmentasi dan kemudian menyebar. Abu vulkanik hasil erupsi ini berbeda dengan abu yang dihasilkan pada pembakaran senyawa karbon seperti kayu ataupun kertas, abu kayu atau abu kertas dapat larut dalam air, tidak korosif, sedangkan abu vulkanik merapi bersifat tidak larut dalam air dan sangat korosif karena bersifat asam. Bahkan abu ini juga dapat menghantarkan listrik apabila ia dalam keadaan basah saat terkena air hujan, karena kandungan silica dan sulfur yang akan membentuk asam kuat saat terkena air hujan, yakni membentuk asam silikat dan asam sulfat.

Berdasarkan penelitian, berikut ini adalah gambar abu vulkanik merapi yang diperbesar..

 Partikel ini berukuran antara kurang dari 30 mikron diameternya. Semakin kecil partikel tersebut maka akan semkin berbahaya. Seperti apa yang dapat kita lihat, ujung dari partikel ini sangtalah runcing dan tajam Karena bahan dasarnya hamper sama dengan bahan dasar pembuat kaca, silica. Sedangkan kisaran warna debu abu vulkanik ini antara abu-abu muda atau terng hingga hitam dan bervariasi, dalam konsistensi dari grit sampai bubuk halus. Hujan abu ini juga dapat menghalangi sinar matahari di siang hari, sehingga membuat visibilitas di siang hari akan berkurang. Lebih parahnya lagi ternyata hujan abu ini bias menimbulkan kilat dan Guntur yang terjadi karena adanya gesekan antara partikel halus di udara.. 
Wowww…ngeri bangett yaaaa,,, eits..jangan salah, ternyata selain hal-hal di atas, masih ada lagi loh bahayanya, ga Cuma buat lingkungan tapi juga buat manusia and makhluk hidup sekitarnya looo..
Abu vulkanik ini mengandung sulfur(S)  dan silica(SiO2)
SULFUR
Saat sulfur keluar dan bereaksi dengan udara luar maka ia akan bereaksi dengan oksigen dan membentuk sulfur dioksida (SO2) yang bersifat kurang stabil dan selanjutnya akan membentuk belerang trioksida (SO3). Pada saat terkena air hujan (H2O), maka akan terjadi reaksi antara air hujan dengan sulfur trioksida membentuk H2SO4 atau asam sulfat, yang merupakan asam kuat sekaligus oksidator kuat.
SILIKA (SiO2)
Saat silica bertemu dengan air hujan (H2O) maka akan segera terbentuk asam kuat lainnya yaitu H4SiO4 atau asam sillikat.

 Bahaya abu vulkanik terhadap lingkungan
karena abu ini bersifat korosif, maka dapatlah merusak kondisi lingkungan yang terkena, contohnya seperti pohon pohon yang akan menjadi kering dan akhirnya mati. Karena area yang dicakup sangat luas, tentu daerah yang terkena abu merapi ini, pepohonannya akan makin sedikit, dan hal ini akan mempengaruhi ekosistem tentunya. Bayangkan aja, kalo pohon berkurang, pasti daerah yang dihuni akan tidak sejuk lagi. Selain itu, karena sifat asam yang korosif juga dapat merusak peralatan yang terbuat dari besi yakni membuat besi teroksidasi dan kemudian berkarat. Jika besi berkarat maka akan cepat rapuh dan rusak. Selain itu ketika abu vulkanik semakin tebal dan jumlahnya banyak maka akan mengganggu jarak pandang untuk kendaraan dan karena sifat abu ini tidak larut dalam air maka apabila jatuh ke sungai dan terakumulasi maka abu ini akan mengendap sehingga sungai ini tercemar dan membahayakan bagi kehidupan manusia. Tanah vulkanik memang tanah yang baik untuk pertanian, namun  dalam hal ini konteksnya berbeda, saat abu vulkanik menggenangi atau menutupi lahan pertanian dengan tebal lebih dari 5 cm, maka akan menggagalkan panen. Contohnya saja di beberapa daerah di Kabupaten Magelang yang harus memanen tanaman cabainya lebih awal jika tidak ingin rugi lebih besar.
Bahaya abu vulkanuk untuk kesehatan

pengaruh abu vulkanik pada kesehatan dapat dibagi menjadi beberapa efek pada masing-masing anggota tubuh yang terkena, yakni gejala pada mata, efek untuk system pernafasan, iritasi kulit, efek tidak langsung dan kesehatan anak. Saat partikel abu vulkanik yang bentuknya kecil, halus dan runcing dan terdiri dari lapisan kaca berbahaya terhirup kemudian masuk ke paru-paru maka dapat menimbulkan masalah yang bergantung pada jenis seberapa besar dan seberapa banyak partikel yang terhirup,karena semakin kecil partikel yang terhirup maka akan semakin berbahaya, intensitas waktu penghirupan, selain itu adanya zat gas lain yang ikut terhirup khususnya gas vulkani seperti sulfur dioksida. Karena jika terhirup, abu vulkanik ini dapat saja menyobek jaringan di paru-paru, karena sifatnya yang runcing, sehingga akan menyebabkan  gangguan pernapasan karena udara yang dihirup masuk kedalam hidung dan mengendap di dalam paru-paru,dan dapat mengakibatkan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Penyakit lain yang mungkin adalah hidung gatal-gatal dan meler, iritasi tengorokan seperti keringnya tenggorokan dan radang, gejala bronchitis serta asma.

Abu grit vulkanik ini juga bias menyebabkan rasa nyeri di depan mata dan konjungtivis, karena seolah-olah akan membuat mata gatal, dan apabila kita menggaruknya maka akan terjadi iritasi ringan pada mata, selanjutnya bila diteruskan akan mengakibatkan infeksi mata merah, lalu lecetnya kornea dan peradangan pada sakus.
Kemudian karena ada sesuatu yang bersifat asam pada abu vulkanik tersebut, jika terkena kulit maka akan menyebabkan iritasi pada kulit, hingga kulit menjadi kemerahan dan gatal-gatal, yang selanjutnya kan menyebabkan iritasi sekunder akibat dari garukan. Oleh karena itu disarankan selama amsih ada abu yang beterbangan untuk memakai lengan panjang dan melindungi area kulit yang mungkin terkena abu vulkanik.

Zat Penyebab Alergi Pada Sabun, Sebabkan Gangguan Kulit Parah

Ilustrasi: Sabun yang kita pakai sehari-hari bisa menimbulkan reaksi alergi atau iritasi kulit. Hal ini karena di dalam sabun terdapat beberapa jenis zat alergen yang bisa membuat kulit menjadi kering. (foto: Google)
Sabun yang kita pakai sehari-hari bisa menimbulkan reaksi alergi atau iritasi kulit. Hal ini karena di dalam sabun terdapat beberapa jenis zat alergen yang bisa membuat kulit menjadi kering. Apa saja alergen yang yang terdapat di dalam sabun:
1. Pewangi
Jika pengharum ada dalam daftar bahan pembuat produk perawatan kulit, bisa saja itu adalah keton, aldehyde, amine, ester, dan lain sebagainya yang bukan pengharum alami. Tentu saja zat pewangi ini tidak ikut membersihkan kulit, justru bisa menyebabkan alergi ketika berkontak dengan kulit. Jika Anda berbakat alergi, pilih saja sabun tanpa pengharum.

2. Sodium Lauryl Sulfate
SLS adalah deterjen yang membuat sabun, sampo, dan pasta gigi berbusa banyak. Makin banyak busa makin banyak minyak yang diluruhkan. Sayangnya, tak hanya minyak merugikan yang disapu, tetapi juga lapisan minyak yang diperlukan untuk menjaga kelembaban kulit. Hal ini dapat mempermudah terjadinya dermatitis kontak dan memperburuk eksim.

3. Paraben
Digunakan dalam sampo, sabun, deodoran, dan pasta gigi, sebagai pengawet. Sering ditulis dengan nama lain hydroxybenzoic. Meski jarang menimbulkan reaksi, paraben jenis lain juga kerap hadir dalam produk yang sama, sehingga meningkatkan risiko alergi.

4. Coconut Diethanolamide
Konsumsi kelapa jarang menimbulkan reaksi alergi, tapi kelapa dapat dibuat menjadi diethanolamid, yaitu deterjen yang mampu mengikis lapisan minyak dan membuat kulit lebih kering. Selanjutnya reaksi alergi bisa lebih mudah terjadi. Nama lainnya adalah coconut oil acid, cocamine DEA, ninol, witcamide, dan calamide.

5. Balsam Peru
Juga dikenal sebagai myroxylon yang memiliki aroma seperti vanila dan kayumanis. Digunakan dalam sabun, sampo, parfum, losion calamine, juga obat batuk dan kola. Banyak orang yang alergi wewangian langsung bereaksi bila berkontak dengan balsam ini. Gejala yang tampak berupa eksim atau ruam di mulut jika terkonsumsi.

Alergi menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh terganggu. Penyebab alergi bisa berasal dari banyak hal seperti iklim, polusi maupun bahan yang terkandung di dalam produk kosmetik. Beberapa bahan kosmetik yang biasanya menyebabkan reaksi alergi diantaranya:

Ftalat

Bahan pembuat plastik umumnya terdaftar sebagai phthalate DBP atau di-n-butyl, yang sering digunakan dalam produk cat kuku. Ftalat dianggap zat karsinogen yang memungkinkan Anda terkena cacat lahir, ruam alergi dan eksim. Di Eropa penggunaan zat tersebut dilarang.

Shea Butter
Orang yang alergi terhadap kacang bisa sangat peka terhadap shea butter maupun cocoa butter. Dr Ellen Marmur, penulis Simple Skin Beauty mengungkapkan bahan-bahan organik bisa menimbulkan reaksi alergi tertentu.
Triclosan

Ritual mencuci tangan dengan sabun yang mengandung triclosan dalam beberapa kasus bisa menimbulkan ruam gatal pada telapak tangan dan jari. Jika tangan meradang akibat zat ini, sebaiknya hindari pembersih atau sabun yang mengandung agen bakteri.

Balsem Peru

Resin yang banyak digunakan dalam produk kecantikan untuk menciptakan aroma wangi sering menyebabkan alergi kulit. Saat terkena sinar matahari, pada lipatan tubuh termasuk di belakang telinga seringkali terbentuk lapisan kemerahan. Cara terbaik adalah mencari produk yang bebas wewangian.

Formaldehid

Sebagian besar produk kecantikan khususnya untuk produk kulit dan produk perawatan rambut mengandung bahan formaldehid seperti urea imidazolidinyl atau Quaterinium 15, yang reaktif.

Kontak yang paling sering terjadi adalah pada kuku dan rambut. Dermatolog Dr. Marsha Gordon mengatakan, penyebab dermatitis karena cat kuku adalah kelopak mata dan kulit tangan yang kemerahan. Saat mengoleskan pelembab ke mata dan kulit, zat alergi ini bisa berpindah dari tangan ke bagian tubuh lainnya.

Paraben

Bahan pengawet ini paling banyak digunakan dalam produksi massal karena harganya murah dan stabil. Hampir sulit menemukan produk tanpa paraben seperti metil, propil, dan hydroxybenzoate benzil. Reaksi alergi yang diakibatkan bahan ini adalah ruam kemerahan.

Senyawa Asam


Mayoritas asam seperti azelaic, alpha hidroksi, benzoat, laktat, sorbat dalam ukuran sedikit masih bisa ditoleransi tubuh. Namun asam sinamat mengakibatkan reaksi alergi meski dalam dosis kecil. Bahan yang banyak ditemukan dalam pasta gigi menyebabkan rasa gatal dan kering di gusi, bibir dan sekitar mulut.

Agar lebih aman, pilihlah produk pasta gigi tanpa asam sinamat. Dan oleskan vaseline di sekitar mulut dan dagu sebelum menyikat gigi untuk menghalangi asam.

Paraphenylenediamine (PPD)

Bahan ini terdapat pada pewarna rambut permanen. Akibatnya, alergi bisa berupa ruam kemerahan pada kulit kepala, garis rambut di dahi, leher hingga belakang telinga. Alergi terhadap PPD akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Retinoid

Para Dermatologis setuju bahwa retinoid adalah bahan antipenuaan serta mengurangi jerawat. Namun, efek buruknya, zat ini bisa menjadikan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari dan kekeringan di musim hujan.

Sebaiknya retinoid dipakai dalam jumlah sedikit. Jika memakai krim malam anti penuaan yang mengandung retinoid, lakukan trik berikut, oleskan krim selama 15 menit kemudian bilas dengan pembersih ringan. (fn/km/vs) www.suaramedia.com