Al-Chemist Ungu

tentang Pendidikan dan Kimia

MINYAK ATSIRI

Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eteris (aetheric oil), minyak esensial, serta minyak aromatik, adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, sulingan minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.
Para ahli biologi menganggap, minyak atsiri merupakan metabolit sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agen untuk bersaing dengan tumbuhan lain (lihat alelopati) dalam mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewan kadang-kadang juga mengeluarkan bau-bauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang berbau menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri.
Ciri - Ciri
Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain itu, susunan senyawa komponennya kuat mempengaruhi saraf manusia (terutama di hidung) sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu (baunya menyengat). Setiap senyawa penyusun memiliki efek tersendiri, dan campurannya dapat menghasilkan rasa yang berbeda.
Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu. Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak / lipofil.
Contoh :
1) Minyak adas atau fennel / foenicoli oil
2) Minyak cendana atau sandalwood oil
3) Minyak cengkih atau euganol oil
4) Minyak daun cengkih atau leaf clove oil
5) Minyak kayu putih
6) Minyak kenanga atau ylang-ylang oil
7) Minyak lawang
8) Minyak mawar
9) Minyak nilam
10) Minyak serai
Selain itu, dikenal pula beberapa "minyak" (atau dalam bentuk salep) yang sebenarnya merupakan kombinasi antara beberapa minyak atsiri. Contohnya:
· Minyak telon
· Minyak tawon
· Minyak angin
· Beberapa minyak gosok dan salep gosok

TIPS BELAJAR KIMIA (mahasiswa kimia)

Untuk mendapatkan nilai yang baik dalam bidang kimia sangat bergantung kepada tugas serta ujian. Bagi yang menyukai bidang olah raga atau musik, mungkin mengerti bagaimana cara memperoleh penampilan terbaik ketika bermain musik ataupun bertanding olahraga. Latihan secara berkala dan berulang-ulang diterapkan untuk memperoleh hasil yang baik dalam bermain musik ataupun dalam bertanding olahraga. Hal tersebut dapat diterapkan juga dalam belajar Ilmu Kimia.
Berikut adalah sedikit contoh mengenai bagaimana cara memperoleh performa yang baik dalam belajar kimia. Tetapi perlu diingat, setiap individu mungkin mempunyai cara yang sedikit berbeda. Sesuatu yang bisa diterapkan terhadap seorang individu, belum tentu bisa diterapkan terhadap individu lainnya. Yang perlu anda lakukan sebagai seorang pelajar adalah bagaimana menemukan cara untuk memaksimalkan performa belajar anda.
Tips berikut mudah-mudahan bisa membantu.

Tuliskan semua latihan soal, jangan hanya dibayangkan dalam alam pikiran saja.
Seorang pemain gitar yang mencoba memainkan permainan gitar seorang musisi profesional tidak bisa meniru hanya dengan melihat saja. Dia harus mencoba memainkan setiap nadanya hingga sempurna.
Dalam bidang kimia, anda harus membiasakan diri mengerjakan soal-soal dengan menuliskan setiap detailnya. Kerjakan latihan soalnya diatas kertas, dan juga tuliskan setiap detail penjelasannya.
Apa yang anda fikirkan dalam alam pikiran mengenai jawaban suatu soal dengan apa yang dapat anda tuliskan diatas kertas mengenai jawaban tersebut belum tentu sama. Jangan hanya menulis suatu reaksi atau mekanisme ketika menjawab soal ujian saja – ini akan berahir buruk untuk nilai yang anda peroleh.
Lakukan latihan ini setiap hari.

Dapatkah anda bayangkan betapa bodohnya seorang atlet basket ketika dia hanya melakukan latihan sehari sebelum pertandingan saja, dan berlatih hingga larut malam sehingga mengorbankan waktu tidurnya.
Bukan hanya kurang persiapan saja, tetapi atlet tersebut juga tentu saja akan mengalami kurang tidur, dan akibatnya pada saat pertandingan dia akan mengalami kelelahan bukan?
Latihan pendek yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu yang panjang akan lebih bermanfaat daripada sistem kebut semalam (SKS).
Ketika belajar tidak usah takut untuk beristirahat sejenak dan kemudian kembali belajar lagi.
Ingat, kualitas belajar anda sama pentingnya dengan kuantitas belajar anda.
Temukan tempat dimana anda dapat bekerja dan belajar dengan tenang.
Menjadi seorang mahasiswa merupakan suatu pekerjaan yang juga melibatkan kerja lembur (belum termasuk juga kegiatan ekstrakurikuler).
Hal tersebut membutuhkan effort yang tinggi, tetapi hasil yang diperoleh akan sangat berharga sekali.

Berikan yang terbaik pada studi anda.
Bagi seorang atlet, kalimat “how you practice is how you will play the game” merupakan kalimat yang tidak asing.
Ketika mengerjakan latihan soal, buatlah jawabannya secara rapi dan jelas. Pastikan semua tulisan dan gambar yang anda buat disertai penjelasannya dengan kalimat yang lengkap. Jawaban yang mendekati sempurna belumlah memberikan hasil, sama seperti “hampir memasukkan bola ke keranjang basket, belumlah memberikan point”. Bahkan, banyak nilai yang dikorbankan untuk jawaban yang tidak jelas.

Pikirkanlah selalu materi kuliah yang diberikan.
Menyenangi apa yang anda lakukan akan sangat membantu dalam mengingat hal tersebut.
Buatlah korelasi antara materi yang anda pelajari dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ketika anda mengocok botol yang berisi air soda, anda juga dapat berfikir mengenai tekanan gas dan sifat solubilitas gas yang terjadi.

Konsentrasi pada pekerjaan anda dan biarkanlah nilai ujian mengalir dengan sendirinya.
Bagi seorang atlit atau musisi, yang diperlukan untuk meraih performa terbaik adalah berkonsentrasi secara total.
Membagi pikiran kepada skor pertandingan ataupun kepada apa yang sedang dipikirkan oleh para penonton akan membuyarkan konsentrasi anda.
Ketika belajar di kelas ataupun sendiri dan juga ketika ujian, berikan konsentrasi penuh. Setelah segalanya selesai, anda akan memiliki banyak waktu untuk memikirkan tentang nilai.

Persiapkan materi kuliah sebelum kuliah dimulai.
Sebelum masuk kelas, ada hal yang sangat penting untuk dipersiapkan, yaitu anda harus membaca materi yang akan disampaikan dosen. Kalau perlu bacalah materi itu berulang-ulang. Hal tersebut akan membantu anda untuk menangkap garis besar dari setiap bab dan akan sangat membantu anda ketika melakukan review. Jangan lupa untuk membaca pertanyaan yang diberikan juga. Dalam membaca materi kuliah mungkin akan terasa sulit. Perlu diingat bahwa buku Kimia bukanlah suatu novel yang dapat dibaca secara cepat, tetapi buku kimia harus dibaca secara perlahan, berulang-ulang, dan pada akhirnya anda akan terbiasa untuk membaca buku Kimia tersebut.
Hal terpenting yang anda peroleh dari kuliah adalah “Bagaimana anda menemukan cara untuk mendidik diri anda sendiri”.
Hal tersebutlah yang akan anda lakukan ketika anda lupa akan suatu materi kuliah tertentu.
Dengan membaca secara teknis suatu materi yang sulit dan berjuang untuk memahaminya, anda akan meningkatkan skil membaca dan juga anda akan belajar bagaimana cara belajar yang tepat bagi anda sendiri.

Aktiflah pada setiap kegiatan di kelas.
Jangan lupa harga yang anda bayar untuk berpartisipasi dalam suatu kelas. Dengan semakin mahalnya biaya SPP, anda harus ingat bahwa anda membayar untuk setiap kelas yang anda ikuti. Anda membayar sangat mahal jika hanya masuk ke kelas dalam kondisi tidak jelas. Anda harus terlibat dalam setiap kelas dengan memastikan bahwa anda mempunyai jawaban dari setiap pertanyaan yang muncul (jawaban yang salah masih lebih baik daripada tidak menjawab sama sekali). Anda harus dapat menghubungkan materi yang diberikan pada saat kuliah dengan materi yang anda baca di buku, serta memikirkannya apakah hal tersebut konsisten atau menyimpang.

Lakukan review terhadap materi yang diberikan.
Ingatlah bahwa skil membaca anda merupakan salah satu hal penting yang anda perlukan ketika anda lulus kuliah.

Tuliskan segala hal yang anda ketahui
Membaca dan mengerjakan soal merupakan hal yang penting dalam belajar kimia. Juga merupakan suatu hal yang penting untuk menuliskan diatas kertas mengenai materi apa yang telah anda ajarkan kepada orang lain (para asisten lab harus melakukan hal ini). Tuliskan apa yang menurut anda bagian terpenting dari materi tersebut dan berikan contoh, gambar dan analogi. Anda harus berlatih berhadapan dengan kertas kosong, sehingga anda akan terbiasa menuliskan jawaban ketika ujian.

Kerjakan / Jawab latihan soal tanpa melihat lagi materi bab sebelumnya.
Sebagian besar mahasiswa memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan soal dengan cara melihat materi bab yang bersangkutan, mengerjakan jawaban dengan menggunakan pendekatan yang ditulis di buku, dan kemudian menuliskan jawabannya. Dengan melakukan hal tersebut, para mahasiswa berfikir bahwa mereka telah selesai melakukan tugasnya dalam menjawab soal.
Menjawab soal dengan pola seperti diatas akan membuat mahasiswa menjadi baik dalam menemukan jawaban dalam buku dan mengenali kata kunci dengan cepat. Tetapi masalahnya adalah, soal-soal ujian terkadang juga mengharuskan anda untuk mengembangkan sendiri jawaban yang anda buat. Sekali lagi, anda harus terbiasa berlatih untuk belajar menyelesaikan masalah. Untuk dapat menjadi ahli di bidang kimia, seorang mahasiswa harus dapat mengembangkan jawaban tanpa bantuan siapapun. Skil seperti ini sangat diperlukan dalam sebuah ujian, sehingga anda harus melatihnya.

Biasakan berdiskusi.
Jika anda memiliki masalah, diskusikanlah dengan asisten ataupun dosen. Jika anda memiliki masalah dengan materi yang anda baca, carilah sumber textbook lain yang mungkin menyajikan hal yang sama dengan cara lain yang lebih mudah dimengerti.

Ingatlah bahwa nilai bukanlah segalanya.
Ingatlah bahwa hal yang terpenting dalam kuliah adalah bagaimana anda mendidik diri sendiri. Banyak dari materi kuliah yang akan terlupakan, kecuali anda sering melakukan review terhadap materi tersebut.
Kemampuan untuk menangkap dan menganalisa informasi, menyimpulkan dan membuat keputusan, serta menyampaikannya kembali secara jelas adalah hal yang sangat penting. Materi kuliah merupakan media dimana kita dapat melatih kemampuan-kemampuan tersebut.

Materi kuliah merupakan hal yang sangat penting dan menarik, tetapi hal tersebut diatas juga merupakan suatu poin penting dalam liberalisasi pendidikan.
Mempelajari suatu materi merupakan suatu hal yang sangat penting, tetapi tidak sepenting bagaimana proses belajar untuk mengetahui sesuatu.

Terakhir, jangan lupa bahwa anda sedang dilatih untuk menghadapi dunia nyata. Merupakan hal yang sangat penting untuk melatih hal yang berguna untuk menghadapi dunia nyata nanti, seperti tepat waktu, kerja konsisten, bersosialisasi, melakukan inisiatif, bekerja mandiri, bermotivasi, dewasa, dan bertanggungjawab.
Skil-skil tersebut sangat penting di dunia kerja, anda akan dievaluasi jauh lebih dalam tidak hanya dalam nilai akademik. Anda akan memperoleh lebih dari sekedar gelar dan transkrip nilai ketika anda lulus dari kuliah.

Fotokimia dalam Kosmetik



Bahan-bahan kosmetik sebagian besar mengalami ketidakstabilan oleh cahaya. Hal ini dapat dibuktikan bahwa sebagian produk kosmetik mengharuskan wadah yang tidak tembus cahaya. Fenomena ini karena adanya “photosensitization”. “photosensitization” didefinisikan sebagai  reaksi yang disebabkan oleh cahaya dan dapat merugikan kulit. Apakah bahan fotokimia ataukah turunannya yang menyebabkannya masih dalam taraf dugaan.
Dasar Teori
Penyerapan cahaya dapat menyebabkan kenaikan /perpindahan electron dari level vibrasi rendah (ground state, S0) ke level Singlet vibrasi dari keadaan tereksitasi (misalnya S1 atau S2). Relaksasi ke level vibrasi terendah (S1 ) biasanya sangat cepat (10-12 s). Jika electron berada di S1 selama 10-9 s atau bahkan lebih lama, energy dipancarkan sebagai fluoresensi (pemendaran cahaya). Secara bergantian, energy dapat ‘dihilangkan’ dalam reaksi kimia.
Sedangkan dalam keadaan Singlet (S), electron dengan energy tinggi tetap dalam perputaran aslinya, pembalikan dari fungsi ini dap[at terjadi di step kedua, merujuk ke perlintasan intersystem, ke keadaan Triplet (T). jangka waktu dari T biasanya jauh lebih lama daripada S, dan dapat terjadi dalam beberapa detik. Karenanya banyak reaksi kimia berasal dari T. Triplet energy dapat hilang sebagai panas atau pun emisi radiasi yang lambat, merujuk ke ‘phosphorescence’.
Penyerapan langsung dari T2 ke T1 tidak secara normal terjadi. Akan tetapi, T1 dapat dihasilkan secara langsung dari interaksi dengan molekul lain yang berada di keadaan T. Fenomena ini disebut ‘sensitization’. Kebalikannya, kehilangan energy dari molekul satu ke molekul lain disebut ‘quenching’ (kurang tau artinya, tapi dari kamus artinya pemadaman).



Photostabilization adalah proses yang mencegah reaksi fotokimia dari molekul di keadaan tereksitasi. Tujuan ini dapat dilakukan dengan pengaruh dari :
a.       Penyerapan cahaya
b.      Quenching S
c.       Quenching T
d.      Mencegah kereaktifan bahan kosmetik oleh pengaruh bahan lain (aditif)
Fungsi dari zat aditif adalah mengambil energy yang tak diperlukan, dan merubahnya menjadi panas, pemendaran cahaya, dan reaksi kimia reversible. Zat aditif ditambahkan dengan criteria yang jelas (tingkat racun, kecocokan) dalam formulasi bahan kosmetik.
Sebagian besar bahan photostabilizer di pasaran adalah type A, yakni penyerap sinar UV.  Hukum Beer :
% cahaya terserap oleh stabilizer =
Ca dan Cs : konsentrasi molar dari aditif dan substrat
€ : koefisien extingsi dalam panjang gelombang yang dibicarakan

Dalam larutan kental atau dalam zat semisolid, penyimpangan dari persamaan di atas parallel dengan penyimpangan hokum Beer. Namun, hubungan ini dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah aditif yang digunakan untuk membuat kosmetik.
Energi fotokimia yang tak diharapkan dapat dihilangkan dengan reaksi fotokimia reversible. Dengan demikian penyerapan cahaya dapat membuat ke penyusunan kembali struktur kimia yang dapat kembali ke bentuk dalam keadaan ‘dark’ (maksud dark di sini mungkin keadaan tak tereksitasi), missal proses nonfotokimia.

FOTOSENSITISASI

Banyak kasus keracunan tanaman pada hewan domestik ditandai dengan fotosensitisasi. Fotosensitisasi adalah gejala dermatitis dan/atau konjungtivitis dan/atau cutaneous hyperesthesia yang berkembang pada hewan yang terpapar oleh cahaya matahari. Fotosensitivitas berarti peningkatan kepekaan terhadap sinar matahari secara berlebihan yang disebabkan oleh deposisi molekul yang mampu mengabsorbsi gelombang matahari pada kulit.

Mekanisme fotosensitisasi
Fotosensitisasi dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu:
1.    Setelah absorpsi radiasi sinar matahari, molekul sensitisasi mengalami perubahan panjang gelombang menjadi molekul triplet. Molekul sensitisasi triplet kemudian berinteraksi dengan molekul lain melalui hidrogen atau proses transfer elektron untuk menghasilkan radikal bebas yang sangat reaktif. Radikal bebas tersebut kemudian bereaksi dengan oksigen atau molekul lain, atau melalui transfer energi secara langsung kepada molekul oksigen yang menghasilkan oksigen tunggal dan kemudian dapat mengoksidasi substrat yang peka. Proses ini lebih sering terjadi dan porphyrin merupakan penyebab fotosensitisasi.

2.    Penyimpanan senyawa kimia fotosensitisasi umumnya terjadi pada sel endothelial dari kapiler dermis dan dalam hal tertentu adalah sel mast dermis. Beberapa senyawa aktif mungkin berikatan hanya pada membran permukaan kapiler, sedangkan lainnya diabsorbsi ke dalam sel yang akan menyimpan senyawa aktif tersebut di dalam lysosomes. Melalui absorbsi cahaya dengan penjang gelombang yang tepat oleh endothelium kapiler yang terdapat di dalam lapisan luar dermis, maka kerusakan sel umumnya terjadi melalui pelepasan enzim proteolitik dari lysosomes. Akibatnya terjadi peningkatan permeabilitas kapiler, nekrosis sel, oklusi vaskuler dan inflamasi akut. Bila penetrasi pada epidermis oleh radiasi dicegah baik oleh ketebalan kulit, bulu penutup atau pigementasi seperti kulit hitam, maka fostosensitisasi tidak akan terjadi.

3.    Kadang-kadang fotosensitisasi harus didiferensiasi dari dermatitis (sunburn) sederhana. Dematitis sederhana tersebut merupakan reaksi normal kulit yang tidak terlindungi, tidak berpigmentasi terpapar oleh cahaya matahari, dan disebabkan oleh radiasi ultraviolet dengan panjang gelombang yang pendek (320 nm).


Klasifikasi fotosensitisasi
Seekor hewan menglami fotosensitisasi biasanya melalui absorpsi senyawaan tertentu yang dimasukan atau terbentuk di dalam traktus alimentarius. Namun fotosensitisasi yang lebih luas dapat terjadi melalui absorpsi ke dalam kulit dimana senyawa fotosensitisasi secara lokal mengandung bahan minyak atau bahan obat gosok. Keberadaan penyakit metabolik kongenital dan obat penyebab penyakit (drug-induced diseases) dapat menimbulkan senyawa sensitisasi endogenous yang berlebihan atau abnormal. Senyawa tersebut dapat berupa porphyrin non-fisiologis seperti uroporphyrin I (seperti porphyria erythropoietic kongenital pada sapi dan babi), atau jumlah berlebihan dari tipe III porphyrin alami, termasuk protoporphyrin IX ( seperti pada obat penyebab gangguan sintesis haem hati).
Fotosensitisasi diklasifikasikan menjadi:
1.    Fotosensitisasi primer (Tipe I) – langsung dari racun tanaman.
2.    Fotosesitisasi sekunder atau hepatogenus (Tipe II) – akibat dari metabolit racun.
Fotosensitisasi primer. Beberapa tanaman mengandung senyawa fluoresen yang berpotensi merangsang pigmen, setelah absorpsi dari lambung masuk ke dalam aliran darah portal, dan tidak dikeluarkan secara sempurna oleh hati, tetapi tetap berada di dalam sirkulasi peripferal dan mencapai kapiler kulit. Tanaman tersebut meliputi:
1.    Fagopyrum esculentum (boekweit, buckweat) – mengandung pigmen helianthrone.
2.    Seledri – mengandung furocoumarin.
3.    Phenothiazine – berubah menjadi phenothizine sulphoxide di dalam rumen, kemudian menjadi phenothiazone di dalam hati.
Fotosensitisasi sekunder atau hepatogenus. Kebanyakan fotosensitisasi pada hewan domestik bukan fotosensitisasi primer tetapi bersifat sekunder terhadap kerusakan hati. Banyak tanaman dapat menimbulkan kerusakan jaringan hati dan sebagai akibatnya fotosensitisasi merupakan gejala klinis dari keracunan tanaman. Senyawaan fotosensitisasi tersebut adalah phylloerythrin. Phylloerythrin berasal dari chlorophyll melalui proses mikroba di dalam saluran pencernaan. Pigmennya merupakan porphyrin fluorescent. Senyawa ini diserab kedalam darah portal dan dikeluarkan oleh hati untuk diekskresikan ke dalam empedu, yang merupakan sirkulasi enterohepatik. Salah satu gambaran kerusakan sel hati adalah ketidak mampuan dalam mengambil phylloerythrin dari darah sinusoid dan mengeluarkannya ke dalam empedu. Phylloerythrin yang beredar di dalam darah perifer secara tidak langsung diekskresikan melalui urin sebagai porphyrin endogenous yang mengandung berbagai kelompok hydrofilik, dan hal ini juga meningkatkan potensi fotosensitisasinya. Tanaman-tanaman tersebut adalah:
1.    Lantana camara (bunga pagar, tahi ayam, tai kotok) – mengandung lantadene.
2.    Cengkeh.
3.    Leguminosa


Dermatitis pada ambing susu (Kiri) dan pada mulut Kuda (Kanan)

KECAP GLIRISIDIA

Kecap Glirisidia...