Al-Chemist Ungu

tentang Pendidikan dan Kimia

FLOOD.. What becoming it?

EUTROPHICATION..what does it cause??

Today is true happy i get.. It make my mood is good to write again. In this chance I will share to all of you about something that we usually call "eutrophication". As we know, water have covered two- third of our earth's surface area, yes or wrong?? Even 70%. And also, because of the big composition, so that it can cause many problem. And one of its problem is eutrophication.
A picture beside, depict the phenomenon of eutrophication.  What is eutrophication, what cause it, why to solve, the answer can you get here..



Eutrophication (pronounced you-tro-fi-KAY-shun) is a natural process that occurs in an aging lake or pond as that body of water gradually builds up its concentration of plant nutrients. Cultural or artificial eutrophication occurs when human activity introduces increased amounts of these nutrients, which speed up plant growth and eventually choke the lake of all of its animal life.
Eutrophication occurs when large quantities of nutrients such as nitrates and phosphates enter an aquatic environment. Sources of these nutrients include animal wastes, agricultural runoff, and sewage. The ecosystem quickly experiences an increase in photosynthetic and blue-green algae, as these organisms thrive in the presence of the added nutrients. An algae bloom occurs as the algae accumulates into dense, visible patches near the surface of the water, prohibiting light from penetrating deeper areas of lake or stream. Some fish are unable to survive without this light, but for them an even more serious problem arises when the algae begin to die. At this point, oxygen-demanding bacteria take over the ecosystem, decomposing the algae and using up dissolved oxygen in the process. These bacteria increase the biological oxygen demand (BOD) of the ecosystem. BOD is the amount of oxygen required for the decomposition of organic compounds by microorganisms in a given amount of water. It is usually measured in milligrams of oxygen consumed per liter of water. Biological oxygen demand is important because it affects the amount of dissolved oxygen available to all species in an aquatic ecosystem. A higher BOD indicates a lower level of dissolved oxygen. This lower concentration of oxygen causes many fish to suffocate, and as they die, the number of oxygen-demanding decomposers increases even more.
 

Causes of Eutrophication

The two major causes of eutrophication are excess nitrates and excess phosphates in water. It is important to study these nutrients because oftentimes, human activity is responsible for their negative effect on the environment.

Nitrates

Nitrates (NO3-) are water-soluble (they dissolve easily in water), and are commonly applied to agricultural fields as fertilizer. Once applied, nitrates may leach into groundwater or erode and end up in surface runoff. Eventually, they may enter a lake, river, or stream and contribute to eutrophication. Nitrates can also vaporize into the atmosphere, where they become a major source of acid rain. When ingested by organisms in drinking water, nitrates bind to hemoglobin and reduce the oxygen-carrying capacity of the bloodstream. This form of nitrate poisoning seems particularly prevalent among amphibians, and may be contributing to a worldwide decline in the biodiversity of these species.

Phosphates

Unlike nitrates, phosphates (PO43-), are not water-soluble; they do not usually dissolve in water. However, they do adhere to soil particles, and as such often accumulate in soil and erode along with soil into aquatic environments. Phosphates also form a major component of most fertilizers, and in conjunction with nitrates, they have made agriculture the largest source of nonpoint water pollution in the United States.

 left: algae bloom
       (during eutrophication)

right: normal lake



Controlling Eutrophication

The following is a list of methods that can be used to control eutrophication:
  • planting vegetation along streambeds to slow erosion and absorb nutrients
  • controlling application amount and timing of fertilizer
  • controlling runoff from feedlots
  • researching use of biological controls; for example, the process of denitrification uses specialized bacteria that convert nitrates to harmless molecular nitrogen
sources::
http://library.thinkquest.org
http://www.water-pollution.org.uk


LERAK...sang deterjen alami

Di jaman kita hidup sekarang, sangatlah lebih enak bila dibandingkan mudanya kakek nenek kita. Apalagi di era yang serba modern dan instan sekarang ini, kita tidak perlu bersusah-susah. Mau masak nasi tinggal masukin beras ke rice cooker, mau nyuci tinggal masukin pakaian kotor plus deterjen ke mesin cuci.

Ngomong-ngomong tentang cuci-mencuci, siapa yang yang tak kenal deterjen dengan segudang merk yang beredar di negeri kita ini. " Cukup setakar bisa buat nyuci pakaian kotor seember..".. " Mencuci tangan tetap lembut...". " kekuatan sepuluh tangan.." dan sebagainya... Begitulah berbagai bunyi hasutan dari berbagai iklan deterjen di televisi. Namun dari sekian banyak produk deterjen yang beredar di pasaran, apakah ada yang benar-benar ramah lingkungan ?

deterjen merupakan buah kemajuan teknologi,
namun dampaknya sangat merusak lingkungan

Setelah mencuci baju, kulit tangan Anda terasa kering, panas, melepuh, retak-retak, gampang mengelupas hingga gatal? Bila itu yang Anda rasakan, maka deterjen Anda adalah bukan deterjen yang baik bagi kesehatan. Hati-hati, pemakaian terus-menerus menimbulkan gangguan pada fungsi-fungsi organ, seperti pada sistem pencernaan dan fungsi hati. Air yang terkontaminasi deterjen, dapat mengganggu fungsi-fungsi organ. Dalam waktu panjang, dapat merusak sistem pencernaan, dan fungsi hati. Hal itu disebabkan oleh susunan rantai kimia surfaktan, yang ada di dalam deterjen itu.

Ternyata selain tidak bersahabat dengan tubuh manusia, deterjen juga tidak ramah terhadap lingkungan. Di dalamnya terdapat zat-zat yang tidak bisa atau sulit terurai secara alami oleh tanah. Zat-zat kimia tersebut kemudian terakumulasi selama bertahun-tahun dan merembes ke dalam sumber air tanah. Zat pembersih seperti chlorine— yaitu zat kimia yang banyak dipakai sebagai pemutih dalam deterjen—membutuhkan waktu selama 150 tahun untuk terurai sempurna. Demikian juga ABS (alkyl benzene sulphonate), zat kimia yang digunakan sebagai penghasil busa pada berbagai deterjen. Saking kuatnya ikatan rantai molekul-molekul penyusunnya, ABS baru bisa terurai sempurna dalam waktu kurang lebih 500 tahun!!

Pada masa mudanya kakek nenek kita dahulu, mereka tidak mengenal yang namanya deterjen. Boro-boro mengenal, mungkin pabriknya saja belum ada. Untuk keperluan mencuci baju, mereka memanfaatkan busa yang diperoleh dari tumbuhan yang bernama "Lerak". Lerak (terutama Sapindus rarak De Candole, dapat pula S. mukorossi) atau dikenal juga sebagai rerek atau lamuran adalah tumbuhan yang dikenal karena kegunaan bijinya yang dipakai sebagai deterjen tradisional.

buah lerak sekilas mirip dengan buah kurma, tetapi bentuknya bulat, sedang buah kurma lonjong
Tumbuhan lerak berbentuk pohon dan rata-rata memiliki tinggi 10m walaupun bisa mencapai 42 meter dengan diameter 1m, karenanya pohon lerak besar dengan kualitas kayunya setara dengan kayu jati. Sehingga banyak ditebang karena memiliki nilai ekonomis. Bentuk daunnya bulat-telur berujung runcing, bertepi rata, bertangkai pendek dan berwarna hijau. Biji terbungkus kulit cukup keras bulat seperti kelereng, kalau sudah masak warnanya coklat kehitaman, permukaan buah licin dan mengkilat.

Biji lerak mengandung saponin, suatu alkaloid beracun, saponin inilah yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci, dan dapat pula dimanfaatkan sebagai pembersih berbagai peralatan dapur, lantai, bahkan dapat dipakai untuk memandikan dan membersihkan binatang peliharaan. Kandungan racun biji lerak juga berpotensi sebagai insektisida. Cara mendapatkan busa buah lerak sangatlah gampang. Buah lerak cukup dimemarkan dengan cara dipukul. Lalu gosokkan buah lerak yang telah memar tadi pada kain atau baju yang akan dicuci. Dengan kain atau pakaian dibasahi terlebih dahulu. Kulit buah lerak dapat digunakan sebagai pembersih wajah untuk mengurangi jerawat dan kudis. Busa yang dihasilkan dari buah lerak tidaknya merusak lingkungan. Busa tersebut dengan sendirinya akan terurai.
 
 
mencari buah lerak sangat sulit, karena pohon sudah jarang


Namun sekarang ini sangatlah sulit untuk menemukan pohon lerak. Biasanya para pengrajin batik tradisionallah yang masih menggunakan lerak untuk mencuci kain batik. Busa buah lerak tidak akan merusak warna kain batik, namun justru sebaliknya. Dengan di cuci dengan menggunakan busa buah lerak, warna kain batik akan bertahan lebih lama.

The Sun as a Source of Negative Entropy

The Biosphere is defined here as all of the matter which is used to 'build' living organisms. Part of this matter is in the living organisms and part in the 'recycling' stage. The environment is defined here as all the other matter on Earth and in the Universe, including radiation.
In order to get more organized, the Biosphere requires an influx of 'negative entropy' (first mentioned by E. Schrodinger - ref [2]) from external sources (entropy is extracted from the Biosphere) in order to conform to the II Law of Thermodynamics. What are the sources of this 'negative entropy' ? The Sun is the major source of the energy on Earth. Another source of 'natural energy' is geothermal energy. However, the total balance of energy for the Biosphere is on average zero for energy from the Sun, the same amount of energy is absorbed as is released, and is also on average zero for the Geothermal energy from Earth, when the Biosphere is in a steady-state condition. 






Fig.2. Three Thermodynamic Subsystems Sun, Biosphere and Universe. The Biosphere extracts negative entropy in the process of exchanging"Hot" Photons (Black Body radiation at T= 5800 K) to "Cold" Photons (Black Body radiation at T=280 K). This process is responsible for the mysterious "Life Force" which seems to defy II Law of Thermodynamics.
What is the source of negative entropy ? The Sun's energy is highly organized and carried by photons. Our Biosphere absorbs this energy and then releases it back to the Universe -the global balance of energy is zero (Fig.2). However, energy released to the environment is in the form of electromagnetic radiation, which is on average at longer wavelengths than the absorbed photons (Fig.1 and 2). The black body radiation of the Sun (5800 K), which is absorbed by the Biosphere has a much higher temperature than the black body radiation from the Biosphere and Earth (280 K) flowing to the Universe (3 K) (Fig.2).
The explanation is that the Biosphere does not accumulate energy when it is in steady-state condition, but it accumulates negative entropy and increases in organization. This is the difference between the entropy of absorbed radiation and the emitted radiation at longer wavelengths of photons (Fig.1 and 2). On the basis of this theory quantitative calculations of the total "negative entropy" balance on Earth, can be made. 


sources:http://www.digital-recordings.com/


kata bijak hari ini

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.
Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.
Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.
Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya.
Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.
Jika kita berbuat baik, kebaikan pula yang akan kita terima kelak.
Senyum tidak hanya akan menampilkan wajah yang cerah, namun juga menghangatkan jiwa.
Cinta itu angkuh dan lembut. Lebih baik memiliki cinta daripada memiliki semua bintang di langit.
Yang penting bukan berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita hidup.
Nasihat yang baik tidak pernah datang terlambat.
Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.
Anda cuma bisa hidup sekali saja didunia ini, tetapi jika anda hidup dengan benar, sekali saja sudah cukup.
Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.
Lidah anda yang menentukan siapa anda.
Diantara isi rumah tangga, anak-anaklah yang terbaik.
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.
Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.
Jika Anda tidak memulai hari ini dengan senyuman, belum terlambat untuk mencobanya pada hari esok.
Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
Bila Kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Perlukah merasa kecil dan malu dihina? Orang yang dihina itu sebenarnya memungut pahala cum-cuma tanpa perlu bersusah payah
Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.  (Khalifah Abdul MAlik bin Marwan)
Barang siapa yang selalu kekenyangan maka banyaklah dagingnya, dan siapa yang banyak dagingnya maka kuatlah nafsunya. Siapa yang kuat nafsunya maka banyaklah dosanya, siapa yang banyak dosanya maka keraslah hatinya dan siapa yang keras hatinya  maka tenggelamlah dia dalam bencana dunia serta keindahannya
Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) niscaya tumbuh sebagiannya
Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.

Sekali tidak berhasil bukan berarti gagal selamanya
Kebahagiaan takkan pernah bisa dibeli dengan uang
Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.
Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.
Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga
Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah laksana berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya.
Mereka itu orang-orang yang berlaku adil dalam menetapkan hukum
baik kepada rakyat maupun kepada keluarga
Tiga sifat yang menyebabkan penyandangnya tidak tentram dalam hidupnya : iri, dengki, dan akhlak buruk
Hiduplah Sesuka hatimu,
Sesungguhnya kamu pasti mati.
Cintai siapa saja yang kamu senangi,
Sesungguhnya kamu pasti akan berpisah dengannya.
Lakukan apa saja yang kamu kehendaki,
Sesungguhnya kamu akan memperoleh balasannya.
Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali dengan amalan.
Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali dengan kedermawanan.
Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali dengan kesetiaan.
Tidak ada kebaikan bagi shadaqah kecuali niat yang ikhlas.
Tidak ada kebaikan bagi kehidupan kecuali kesehatan dan keamanan

Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat-sahabat sejati yang akan meninggalkan bekas di dalam hatimu.

Untuk menangani dirimu, gunakan kepalamu. Tetapi untuk menangani orang lain, gunakan hatimu.

Kemarahan hanyalah satu kata yang dekat dengan bahaya.

Pikiran yang besar membicarakan ide-ide;
Pikiran yang rata-rata membicarakan kejadian-kejadian;
Dan pikiran yang kerdil membicarakan orang-orang.

Allah memberikan kepada setiap burung makanan mereka, tetapi Ia tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka.

Ia yang kehilangan uang, kehilangan banyak;
Ia yang kehilangan seorang teman, kehilangan lebih banyak;
Tetapi ia yang kehilangan keyakinan, kehilangan semuanya.

Belajarlah dari kesalahan orang lain. Engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk mendapatkan semua itu dari dirimu sendiri.

Lidah praktis tidak berat sama sekali, tetapi hanya sedikit orang yang dapat memegangnya.